
Nika pun tertidur karna terlalu lelah menangis, foto ayahnya tetap berada di dadanya dipeluk dengan erat oleh Nika.
"papah!" Ucap Nika sedikit teriak ketika terbangun dari tidur nya.
Nika melihat ke arah jam, ternyata masih menunjukkan pukul 2 malam. Nika pun kembali tertidur dengan perasaan hatinya yang sangat kacau.
Setelah matahari mulai memasuki ruangan kamar Nika dan menyinari wajah Nika, Nika pun terbangun dari tidurnya. tapi Nika terbangun dengan sedikit terkejut atas apa yang sedang ia mimpikan.
Nika menghembuskan nafas lega ketika sudah terbangun dari mimpinya tersebut. Nika membereskan rambutnya yang sedikit berantakan, setelah selesai dengan urusan rambut. Nika membereskan kamarnya agar terlihat sedikit rapih sebelum Nika meninggalkan kamarnya itu.
Setelah membereskan kamarnya, Nika pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
Nika yang masih memakai gaun bekas semalam dan riasan yang masih menempel di wajahnya.
Air mengalir di tubuh Nika yang disertai tetesan air matanya. Luka yang sudah mulai mengering, kini kembali basah. Hati Nika kembali hancur berkeping keping.
Sesekali Nika menyentuh bagian dadanya yang merasa sangat sakit karena terlalu banyak menangis, menangisi kehidupan nya yang amat menyedihkan.
__ADS_1
Nika mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum keluar dari kamar mandi tersebut.
Hari ini toko suci tutup, jadi Nika bisa bermalas malasan di rumahnya.
Setelah mandi, Nika membuat kan sarapan untuk ia santap pagi ini. Nika membereskan rumahnya ketika perutnya sudah benar benar merasa kenyang.
karna merasa sangat lelah, Nika menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dan segera menyalakan tv untuk menonton acara kesukaannya.
"Apa apaan ini! kok tentang pernikahan Adit dan suci semua" ucap Nika ketus.
"Mentang mentang semalam yang nikah itu pengusaha ternama, jadi acaranya tentang pernikahan semalam, Ucap Nika mendengus kesal.
"Sudahlah itu dulu, sekarang pun aku sedang merasakan sakitnya gimana" ucap nika
Setelah selesai dengan ucapan penuh penyesalan nya, Nika pun mematikan tvnya kembali. Nika menatap ke langit langit rumahnya dengan penuh kesedihan.
"Kenapa aku harus terus terusan larut dalam kesedihan? Sadar nik! Kamu sekarang hidup sendiri, jadi gak usah dramatis deh! Lo harus kuat, Lo harus semangat menjalani hidup" ucap Nika menegarkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Nika pun berdiri dari duduknya dan mengangguk kan kepalanya agar dirinya bisa kembali kuat seperti sediakala.
"Haha aku wanita hebat!" Ucap Nika teriak sambil mengangkat tangannya ke atas.
Nika bernafas lega dan bergegas keluar rumah agar dirinya dapat kembali tenang.
Hari demi hari Nika lewati dengan lapang dada, dan perasaan yang tenang. Kini Nika menjadi sosok wanita tegar, wanita yang menghargai apa itu proses.
Sudah hampir satu tahun Nika hidup sederhana dengan pekerjaan sebagai penjaga toko kue.
Nika bahagia hidup seperti ini, di kelilingi orang orang yang sederhana. Kehidupan Nika saat ini membuat Nika semakin tegar dan tenang atas masalah yang sudah ia hadapi waktu dulu.
Suci sudah mengandung anak Adit, kini kehamilannya sudah menginjak 7 bulan.
Suci dan Nika sekarang sangat akrab, bahkan bisa di bilang mereka benar benar menjadi sahabat.
Setelah Nika pulang dari toko suci seperti biasanya Nika memakan sebungkus nasi kotak di rumahnya.
__ADS_1
Setelah makan dan hendak menyalakan tv di rumahnya, Nika di kejutkan dengan ketukan pintu.