Hanya Menjadi Simpanan Suamiku

Hanya Menjadi Simpanan Suamiku
part 8


__ADS_3

Sesampai nya di rumah, Ferdy pun terlihat sangat bahagia Ferdy yang dari awal menikah belum pernah makan bersama di rumah, tapi kini ia makan dengan wajahnya yang berseri.


makan malam tanpa ada obrolan sedikit pun, hanya ada suara suara sendok yang beradu dengan piring, Ferdy pergi ke kamar ketika sudah menyelesaikan makanan nya.


"Selamat malam ci" ucap Ferdy ketika langkah nya berhenti.


suci heran dan kebingungan atas perilaku suaminya tersebut yang tiba tiba hangat terhadapnya.


"hey!" ucap Ferdy ketika tidak mendengar jawaban dari suci.


suci bangun dari lamunan nya ketika mendengar ucapan Ferdy yang cukup keras.


"iya?" ucap suci


"Selamat malam cii" ucap ulang Ferdy.


"iya, selamat malam" jawab suci.


setelah mendengar jawaban dari suci, Ferdy pun pergi ke kamar nya dengan muka yang berseri nya tersebut.


ketika melihat suaminya sudah berada di kamarnya, suci bergegas masuk kamar tamu untuk tertidur.


ketika sinar matahari sudah mulai memasuki kamar suci, suci pun bergegas bangun dan menyiapkan sarapan.


pagi yang tidak seperti biasanya, kali ini Ferdy pun ikut sarapan di rumah. setelah sarapan suci memasangkan dasi milik Ferdy dan mengantarkan ferdy ke depan rumahnya.

__ADS_1


"saya berangkat dulu ci" ucap Ferdy menyodorkan tangannya.


suci yang melihatnya pun langsung mengambil dan mencium tangan suaminya tersebut.


"hati-hati mas" ucap suci.


Ferdy tersenyum sambil melambaikan tangannya ketika sudah mau memasuki mobil nya tersebut.


sudah hampir seminggu lebih dari kepergian ayahnya Nika, Ferdy mengajak Nika untuk bertemu di sebuah cafe jam 7 malam.


sepulangnya dari kantor Ferdy pergi ke tempat yang ia janjikan kepada Nika tadi siang, di cafe tersebut belum terdapat wanita itu, dan Ferdy menduduki meja yang sudah ia pesan.


10 menit Ferdy menunggu Nika di cafe tersebut, ketika waktu sudah jam 7:15 malam Nika pun datang menghampiri Ferdy dan duduk di depan nya.


"iya gapapa nik cuma nunggu 15 menit doang ko" jawab Ferdy.


Nika terkekeh mendengar ucapan Ferdy itu.


"kita pesen makan aja dulu ya" ucap Ferdy


Nika mengangguki ucapan Ferdy.


setelah selesai makan Nika ber inisiatif untuk menanyakan sesuatu, karna tidak biasanya dia mengajak dan mau menunggu selama 15 menit.


"ada apa mas kamu ngajak ketemu?" tanya Nika.

__ADS_1


"emang salah kalau aku ngajak ketemu pacarku ini?" tanya Ferdy balik sambil mengangkat sebelah halisnya.


"yaudah" jawab Nika sambil mengangkat bahunya.


"aku mau bicara serius sama kamu" ucap Ferdy menghentikan minumnya.


"tadi katanya gaada apa apa!" jawab Nika memutar kan bola matanya.


"hehe, niiik" tanya Ferdy terbata bata. "kamu kapan cerai sama Adit? kan papah kamu sudah meninggal nik" tanya Ferdy lagi.


"iya mas nanti ya, masalahnya kan aku masih berduka mas" jawab Nika


"Tapi ini sudah seminggu lebih dari papah kamu meninggal nik" ucap Ferdy.


"iya mas tunggu ya" ucap Nika.


ntah kenapa jawaban dan respon Nika membuat Ferdy kesal, Ferdy pergi dari cafe tersebut setelah menyimpan uang di meja cafe untuk membayar pesanan nya.


Ferdy pergi mengendarai mobil dengan cepat, dia sangat kacau sekali.


"apa gw cuma jadi mainan nya dia? apa gw cuma jadi hiburan saja buat dia?" pertanyaan dan pertanyaan ia lontarkan kepada dirinya sendiri sambil memegang kemudi nya dengan erat karna hatinya sangat kacau.


Ferdy mengendarai mobil dengan sangat cepat sampai ia baru tersadar ketika ada mobil yang begitu dekat dengan mobilnya.


Ferdy memutarkan kemudinya untuk menghindari kecelakaan tersebut, tapi sialnya dia malah menabrak pohon di depannya.

__ADS_1


__ADS_2