Hanya Menjadi Simpanan Suamiku

Hanya Menjadi Simpanan Suamiku
part 22


__ADS_3

mata suci membulat ketika melihat apa yang ada di depannya "Hahhh dia mengajakku ke taman hiburan?" ucap suci di dalam hati.


suci melihat kiri kanan betapa ramainya suasana di taman hiburan ini, sampai pada akhirnya suci melihat lelaki yang berada di sampingnya. suci terkejut ketika dia melihat laki laki itu sedang menatapnya.


"Mass kamu ko ngajak aku kesini?" tanya suci.


"Mas.. mass" ucap suci lagi ketika tidak mendapati jawaban dan Adit hanya tetap menatapnya.


"masss!" ucap suci kali ini sambil meniup mata Adit agar tidak terus menatapnya.


"ehh i..iya ci?" sepontan menjawab karna merasa terkejut.


"Kamu kok ngajak aku kesini?" tanya suci lagi.


"Kenapa? kamu ga suka?" tanya Adit.


"cihh" suci berdecih ketika mendapatkan jawaban yang sama jika dia menanyakan kenapa mengajak dirinya kesini.


Adit menarik tangan suci ketika Adit sudah menyadari bahwa wanita di sampingnya itu mulai merasa kesal.


suci dan Adit asik bermain di taman hiburan. semua permainan mereka mainkan dari ujung kanan sampai ujung kiri.


mereka begitu dekat sampai Adit dan suci merasakan kenyamanan pada dirinya masing masing.


"Kamu teman yang sangat baik mas" ucap suci sambil memeluk Adit ketika sudah menuruni wahana komedi putar.


Wajah Adit yang awalnya ceria kini berubah menjadi murung ketika mendengar ucapan suci.


"Dia ternyata masih menganggap semua ini hanya perasaan teman dengan teman saja" ucap batin Adit.

__ADS_1


ketika suci melepaskan pelukannya Adit mengatur ekspresi wajahnya agar bisa kelihatan kembali normal walaupun hatinya agak merasa kecewa.


"Kamu puas?" tanya Adit sambil tersenyum.


suci mengangguk dan melayangkan senyuman yang sangat manis


"pliss ci jangan kaya gini" ucap batin Adit.


"Ayo mas pulang, udah jam 7 malam nih" ucap suci.


mereka keasikan bermain sampai lupa kalau hari sudah semakin gelap.


Adit pun mengangguk tanda setuju apa yang di ucapkan suci. mereka kembali keparkiran dan segera menaiki mobil Adit.


"bapak aku pasti cemas kalau tau aku belum pulang jam segini" ucap suci ketika sudah berada di dalam mobil. walaupun ucapan suci pelan tapi Adit masih bisa mendengarnya.


"Tenang ci, aku sudah ngabarin ayah kamu kok kalau kamu lagi bersama aku" ucap Adit.


Adit mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang normal.


"Duk" suara kepala suci terbentur mobil yang tiba tiba berhenti.


"Ada apa mas sampai kamu berhenti mendadak gini?" tanya suci.


Adit tidak menjawabnya dan segera keluar dari mobil.


"dia kok beli makanan yang aku dan bapakku suka?" ucap suci di dalam hati.


"Kamu beli itu untuk apa mas?" tanya suci memastikan saat Adit sudah kembali ke mobil nya.

__ADS_1


"Buat bapak kamu, ini ucapan terimakasih karna sudah mengijinkan anaknya di bawa seharian ini" ucap Adit sambil mengendarai mobilnya.


"Buat aku sih?" tanya suci lagi.


"Kalo kamu mau tinggal minta aja sama ayah kamu" jawab Adit sambil melirik suci.


suci pun mengangguk. setelah sampai di rumah suci Adit bergegas pulang karena ada urusan.


suci masuk kerumahnya dan segera mengunci pintu rumahnya ketika mobil Adit sudah tidak terlihat.


"Adit baik ya, kayanya suka sama kamu ci" ucap putra.


"ngga pak, dia memang baik sama semua orang". jawab suci meyakinkan ayahnya dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Karna merasa lelah, suci pun tertidur ketika sudah membersihkan dirinya itu.


hari dan hari berlalu seperti biasanya. sampai ketika suci pulang mengajar tiba tiba Adit menelponnya, karna merasa heran kenapa dia menelepon pada saat jam kerjanya jadi suci pun mengangkatnya.


"Hallo ci" ucap Adit.


"Iya mas?" ucap suci.


"Kamu sore ada acara gak? aku mau ngajak kamu ke acara pernikahan teman ku, kamu mau yaa" ucap Adit dengan nada memohon.


"Yaudah iya" jawab suci singkat.


"Nanti Jam 7 aku jemput kamu ya" ucap Adit yang terdengar suara tawanya di akhir ucapannya itu.


"Iya" jawab suci dan mematikan telponnya.

__ADS_1


suci kembali menonton tv, beberapa jam kemudian tv yang menonton suci karna suci tertidur tetapi tv nya tetap menyala.


sampai pada akhirnya suci terbangun karena sudah menunjukan pukul 4 sore, suci bergegas memasak untuk dia hidangkan ketika ayahnya pulang.


__ADS_2