
Toko kue Suci tutup lebih awal, karna hari ini adalah pernikahan pemilik toko itu, semua karyawan di undang di acara pernikahan nya termasuk juga Nika.
Nika yang awalnya tidak mau menghadiri pernikahan itu pun terpaksa datang untuk hadir bersama karyawan yang lainnya.
Dan mengingat kembali kebaikan suci yang sudah suci berikan terhadapnya.
Setelah selesai berbenah di rumah, Nika pun bersiap siap pergi ke gedung untung menghadiri pernikahan suci dan Adit.
"Dulu itu aku, tapi sekarang kamu bersama di pelaminan bersama wanita lain" ucap Nika di dalam hati ketika mulai memasuki gedung pernikahan nya.
Nika menghembuskan nafas berat ketika mulai mendekati ke arah suci dan Adit.
"Aku pasti kuat, aku pasti bisa melewati ini semua" ucap Nika lagi.
Mata Nika menyapu semua isi ruangan pernikahan itu, sampai matanya terhenti dan senyuman nya mengembang ketika melihat orang yang dia cari.
Teman kerjanya melambaikan tangan meng instruksi agar Nika menghampiri mereka. Dengan senyuman Nika pun melangkah ke arah tempat karyawan Suci berada.
Nika duduk di meja itu bahkan Nika tertawa bahagia. tapi tawanya memudar ketika melihat sepasang pengantin yang baru datang ke acara pernikahan mantan suaminya itu.
Air mata Nika tak terasa kembali menetes melihat suasana itu.
"Mantan suamiku bersama wanita lain" ucap Nika di dalam hatinya sambil mengusap lembut pipinya agar teman teman kerja Nika tidak melihatnya.
__ADS_1
"Kini hanya aku yang menderita atas perbuatan ku yang menjijikan dulu" ucap Nika lagi yang kali ini menundukkan kepalanya sambil meneteskan air mata.
sentuhan tangan yang mendarat di pundak Nika membuat Nika terkejut dan dengan cepat menghapus air matanya.
"Kamu kenapa nik? kamu nangis?" tanya salah satu Teman kerja Nika.
"Ngga kok, aku lagi gak enak badan. aku pulang duluan ya" ucap Nika sambil berdiri dari duduknya.
Dengan cepat Nika menghampiri suci dan Adit untuk berpamitan terlebih dahulu.
"Selamat ya mas, kamu pantas mendapatkan yang terbaik" ucap Nika menepuk pundak Adit.
Mata Nika sudah berubah memerah, Air mata yang berlinang di matanya. Dengan spontan Nika mengangkat kepalanya agar air mata itu terjatuh.
"Maafkan aku Nik, maafkan aku" ucap suci yang di sertai Isak tangisan nya.
"Kamu pantas mendapatkan mas Adit ci. kamu orang baik, mas Adit juga orang baik" ucap Nika membalas pelukan suci.
"Semoga kalian hidup bahagia ya, aku mau pamit pulang" ucap Nika lagi dan melepas pelukannya itu.
"Terimakasih Nik" ucap suci menghapus sisa air mata yang ada di pipinya.
Nika pun tersenyum dengan air mata yang tetap mengalir di pipinya. Nika pergi meninggalkan tempat pengantin baru itu.
__ADS_1
Ketika Nika hendak keluar, langkahnya terhenti ketika Nika berhadapan dengan seseorang yang sudah menyakitinya.
Tanpa penuh dosa atau pun rasa bersalah, Dewi dan Ferdy memberikan tatapan tajam ke arah Nika.
Nika pun membalas tatapan itu tapi dengan penuh senyuman, membuktikan kepada mereka bahwa dirinya itu tidak selemah apa yang mereka pikirkan.
Nika pergi meninggalkan Dewi dan Ferdy yang tetap menatap Nika tajam, Nika keluar dari gedung itu dan bergegas pulang ke rumah.
Perjalanan yang sangat menyedihkan, air matanya tetap terjatuh. menangis karena melihat Adit sudah menikah dengan wanita lain, menangis melihat laki laki yang sudah menyakitinya.
Melihat Ferdy bagi Nika itu sama seperti membuka kembali luka yang sangat dalam.
Sesampainya di rumah, Nika dengan cepat mengurungkan diri di kamarnya.
"Kenapa hanya aku yang menderita? kenapa hanya aku yang merasa sakit seperti ini" ucap Nika sambil menangisi dirinya sendiri.
"Hebatnya aku menghadiri pernikahan mantan suamiku, dan lebih hebatnya lagi bertemu dengan laki laki beristri yang baru saja menyakitiku" ucap Nika yang tetap menangis.
"Aku benci kamu mas! Aku benci!" ucap Nika menekan kan ucapan nya itu.
"Aku benci kamu mass" ucap Nika lagi yang semakin mengeras kan tangisannya.
"Aku butuh papah disini pah" ucap Nika menangis sambil meraih Foto ayahnya dan membenamkan foto itu di dadanya.
__ADS_1