Hanya Menjadi Simpanan Suamiku

Hanya Menjadi Simpanan Suamiku
part 25


__ADS_3

pandangan Adit yang terpaku kedepan pun terganggu ketika wanita yang di sampingnya meniup mata Adit.


"Apa?" tanya Adit mengernyitkan dahinya tanpa menoleh ke arah suci.


suci mendengus kesal karena Adit sama sekali tidak meliriknya, bahkan mengajak ngobrol pun tidak.


dengan spontan suci melepaskan tangan Adit yang masih berada dibahunya.


"Kamu kenapa ci?" tanya Adit terkejut.


suci hanya terdiam mendengus kesal dan melipat tangannya di dadanya.


Adit yang mengerti atas ke kesalan wanita di samping nya itu pun langsung memeluknya dan membuat wajah wanita itu terbenam di dadanya.


"Maafkan aku ya ci, aku tau kalo aku salah" ucap Adit sambil menyentuh lembut rambut suci.


suci pun tersenyum atas perbuatan lalaki laki yang sedang memeluknya itu.


"Tapi aku gak tau salah aku dimana" ucap Adit lagi.


suci memukul dada Adit dan mendengus kesal atas ke tidak pekaan Adit.


"Kalo orang gak tau itu kasih tau ci" ucap Adit.


Suci terdiam "tidak mungkin aku berbicara kalau aku kesal karena dia tidak melihatku walaupun sedang berada di dalam rangkulannya" ucap suci dalam hati.


"Hmm ti...tidak, aku hanya ingin pulang" ucap suci berbohong.

__ADS_1


"Yasudah ayok pulang, kita pamittan dulu ya" ucap Adit.


suci pun mengangguk dan berdiri dari duduknya. Adit menggandeng tangan suci untuk mendatangi dimana teman pengantinnya itu berada.


"Selamat ya" ucap Adit memberi salaman kepada temannya itu dan begitu pun suci, tapi tangannya suci tertahan ketika sedang bersalaman dengan teman Adit itu.


Adit kesal melihatnya dan memasang wajah tidak suka akan hal itu. "Ayo ci, udah malem" ucap Adit dan memisahkan tangan mereka berdua.


suci dan Adit pun pergi meninggalkan tempat itu dan bergegas pulang karena sudah menunjukan pukul 10.


"Kamu kayaknya senang banget ci ketika tangan kamu di pegang sama dia" ucap Adit memecahkan keheningan di dalam mobilnya.


"Dih apaan sih mas, yang ada risih tau gak!" ucap suci ketus.


"Trus kamu suka nya di pegangin tangan sama siapa?" tanya Adit menggoda.


suci hanya melirik Adit dengan kesal. ketika Adit sudah kembali fokus ke jalan, suci tersenyum sambil menoleh ke arah pintu mobil di sebelahnya.


tok tok tok


"Assalamu'alaikum pak" ucap keduanya.


"Waalaikumsalam" jawab putra sambil membuka kan pintu.


Mata putra membulat ketika melihat wanita yang ada di depannya itu.


"Kamu cantik sekali ci" ucap putra.

__ADS_1


"Haha bapak pinter ngelawak juga ya" ucap suci sambil tertawa.


putra hanya terdiam sambil mengernyitkan sebelah bibirnya.


"ayo masuk dulu" ucap putra kepada Adit.


"Ngga kayaknya pak, soalnya sudah malam banget gini" ucap Adit sambil melihat ke arah sekitar.


putra pun mengangguk tanda mengerti.


"Yasudah saya pamit ya pak" ucap Adit.


"Iya silahkan" ucap putra sambil tersenyum.


Adit pun berpamitan seperti biasanya, sampai Adit pun pergi dari kediaman wanita itu.


______________________________________________


ketika Adit sedang meeting di suatu cafe dekat bandara, mata Adit membulat ketika melihat wanita yang hendak masuk ke cafe itu.


"Nikaa? ya, itu benar Nika!" ucap Adit di dalam hati ketika melihat ke arah pintu masuk cafe tersebut.


"Sudah setahun lebih dia di luar negeri dan sudah beberapa bulan aku tidak mengawasinya, ternyata dia pulang juga" ucap Adit pelan tapi masih tetap terdengar oleh rekan kerjanya.


"Iya pak gimana?" tanya rekan kerja Adit.


"eh maaf pak, saya tidak fokus. boleh di ulang pak?" tanya Adit sambil tersenyum.

__ADS_1


Rekan kerja Adit pun mengangguk, dan meeting itu berjalan dengan semestinya. tapi pandangan Adit sesekali melihat wanita yang duduk di dekat pintu masuk itu.


"Mau kemana dia? sudah pergi saja" ucap Adit di dalam hati ketika melihat Nika yang pergi meninggalkan cafe tersebut.


__ADS_2