
Nika pun tersenyum dan mengangkat kepalanya agar wajah nya berhadapan dengan ferdy.
Hanya dengan sedikit gerakan, Ferdy pun menempelkan bibirnya kepada bibir Nika. Melumat bibir tebal wanita yang sedang ia dekap.
sampai pada akhirnya mereka pun melepaskan rindu yang sangat amat berat. tapi kini berubah, yang pada awalnya Ferdy yang melakukan kini menjadi Nika yang melakukan nya.
Nika menggenggam erat dada bidang Ferdy yang sudah ia lepaskan kemeja nya, Nika tidak membiarkan Ferdy pergi walaupun hanya untuk sekedar ke kamar mandi.
Setelah rasa rindunya sudah di lampiaskan. Nika pun terdiam memeluk Ferdy tanpa turun dari badannya Ferdy.
"Kenapa kamu begitu ganas nik" ucap Ferdy sambil terkekeh gemas.
Nika tidak menjawab tapi malah membenamkan wajahnya ke dada bidang Ferdy.
"Aku mau ngomong serius mas" ucap Nika yang kembali tidur di sisi Ferdy.
"hmmm" ucap Ferdy sambil memeluk dan menaruh tangannya di dada Nika.
"Kamu kok ngga ajak aku pindah ke rumah kamu waktu itu?" tanya Nika heran.
Nika memukul tangan Ferdy yang berada di dadanya ketika Ferdy menggenggam nya dengan sangat keras.
"Jawab!" ucap Nika Ketus.
__ADS_1
"Gini nik, jadi semenjak aku cerai sama suci dan kamu pergi ke luar negeri. aku ngejual rumah aku itu" ucap Ferdy menjelaskan.
"Kenapa?" Tanya Nika heran.
"Kenapa harus tetap disana sedangkan aku hidup sendiri" ucap Ferdy.
"Dulu kan sebelum kamu nikah sama suci pun kamu di sana sendiri mas" ucap Nika mengingatkan.
"Karna kan waktu itu kamu sering main kerumah ku nik" ucap Ferdy.
Nika pun diam dan mengangguk atas jawaban tersebut.
"apa ada yang di tanyakan lagi?" tanya Ferdy
"Apaan?" tanya Ferdy heran.
"Kamu kenapa menyuruhku meminum pil pencegah kehamilan? kan kita sudah nikah. kamu tidak mau punya anak dari ku mas?" tanya Nika.
"Jika kamu nanti hamil sebelum aku menjelaskan kepada orang tua ku nanti bagai mana nasib nya? aku mau kita punya anak saat kita sudah menikah sah di mata negara ataupun agama" ucap Ferdy menjelaskan.
"Kalau begitu ayo kita nikah secara resmi" ucap Nika.
Tangan Ferdy pun kembali menggenggam erat dada Nika sampai wanita itu meringis kesakitan.
__ADS_1
"Waktunya belum pas sayang, tunggu ya. aku masih bingung bagaimana menceritakan nya kepada orang tuaku, tidak mungkin kan aku menceritakan bahwa aku meninggal kan suci karna aku sudah menyakiti nya dengan cara aku tetap pacaran bersama wanita lain" ucap Ferdy menjelaskan secara rinci agar wanita itu mengerti.
Nika pun terdiam, karna Nika tidak mau orang tuanya Ferdy mengetahui kalau wanita yang pacaran dengan Ferdy saat Ferdy sudah menikah dengan suci itu adalah dirinya sendiri.
setelah memikirkan hal itu, Nika pun memeluk Ferdy dengan sangat erat walaupun tanpa sehelai benang pun.
"Aku mau mandi nik, sedari tadi aku datang kamu terus mendekap ku bahkan membuat diriku kewalahan" ucap Ferdy.
"Kewalahan gimana? kan aku yang melakukan! kamu tidak menyukainya?" tanya Nika mendongak kan kepalanya sambil menatap Ferdy.
"Bukan gitu sayang, aku menyukainya kok. bahkan aku ingin melakukan nya lagi" ucap Ferdy.
Nika mendorong laki laki itu yang hendak menaiki tubuhnya.
"cih, pergi mandi sana!" ucap Nika sambil menarik selimut membuat tubuhnya tertutup.
Ferdy pun terkekeh gemas atas perlakuan wanita nya itu, Ferdy bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Ketika sudah berada di kamar mandi, Ferdy membuka pintu kamar mandi itu dan membuat kepalanya keluar.
"Sayang, ayo kita lakukan disini" ucap Ferdy menggoda.
Nika tidak menjawabnya, bahkan Nika menarik selimutnya itu sampai menutupi wajahnya karna merasa malu.
__ADS_1