Hanya Menjadi Simpanan Suamiku

Hanya Menjadi Simpanan Suamiku
Part 48


__ADS_3

"Siapa ini yang datang kesini?" Tanya wanita itu kepada Aldy.


"Ini loh mah, Nika yang waktu itu sering aku ceritain" ucap Aldy mengingatkan mamahnya.


"Ehh Nika??" Ucap wanita itu dan beralih menatap ke arah Nika.


"Hallo Tante" ucap Nika kembali berdiri dan mencium tangan mamahnya Aldy.


"Ayo duduk, Aldy banyak bercerita tentang kamu" ucap Luna yang tak lain adalah mamahnya Aldy.


"Kamu tau? Kamu wanita yang pertama kali Aldy bawa kesini loh" ucap Luna sambil tersenyum.


Nika pun tersenyum, dan sesekali Nika melirik ke arah laki laki yang sedang memandanginya.


"Kamu sudah makan?" Tanya Luna.


"Sudah tante" ucap Nika sambil tersenyum.


"Tapi kalau Tante ajak kamu makan lagi kamu mau?" Tanya Luna lagi dan mengangkat sebelah halisnya.


"Mau dong Tante" ucap Nika sambil tersenyum lebar.


"Dia itu dari dulu makannya banyak mah, jadi dia gak akan keberatan kalau di ajak makan walaupun 1 menit yang lalu dia sudah makan" ucap Aldy sambil tertawa riang.


"Apaan sih!" Ucap Nika dan menatap sinis ke arah Aldy.

__ADS_1


Aldy hanya memasang wajah acuhnya.


"Yaudah, Tante mau masak dulu ya" ucap Luna.


"Aku boleh ikut?" Tanya Nika.


"Jelas boleh dong" ucap Luna sambil merangkul Nika.


Setelah Nika sudah di bawa ke dapur, Nika pun membantu Luna memasak suatu makanan. Luna memiliki asisten rumah tangga, tapi masalah masak untuk keluarga Luna melakukan nya sendiri.


Setelah selesai masak, Luna pun memanggil Aldy untuk segera makan bersamanya.


Suasana di meja makan sangat ceria, bahkan Nika merasakan kehangatan yang sudah lama tidak ia dapatkan.


Setelah sudah selesai makan, Nika pun membatu Luna untuk membereskan bekas makanannya.


"Cowok macam apa ini! Habis makan langsung tidur. Pantes aja dari dulu darah tinggi nya nggak hilang" ucap Nika sambil mendelikan matanya ketika melihat Aldy sudah berada di alam bawah sadarnya.


Nika pun terus memandangi Aldy yang masih tetap tertidur, tapi tatapannya sirna ketika ada seseorang yang menepuk pundaknya.


"Jangan di liatin doang nik, samperin aja" ucap Luna ketika melihat Nika yang tetap berdiri jauh dari Aldy.


"Nggak deh Tan, takut aku ganggu dia" ucap Nika.


"Kamu mau gak ngeliat isi kamar Aldy?" Tanya Luna sambil mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Emang boleh Tan?" Tanya Nika sambil tersenyum lebar.


Luna pun mengangguk kan kepalanya sambil meraih tangan Nika dan membawanya ke kamar Aldy.


Setelah menaiki anak tangga yang begitu banyak, Akhirnya Nika pun berdiri di depan pintu kamar.


"Ini kamar siapa tan?" Tanya Nika heran.


"Ini kamar Aldy" jawab Luna.


"Cih lihat. Bahkan pintu nya pun terdapat tulisan, Orang jelek di larang masuk. receh banget nih orang, Rese nya dari dulu belum ilang ilang juga!" Ucap Nika di dalam hatinya ketika melihat suatu tulisan di depan pintu kamar Aldy.


Pintu kamar pun terbuka, Nika memasuki kamar itu di dampingi oleh Luna. Mata Nika membulat ketika melihat isi kamar Aldy.


Yang terdapat foto Nika di dalamnya, bahkan banyak sekali foto Nika masa SMA dulu di kamar itu.


Nika melihat satu persatu, sampai tatapan nya pun terhenti ketika Nika sudah meraih satu buah gambar yang di lapisi kaca.


"Awalnya Tante ngajak Aldy untuk membeli rumah saja, tapi Aldy malah lebih memilih membangun rumah dari Nol. kamu tahu itu kenapa?" Tanya Luna.


Nika pun hanya mampu terdiam.


"Itu karna rumah ini adalah rumah impian wanita yang dia suka dari dulu, yaitu kamu" ucap Luna lagi.


Mata Nika pun memerah melihat gambar yang sedang ia genggam, gambar itu yang dulu sudah ia lukis. Bahkan terdapat nama Nika di ujung gambar tersebut.

__ADS_1


"Aku bener bener tersentuh Al" ucap batin Nika, yang tanpa di sadari air mata nya pun mulai menetes.


__ADS_2