
"secepat itu kamu ngelupain kenangan kita selama 4 tahun mas" ucap Nika sambil menangis.
Adit yang mendengar ucapan itu pun terkekeh geli.
"Nik... jangan ngebuat aku mengingat lagi semua rasa sakit yang dulu kamu berikan terhadapku" ucap Adit yang sambil menahan tawanya.
"Ko kamu gitu? Emang bener kan? bicara ke aku mas kalau kamu itu gak cinta sama suci dan cintanya sama aku!" ucap Nika setengah teriak.
"Denger ya nik! rasa cinta aku ke kamu itu sudah hilang dari dulu. dan kali ini aku benar benar mencintai suci nik, aku harap kamu Nerima semua kenyataan ini" ucap Adit sambil menggenggam erat tangan Nika.
"Kalo gitu, kenapa kamu mau ketemu sama aku disini?" tanya Nika sambil memberikan sorot mata yang menyedihkan.
"Aku sudah menganggapmu temen aku nik, lagian suci selalu ngingetin aku untuk tidak membenci seseorang dengan berlebihan. lagian karna kamu, aku jadi bisa mendapatkan wanita yang sangat baik. Terimakasih ya nik" ucap Adit sambil memberikan senyuman tulusnya.
Tangis Nika kembali pecah mendengar ucapan dari Adit itu. tangisan dengan penuh sesal, tangisan dengan penuh penderitaan.
Nika mencoba tegar dan menatap kembali laki laki yang ada di depannya.
"Aku harap kamu datang ke pernikahan ku ya nik" ucap Adit memberi tatapan penuh harap.
__ADS_1
Nika mengangguk dan memberi kan senyuman penuh luka.
"Yasudah, aku pamit pulang mas" ucap Nika berdiri dari duduknya.
Adit tersenyum, dan bernafas lega ketika Nika sudah pergi dari hadapannya.
Nika pergi meninggalkan taman itu dan berjalan dengan air mata yang tetap mengalir di pipinya.
"Maafkan aku mas, maaf kan aku" ucap Nika di sepanjang perjalanan nya.
Nika pun pulang menaiki ojek, sesekali Nika mengusap air matanya yang tetap terjatuh di pipinya.
"Apa yang harus aku lakukan? apa aku harus datang ke pernikahan mantan suamiku? rasanya aku sudah tidak sanggup" ucap Nika tetap menangis.
"kamu kuat nik! kamu wanita kuat!" ucap Nika yang mencoba menegarkan dirinya sendiri.
Nika menarik nafas dengan sangat panjang dan membereskan kekacauan kepada dirinya.
"Aku tidak boleh hancur karena laki laki itu! suci saja kuat berarti aku harus lebih kuat!" ucap Nika lagi yang kini beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Nika pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai, Nika pun bersiap siap untuk membuat suatu makanan untuk ia santap sebagai makan malam.
"Besok aku harus nyari kerja, kalo diem dan nangisin laki laki itu terus bagai mana aku akan hidup?" ucap Nika dan segera memakan masakannya.
setelah perutnya ter isi, Nika pun bergegas ke kamarnya untuk segera tidur.
Pagi pagi sekali Nika terbangun untuk segera membereskan rumah nya. Nika mencari pekerjaan ke cafe cafe tapi sialnya tidak ada yang mau menerima nya.
Sampai pada akhirnya setelah beberapa hari Nika mencari cari pekerjaan, Nika pun mampir ke suatu Toko kue. Nika menghembus kan nafas beratnya terlebih dahulu ketika hendak masuk.
Mata Nika membulat ketika melihat seseorang yang ada di toko kue itu.
"Suci?" ucap Nika agak teriak karna terkejut. dengan spontan wanita itu melihat ke arah orang yang memanggil namanya.
"Eh Nika, Ada apa kesini? mau beli kue?" ucap suci menghampiri Nika.
Nika tidak menjawab ucapan suci, bahkan sekarang Nika menundukkan kepalanya karna hendak menangis.
"Kamu kenapa? Ayo duduk dulu" ucap suci menarik lengan Nika agar duduk di kursi yang sudah di sediakan.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya suci lagi ketika tidak mendapat jawaban dari Nika.