
Tapi Aldy kembali tersenyum dan mencoba membuka kaos yang masih melekat di tubuh Nika.
"Udah mas! Kalo yang ini aku bisa ngebuka sendiri" ucap Nika sambil pergi menuju kamar mandi.
Aldy pun mendengus kesal dan menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa.
Aldy terus menatap ke arah jam dinding dan kesal ketika Nika yang masih belum keluar walaupun sudah setengah jam di dalam kamar mandi.
"Nik kamu ngapain aja sih? Udah setengah 8 nih" ucap aldy sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Bentar nanggung" ucap Nika di dalam sana yang terdengar sedikit teriak.
Tidak lama dari itu Nika pun keluar dari kamar mandi tapi tubuhnya tetap terhalang oleh kimono.
Dengan cepat Aldy menghampiri Nika dan memeluk nya dari belakang.
"Bentar Al, aku pake baju dulu" ucap Nika ketika sudah membuka lemari bajunya.
"Untuk apa pake baju sedangkan nanti masih harus di buka" ucap Aldy yang mampu membuat Nika terdiam dan menghentikan aktivitas tangannya.
Aldy yang tidak mendapatkan jawaban dari Nika pun dengan cepat mengangkat tubuh Nika dan menyimpannya ke atas kasur.
Aldy membantu membuka kimono yang sudah menghalangi tubuh Nika, dan Nika membantu membuka kemeja yang melekat di tubuh Aldy.
Aldy tersenyum melihat tubuh Nika yang tidak sama sekali tertutupi oleh sehelai benang pun.
__ADS_1
Aldy pun menempelkan bibirnya ke leher Nika sampai menyisakan bekas berwarna merah.
Dring dring dring
Aldy pun menghentikan tubuh Nika yang hendak meraih handphone nya.
"Jangan dulu nik, udah tanggung banget" ucap Aldy dan kembali melakukan aktivitas bibirnya.
Nika yang mencoba mengehentikan tubuh Aldy dengan tangannya pun sia sia, Aldy malah meraih tangan Nika dan menyimpannya ke atas.
Dring dring dring suara dari handphone Nika.
Nika yang mau meraih handphone nya pun kembali tidak berhasil karena tangannya yang masih di genggam erat oleh Aldy.
Dring dring dring
Karena merasa ini kesempatan Nika untuk melihat siapa yang sudah menelepon nya dari tadi, Dengan cepat Nika pun meraih handphone nya dan segera mengangkat
"Hallo" ucap Nika.
Aldy pun menghentikan aktivitas nya dan ikut berbaring di sisi Nika ketika mendengar Nika yang sedang berbicara di telepon.
"Hah iya? Kenapa gak dari awal? Aku kesana sekarang!" Ucap Nika sambil menutup telponnya.
Dengan cepat Nika pun berdiri dari tidurnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa? Kok cemas gitu?" Tanya Aldy heran ketika melihat wajah istrinya sangat pucat.
"Ayo Al kerumah sakit! Cepet pake kemeja kamu!" Ucap Nika yang kini meraih satu buah daster di kopernya. Untung saja Nika membawa daster yang sudah ia pake kemarin malam, jadi tidak terlalu kebingungan apa yang harus ia kenakan sekarang.
"Siapa yang sakit nik?" Tanya Aldy sambil bergegas memakai kemeja nya kembali.
Wajah Aldy ikut cemas melihat Nika yang sangat sibuk dan penuh ke khuatir an.
Setelah selesai, Nika pun menarik tangan Aldy agar bisa pergi dengan cepat, di sepanjang jalan Aldy hanya mampu melihat ke arah wajah istrinya yang nampak gusar sambil menggerak gerakan tubuh nya yang tidak karuan.
Sampai akhirnya mereka berada di parkiran pun Nika masih tetap membungkam mulutnya untuk berbicara.
"Nik, plis jawab dulu pertanyaan aku, siapa yang masuk rumah sakit?" Tanya Aldy ketika sudah mengendarai mobilnya.
"Nik!" Suara Aldy yang sedikit keras karna melihat wanita yang di samping nya tetap terdiam.
Dengan spontan Nika pun melihat ke arah Aldy yang masih tetap memasang wajah cemasnya.
"Kamu kenapa? Siapa yang sakit?" Tanya Aldy lagi sambil menatap penuh kelembutan ke arah Nika.
"Ini loh Al.." ucap Nika terhenti.
"Suci lahiran" lanjutnya sambil menelan Saliva nya.
"Astaghfirullah nik, trus kamu kenapa sampe segini nya? Ngehentikan apa yang aku mau lakukan ke kamu waktu tadi" ucap Aldy yang memasang wajah kecewanya.
__ADS_1