Hanya Menjadi Simpanan Suamiku

Hanya Menjadi Simpanan Suamiku
part 4


__ADS_3

"Kamu ngobrol aja dulu sama dia, aku mau mandi dulu" ucap Ferdy


"Baik sayang" Jawab Nika


Ferdy pun pergi meninggalkan suci dan Nika di ruang tamu, ketika Ferdy sedang menaiki anak tangga tiba tiba langkah nya berhenti.


"sayang, nanti kalau suami kamu nelpon bilang aja lagi disini bareng suci" ucap Ferdy dan langsung pergi setelah mendapat jawaban dari Nika, ya walaupun hanya sekedar anggukan.


"Kamu dengarkan apa yang di ucapkan sama mas Ferdy?" tanya Nika Ketus ke suci.


suci hanya mengangguk, walaupun hatinya tetap merasakan amat begitu sakit.


"panjang umur, baru juga di omongin udah nelpon aja" ucap Nika mengambil hp di dalam tas nya.


"Hallo mas" ucap Nika


"Hallo sayang, kamu dimana?" jawab Adit dari sebrang sana.


"Aku habis jalan jalan mas sama suci, kita baru saja dari salon" ucap Nika sambil melirik suci.


"Oh begitu, bagus lah kalo kalian akrab"


"Kamu ngomong aja mas ke sucinya" jawab Nika.

__ADS_1


"kamu harus ingat apa ucapan mas Ferdy tadi!" ucap Nika pelan ke suci sambil menyodorkan hp nya.


"Hallo mas" ucap suci


"Hallo ci, kamu lagi bareng Nika?" tanya Adit.


"iya mas, kita habbbis dari salon" ucap suci.


"yaudah, aku titip Nika ya ci" jawab Adit.


Nika pun langsung merebut hp dari tangannya suci.


"Hallo mas, aku pulangnya malem gapapa kan?" tanya Nika.


setelah panggilannya terputus, suci yang tengah berdiri berhadapan dengan Nika pun terpaksa memberanikan diri untuk membicarakan perasaanya.


"Kamu kan sama sama perempuan nik, dia itu suami aku. kalo kamu ada di posisiku pasti kamu pun sakit nik" ucap suci sambil menangis.


"heh, harus nya Lo tau mas Ferdy ga mungkin menyukai kamu orang kampung! jangan berharap lebih bisa ga?" ucap Nika Ketus


Deg! perkataan Nika menerobos ke perasaan suci, ntah kenapa itu sangat menyakitkan, ya bagaimanapun ga akan ada wanita yang biasa saja ketika di perlakukan seperti itu.


"Gak usah so nangis deh ci! gw mau nyamperin mas Ferdy" ucap Nika sambil meninggalkan suci.

__ADS_1


suci hanya melihat punggung wanita itu, tak tahan dengan hal ini suci pun pergi ke kamarnya.


"apakah aku seburuk ini? Apakah aku setidak layak nya ini mendapat kan sedikit saja kebahagiaan" ucap suci ketika ia sudah berada di dalam kamar dan menguncinya rapat rapat. "Aku tidak mau mempermainkan pernikahan sakral ini, tapi kenapa aku terlibat dalam permainan ini". "pakkk, suci gak kuat" ucap suci menangis sambil sesekali melihat barang yang telah melingkar di jari tangannya.


Nika dan Ferdy pun turun dari lantai atas dan duduk di ruang keluarga


"Kamu kapan cerai sama Adit nik?" tanya Ferdy


"Nanti ya mas sabar, kalo misalnya aku ninggalin mas Adit sekarang bisa bisa aku ga di anggap anak lagi sama papah aku" jawab nika


"Trus kapan nik?" tanya Ferdy


"Tunggu papah aku meninggal mas, lagian kan sekarang dia sudah sakit sakitan mas" jawab Nika


Ferdy hanya mendengus kesal akan jawabannya Nika tersebut.


Nika yang sudah kembali ke rumahnya di antarakan oleh Ferdy. setibanya Ferdy dirumah, ia tidak melihat suci yang biasanya sudah memasak kan sesuatu untuk dirinya.


Ferdy pergi ke kamarnya dan tertidur. setelah pagi, Ferdy pun sudah bersiap siap untuk berangkat bekerja, dan lagi lagi suci yang sudah mempersiapkan sarapan pun harus sia sia karna Ferdy tidak ingin menyentuh sarapannya.


pagi itu seperti biasanya, suci mengantarkan suaminya yang sama sekali Ferdy tidak merasakan keberadaan suci di sampingnya, setiap pagi pun harus merasakan sikap dinginnya Ferdy.


ketika jam menunjukan waktu 11 siang, suci pergi ke cafe untuk makan siang di sana, tentu saja dia hanya makan siang sendirian. suci duduk di pojok kanan dan membelakangi pintu masuk, dia menengok sebentar ketika mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.

__ADS_1


__ADS_2