
"Tante sudah memilihkan banyak wanita untuk Aldy, tapi dia menolaknya dengan alasan dia pasti akan menemukan mu. Dan benar saja, dia menemukan mu sekarang" ucap Luna sambil tersenyum bahagia melihat Nika.
Dengan spontan Nika pun memeluk Luna dengan sangat erat. Tangis Nika pun pecah di pelukan Luna, sampai akhirnya dia terhenti menangis ketika melihat satu foto Nika dan Aldy waktu SMA.
Nika sangat ingat, Nika terpaksa foto bersama Aldy karna itu hari kelulusan waktu dia SMA.
Nika tersenyum mengingat hal itu, karna foto itu ekspresi Nika masih tetap cemberut. Tapi herannya Aldy tetap memasangnya.
"Tante setuju gak kalau Aldy bersama Nika?" Tanya Nika melepaskan pelukannya itu dan menatap Luna dengan penuh ke herannan
"Ya jelas setuju dong sayang. Itu kebahagiaan aldy, mana mungkin Tante ngelarang nya" ucap Luna sambil mengusap lembut rambut Nika.
"Terimakasih Tante" ucap Nika sambil memeluk kembali tubuh Luna.
"Yasudah kita kembali ke bawah yu Tan, takut Aldy tahu aku sudah kesini" ucap Nika melepas kan pelukannya.
"Ayok, lagian dia gak akan keberatan kok, bagai manapun kamar ini akan menjadi milik kamu juga nantinya" ucap Luna dengan senyuman menggoda nya.
Nika pun tersenyum, bahkan kini wajahnya berubah menjadi merah karna malu.
Sesampainya di ruang tamu, Nika dan Luna di sambut oleh Aldy dengan muka bantalnya.
__ADS_1
"Habis dari mana sih kalian?" Tanya Aldy dengan di akhiri dengusan kesal.
"Kita baru saja keliling rumah ini" ucap Nika menyerobot ketika Luna ingin menjawab.
Nika pun membalikkan wajahnya ke arah Luna dan tersenyum sambil mengedipkan matanya.
"Rumahnya sangat bagus, aku jadi betah banget disini" ucap Nika lagi.
Aldy hanya tersenyum dan menatap Luna sambil menaik turunkan halisnya, menandakan bahwa dia berkata perjuangannya tidak sia sia.
Luna pun membalas dengan senyuman hangatnya.
"Kalo lo betah disini, kenapa lo gak tinggal disini saja dan menjadi istri gw selamanya?" Ucap Aldy yang di akhiri senyuman menggodanya.
"Lo mau pulang?" Tanya Aldy.
"Apaan sih Lo, panggilnya Lo Lo Lo terus dari tadi" ucap Nika mendengus kesal.
"Iya iyaaa.. cantikku kamu mau pulang nggak?" Tanya Aldy.
"Jijik gw dengernya" ucap Nika sambil di iringi tawa renyahnya.
__ADS_1
"Nahh, itu Lo nyebut gw, masa gw gak boleh manggil Lo" ucap Aldy sambil melirik tajam ke arah Nika.
"Gw kan manggilnya gw, bukan manggil lo. Jadi ya jelas beda lah" ucap Nika sambil memutar kan bola matanya.
"Iya iya.. terserahh dah" ucap Aldy pasrah.
"Aku pamit dulu ya tan" ucap Nika sambil mencium tangan Luna.
"Ayok!" Ucap Nika ke Aldy.
"Iyaiyaaa, aku nganterin nenek sihir yang satu ini dulu ya mah" ucap Aldy.
"Iya hati hati" ucap Luna sambil tertawa.
Sedangkan Nika hanya menjawab dengan sebuah pukulan yang di layang kan ke arah dada bidang Aldy.
Setelah Nika dan Aldy memasuki mobil, Aldy pun dengan cepat keluar dari wilayah rumahnya itu.
"Gw anterin Lo kemana? rumah Lo masih yang dulu?" tanya Aldy.
"Iya, Lo masih hapal gak?" tanya Nika.
__ADS_1
"Hapal dong, walaupun gw kesana cuma datang untuk ngerjain tugas doang" ucap Aldy.
Nika pun mengangkat bahunya menandakan bodo amat apa yang di ucapkan oleh Aldy.