
Di sepanjang jalan menuju rumah ayahnya, suci selalu memikirkan bagaimana dia memulai menceritakan masalahnya tersebut.
suci pergi ke rumah ayahnya menggunakan ojek, walaupun Ferdy sudah memberinya mobil tapi suci tidak memakai nya karna menurutnya dia tidak pantas menggunakan nya karna statusnya hanya menjadi simpanan suaminya.
sesampainya di rumah ayahnya, suci dibuat kebingungan atas mobil yang ada di depan rumahnya, karna penasaran siapa yang ada di rumahnya suci pun bergegas cepat dan mengetuk pintu.
tok tok tok
"assalamualaikum pak" ucap suci.
"pak" ucap ulang suci ketika tidak ada sautan dari balik pintu.
" waalaikumsalam" jawab putra
"loh kok kamu kesini ci? ada apa?" ucap putra ketika melihat anaknya di balik pintu.
"suci cuma mampir mau ketemu bapak aja pak" jawab suci sambil memeluk ayahnya
"Yaudah kita masuk dulu aja" ucap putra sambil melepas pelukan suci.
"pak itu mobil siapa?" tanya suci ketika mereka sudah berada di ruang tamu.
"Itu mobil bapak, kemarin di beri oleh atasan bapak. tapi lebih tepatnya mobil kantor sih ci" jawab putra.
__ADS_1
suci hanya mengangguk pertanda mengerti atas ucapan yang ayahnya berikan kepadanya.
"ci, bapak di angkat jadi manager di perusahaan tempat bapak kerja" ucap putra
suci yang mendengar terkejut bahagia. "Alhamdulillah bagus dong pak kalo gitu" ucap Suci
"Tapi bapak yakin ini karna bapak mertua nya Ferdy ci, ya walaupun menurut dia itu karna kinerja bapak baik" ucap putra.
suci pun langsung mengurungkan niat awalnya yang mau menceritakan tentang hubungan pernikahan nya bersama Ferdy, karna suci gak mau ayah nya pun ikut menderita.
"mungkin itu memang karna kinerja bapak pak" ucap suci meyakinkan, walaupun dia tahu kalau ini perbuatan temennya Ferdy dan Ferdy.
Setelah berbicara cukup lama suci berpamitan ke ayahnya karna sebentar lagi putra mau berangkat ke kantor.
❤️❤️❤️❤️❤️
"Hay sayang, kamu sudah nunggu lama ya?" ucap Nika
"ngga kok" ucap Ferdy
"Kamu kenapa ko dingin gitu?" tanya Nika
"Kamu kapan cerai sama Adit nik?" tanya Ferdy
__ADS_1
"kataku juga kan tunggu papah aku meninggal dulu mas" jawab Nika dengan santay.
"katanya kamu cuma menjadikan aku sebagai boneka kamu? trus katanya kamu gak akan ninggalin si Adit nik, apa itu benar?" tanya Ferdy serius.
Nika yang sedang minum pun tersedak karena kaget.
"Kamu kata siapa mas? tanya balik Nika
"Kata suci, dia melihat kamu bersama teman kamu di cafe kemarin" ucap Ferdy
"sial! ternyata kemarin ada suci, dan ternyata dia mendengar semuanya" ucap Nika didalam hati.
"trus kamu lebih percaya ke dia gitu?" tanya Nika
"Soalnya dia berbicara sambil berani bersumpah" ucap Ferdy.
"Enak ya jadi suci, dia cuma bersumpah tapi sudah di percaya oleh kamu" jawab Nika Ketus.
"Bukan gitu sayang" ucap Ferdy
"sudah lah kalo kamu lebih percaya sama dia lebih baik hubungan kita jangan di lanjut!" ucap Nika.
"Jangan nik, pliss! aku sangat mencintai kamu, aku gabisa hidup tanpa kamu nik" ucap Ferdy sambil memohon dan memegang tangan Nika.
__ADS_1
"Terserah lah mas" jawab Nika melepas tangan Ferdy dan mengambil tasnya lalu dia pergi dari cafe tersebut.
Ferdy pun merasa kesal dan bersalah tentang pertanyaan nya tadi, dia merasa bodoh kenapa harus lebih memilih percaya ke wanita kampung itu.