Hanya Menjadi Simpanan Suamiku

Hanya Menjadi Simpanan Suamiku
Part 45


__ADS_3

Setelah selesai makan, Nika membereskan bekas makanan itu. setelah selesai membereskan, Nika pun kembali duduk menghampiri dua orang itu.


"aku mau ngomong nik, tapi aku harap kamu ngga kenapa kenapa ya setelah aku ngomong ini ke kamu" ucap suci meraih tangan Nika yang hendak duduk di sofa itu.


Nika pun mengangguk dan tersenyum menandakan dia akan baik baik saja walau seperti apapun yang suci dan Adit bicarakan terhadapnya.


"Kamu tau ngga tentang mas Ferdy?" tanya suci


"Tentang Dewi yang sudah meninggal kannya dan merampas semua hartanya?" tanya Nika setelah beberapa saat terdiam.


"Kamu sudah tau?" kali ini Adit angkat bicara.


Nika pun terdiam dan mengangguk.


"Trus kamu tau apa lagi?" tanya suci heran.


"Sudah itu aja, kemarin malam mas Ferdy datang kesini. dia ngajak aku kembali kepadanya, tapi aku tidak mau" ucap Nika lagi.


"Kenapa?" tanya Adit.


"perasaan ku terhadapnya sudah benar benar hilang dari hari penceraian ku, dulu aku nangis karena aku kesel aja. tapi masalah cinta itu sudah hilang, apalagi sekarang. cinta ku terhadapnya benar benar sudah hilang" ucap Nika menjelaskan.


Adit pun terdiam, begitu juga suci.


"Kamu tau gak tentang orang tuanya Ferdy?" tanya Adit.


Nika terdiam dan mengangkat kedua bahunya .

__ADS_1


"orang tuanya Ferdy meninggal sudah seminggu yang lalu" ucap Adit lagi.


Nika pun terkejut dan matanya pun membulat karna Ferdy waktu datang kerumahnya tidak mengatakan hal itu.


"Kenapa?" tanya Nika heran.


"Mereka meninggal karena pesawat yang ia tumpangi itu terjatuh nik" kali ini suci yang berbicara.


Nika pun tetap terdiam, Nika memandangi Adit dan suci secara bergantian.


"Mereka pulang karna perusahaan di luar negeri yang Ferdy miliki pun sudah Dewi rampas, Ferdy benar benar tidak punya apa apa. Dewi hanya memberikan satu rumah sederhana" ucap Adit menjelaskan.


"Rumah seperti ku?" tanya Nika.


Adit pun terdiam dan menggelengkan kepalanya.


mata Nika pun membulat atas apa yang sudah Adit ucapkan terhadapnya.


"ko Dewi sekejam itu sih ci, pantas saja dia membiarkan mas Ferdy membalaskan dendam nya terhadap ku" ucap Nika sambil meneteskan air matanya.


Suci dan Adit pun hanya mampu terdiam atas apa yang Nika ucapkan.


"kasihan sekali mas Ferdy, pasti ini sangat berat baginya" ucap Nika lagi.


suci dan Adit pun lagi lagi hanya bisa terdiam.


"Dia kehilangan sesuatu secara bersamaan ci, sungguh sangat kasihan, dia pasti benar benar lagi butuh seseorang di sampingnya" ucap Nika lagi yang masih tetap menjatuhkan air matanya.

__ADS_1


"Tenang nik, aku selalu dampingi dia ko. dia baik baik saja sekarang, cuma dia butuh waktu aja untuk Nerima semua ini" ucap Adit.


"Tapi kenapa dia kemarin malam tidak menceritakan semua ini ke aku mas? kalau gitu kan aku bisa berpikir lagi terhadap keputusan ku" ucap Nika.


"Ferdy membutuhkanmu, tapi Ferdy tidak mau kamu menikahi nya karna kamu merasa kasihan terhadapnya. karna dari itu, Ferdy hanya menceritakan tentang Dewi saja" ucap Adit.


Nika pun mengangguk dan tersenyum, Nika menghapus sisa air mata yang ada di pipinya.


"Kamu jangan merasa bersalah nik, nggak ada yang bisa memaksakan Masalah hati" ucap suci


Nika pun menghembuskan nafas beratnya, dia pun kembali tersenyum atas ucapan suci itu.


"Kita doakan aja, semoga Ferdy bisa melewati semua ini dengan tegar dan bijak sana" ucap Adit


"Amiinn" ucap Nika dan suci.


"Udah hampir jam 9 nik, aku pamit pulang ya" ucap suci.


Nika pun menganggukinya.


"Aku pamit ya, terimakasih jamuannya" ucap suci tertawa kecil.


Nika pun menjawabnya dengan tatapan sinis.


"Kita pamit ya nik" ucap Adit.


"Hati hati mas apalagi bawa ibu gendut yang satu ini" ucap Nika dan di iringi tawa renyah nya.

__ADS_1


Suci pun membalasnya dengan tatapan yang menyeramkan.


__ADS_2