
belum sempat suci mengetuk pintu tapi putra sudah membuka pintu tersebut.
"Kemana saja kamu ci?" tanya putra.
suci hanya terdiam mendengar pertanyaan dari ayahnya itu.
"suci kayak nya butuh istirahat deh pak" ucap Adit menghiraukan pertanyaan putra.
"eh iya silahkan masuk" ucap putra.
"saya langsung pulang saja pak soalnya sudah larut dan gak enak sama tetangga" ucap Adit.
"Yasudah kalo gitu makasih ya pak sudah mengantarkan suci pulang, maaf sudah mengganggu bapak" ucap putra, dia tetap memanggil Adit pak karna bagai mana pun Adit adalah bos di perusahaannya.
"Iya, saya pamit assalamualaikum" ucap Adit dan kembali pergi ke mobilnya.
"waalaikumsalam" jawab suci dan putra.
Setelah mobil Adit sudah tidak terlihat suci dan putra masuk lalu mengunci kembali pintu rumahnya.
"suci pamit tidur ya pak, udah ngantuk banget" ucap suci, walaupun dia belum terlalu ngantuk tapi suci memilih mengurung dirinya di kamar karna menghindari pertanyaan interogasi dari ayahnya itu.
belum sempat putra menjawab ucapan suci, suci pun pergi ke kamar dan menguncinya rasa ngantuk nya sudah hilang karena tadi sudah tidur di mobil Adit.
pikiran suci sedang beradu dengan pertanyaan apakah dia masih mencintai Ferdy atau tidak.
__ADS_1
sesekali suci menggelangkan kepalanya ketika dia mengingat kejadian tadi di rumahnya Ferdy.
"Sayangnya kamu berpikir bahwa aku itu Nika. kalau tidak mungkin kejadiannya sudah berubah, mungkin aku merasa semakin berat untuk meninggalkanmu" ucap suci perlahan.
suci menghela napas berat, apakah dia benar harus meninggalkan Ferdy.
Setelah lumayan lama suci perang dengan pikiran dan hatinya suci pun tertidur dan terbangun ketika jam 9.
syukurlah hari ini hari libur, jadi suci tidak perlu ke sekolah untuk mengajar.
suci membereskan rumahnya, mencuci baju dan yang lainnya. itulah kegiatan sehari hari suci dari awal belum menikah sampai sudah menikah, bahkan sampai saat ini sudah mau berpisah dengan suaminya.
ketika suci sudah menyelesaikan pekerjaannya suci membaringkan tubuhnya di kamar karna merasa lelah, suci melihat handphone nya ternyata ada sebuah pesan masuk kepadanya, ternyata itu pesan dari Ferdy.
begitu isi dari pesan ferdy. suci mengernyitkan dahinya karna merasa bingung dari isi pesan tersebut
"emangnya Apa yang harus di bicarakan lagi?" ucapnya.
"Baru saja aku ingin mengajak nya ketemu tapi dia sudah mengajak terlebih dahulu" ucapnya lagi.
"tapi kira kira apa ya yang dia mau bicarakan? apa dia mau memberitahu kapan sidang penceraian nya" ucap nya lagi.
"Ya sudah lah" ucap suci ketika sudah menghentikan kebingungan nya.
Oke mas itu jawaban singkat suci yang suci kirim untuk Ferdy menandakan bahwa suci akan menemuinya.
__ADS_1
suci pergi ke ruang tv untuk menonton tv dan ternyata ada ayahnya yang sedang menonton tv tapi dengan posisi mata nya menutup.
"Kalo tidur tv nya matiin" ucap suci ketus.
"Siapa yang tidur?" tanya putra
"Bapak lah siapa lagi" jawab suci acuh.
"hey! bapak gak tidur, bapak cuma merem aja" ucap putra tidak mau kalah.
suci hanya mengangkat bahunya pertanda bodo amat atas ucapan ayahnya itu, suci duduk di kursi yang dekat dengan ayahnya.
"Kayak nya pak Adit demen deh sama kamu ci" ucap putra yang bangun dari tidurnya, posisi dia sekarang duduk di dekat suci dan menatap putrinya tersebut.
suci hanya fokus ke tv menonton acara kesukaannya.
"hey! kayak nya ada yang lagi jatuh cinta ke dua kalinya nih" ucap ayah suci sambil tersenyum memandangi suci
"Kok kayak ada yang ngomong sih ya?" ucap suci mengangkat sebelah halisnya.
Plak
satu jitakan mendarat di kening suci, walaupun itu tidak keras tapi suci meringis kesakitan ya walaupun tidak sakit.
"Yaampun sekarang jidatku tiba tiba sakit ko bisa ya" ucap suci sambil kabur karena mencegah serangan dari ayahnya yang kedua kalinya.
__ADS_1