Hanya Menjadi Simpanan Suamiku

Hanya Menjadi Simpanan Suamiku
part 39


__ADS_3

Nika tetap terdiam dari pertanyaan suci.


"Jangan sungkan sama aku nik, cerita aja kamu kenapa?" ucap suci pelan sambil mengusap pundak Nika.


"Aku sudah pisah sama mas Ferdy ci" ucap Nika yang kembali mengangkat kepalanya.


Kali ini suci terdiam.


"Aku sudah tau semuanya, kamu jahat ci sudah membiarkan aku di sakiti oleh Ferdy" ucap Nika menatap suci sambil menangis.


"Bukan gitu nik, apa yang harus aku lakukan? jika aku memberitahumu waktu itu pasti kamu tidak akan mempercayai ku bukan? yang sabar, pasti ada hikmah dari semua ini" ucap suci menegarkan hati Nika.


Nika masih tetap terdiam.


"Eh iya, kamu kesini mau beli kue atau gimana Nik?" tanya suci.


"Aku lagi nyari kerja ci, sudah beberapa hari aku keliling mampir ke cafe cafe tapi tidak ada yang menerimaku" ucap Nika sambil tersenyum penuh kesedihan.


"Kalo gitu kamu kerja di toko kue ku saja" ucap suci tersenyum.


"Toko kue mu?" tanya Nika heran.


"Iya nik, ini toko kue ku. kamu bisa kerja di sini kok" ucap suci.

__ADS_1


"Ya Tuhan, dunia begitu sangat sempit. mas Adit benar benar beruntung mendapatkan istri sebaik suci. kenapa aku dulu sejahat itu kepada mu ci" ucap Nika di dalam hatinya sambil meneteskan air matanya lagi.


"kamu ko nangis? udah Nik, jangan pikirkan tentang mas Ferdy lagi. itu tandanya dia bukan yang terbaik buat kamu" ucap suci menegarkan Nika lagi.


Nika pun terdiam dan menyeka sisa air mata yang ada di pipinya.


Nika menghembuskan napas beratnya agar dirinya menjadi lebih tenang lagi.


"Eh kamu kan besok nikah, kok kamu disini?" tanya Nika heran.


"Aku cuma mampir sebentar ke toko Nik, bentar lagi juga mas Adit jemput aku kok" ucap suci.


Nika terdiam dan hanya memberikan senyuman yang ntah apa arti dari senyuman nya itu.


"serius ci?" tanya Nika penuh semangat.


suci pun mengangguk dan tersenyum.


"Terimakasih ci, kamu sangat baik" ucap Nika sambil memeluk suci.


suci pun membalas pelukan itu dan mengusap lembut pundak Nika.


Pelukan itu pun berakhir ketika ada seorang laki laki yang datang dan menepuk pundak suci.

__ADS_1


"Aku duluan ya nik, semoga kamu betah bekerja disini" ucap suci ketika sudah melihat laki laki yang menjemput nya.


Nika pun mengangguk dan tersenyum. Nika memandangi langkah mereka yang telah pergi meninggalkan nya.


"Aku pasti kuat" ucap Nika tersenyum.


Dengan cepat Nika pun membereskan diri dan mulai bekerja di toko kue suci.


ketika toko suci sudah tutup, Nika pun bergegas pulang untuk beristirahat dari hari pertama kerja nya.


sesampainya di rumah, Nika membaringkan tubuh nya di sofa ruang tv.


Nika melirik satu bungkus makanan yang ada di sisinya itu, Nika menghembuskan nafas nya terlebih dahulu sebelum membuka nasi bungkus itu.


"Enak nya makanan hasil keringat ku sendiri" ucap Nika sambil mengelus perut yang kini sudah ter isi nasi bungkus.


Nika pun pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya. setelah selesai Nika pergi ke kamarnya untuk segera tidur. karna sangat merasa lelah, Nika pun tertidur dengan sangat cepat.


paginya dia kembali terbangun karena memiliki tugas sebagai karyawan toko kue. sebelum pergi ke toko, Nika membersihkan rumahnya terlebih dahulu.


Nika pun pergi ke toko dengan perasaan senang. tapi kegembiraan itu lenyap ketika melihat sepasang suami istri yang telah menyakiti nya.


Nika mencoba menahan air matanya ketika bertemu berhadapan dengan laki laki itu, hatinya sangat nyeri bagaikan ada yang ***. tapi Nika tetap tegar, Nika tidak mau terlihat bodoh mengejar laki laki yang sama sekali tidak menginginkan nya.

__ADS_1


sesampainya di toko, Nika mulai membereskan toko itu bersama karyawan toko yang lainnya. Nika pun mulai akrab dengan teman teman barunya itu.


__ADS_2