
"Eh.. maaf ya mba" ucap Nika sambil tersenyum ketika sudah menyadari akan hal itu.
"Eh duduk dulu ci, Lo jangan berdiri lama gitu" ucap Nika dan menunjuk ke arah kursi di dekatnya.
Suci pun mengangguk dan segera duduk di kursi itu.
"Neng, baju nya kok bisa pas di bibi sih" ucap bi asih sambil ngelihat lihat seluruh baju itu di tubuhnya.
" Iya dong, kan aku ngambil salah satu baju bi asih untuk menjadi contohnya" ucap Nika sambil tertawa.
"Pantes baju bibi ada yang ilang, bibi pikir ada yang nyuri, udah mah waktu itu bibi mikir ada ada aja jaman sekarang gak takut kualat nyuri baju orang tua eh tau nya orang rumah sendiri yang nyuri" ucap bi Asih sambil tertawa dan juga suci bahkan Nika pun ikut tertawa.
"Duduk mba, ini cuma tinggal di kasih mahkota aja" ucap penata busana itu.
Nika pun mengangguk dan segera duduk agar dapat selesai dengan riasan yang sangat lama itu.
"Eh nik, bagus paduan dekorasi sama baju Lo, dekorasi nya warna gold eh gaun Lo warna silver, bener bener cocok" ucap suci tersenyum ke arah Nika.
__ADS_1
"Iya dong, siapa dulu yang nyiapinnya" ucap Nika tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
Suci pun acuh bahkan sampai memutarkan bola matanya ketika melihat perlakuan dari temannya.
Ketika sudah beberapa lama, akhirnya semuanya sudah selesai. Nika yang cantik di baluti oleh gaun berwarna silver beserta mahkota yang ada di kepalanya bagaikan putri dari kerajaan.
Nika sangat gugup ketika melihat waktu yang sudah menunjukkan pukul 08:40 pagi yang menandakan bahwa akad nikah akan segera di laksanakan.
"Ci, gw gugup banget" ucap Nika Sambil menggenggam erat tangan suci.
"Lo tarik napas...." Ucap suci yang dengan cepat di lakukan oleh Nika.
"Eh segera keluarin Nika! Lo bego apa gimana sih" ucap suci sambil tertawa.
"Gila Lo ya ci, hampir aja gw mati karena gak napas" ucap Nika yang kali ini wajah gugup nya mulai menghilang.
Suci pun tertawa, sampai terdengar suara kerumunan orang banyak yang memasuki gedung itu.
__ADS_1
"Sayang, Aldy udah Dateng" ucap Adit ketika sudah menghampiri suci.
"Yasudah kamu di sana aja mas, nanti kita kesana kalau udah saatnya" ucap suci yang di angguki oleh Adit, Adit pun pergi dari ruang rias itu dan segera berjajar ke sana.
Tidak lama dari itu, terdapat suara yang sudah memanggil Nika yang menandakan ijab Qabul benar benar akan segera di laksanakan.
Nika pun berjalan sambil di gandeng oleh Suci dan juga bi Asih melewati karpet merah membelah pengunjung yang hadir di pernikahan nya dan akan menjadi saksi suci sebuah pernikahan.
Nika pun tersenyum dan tetap terus berjalan, walaupun di dalam jiwanya sangat terasa gugup.
Sampai akhirnya Nika pun duduk di samping Aldy, tapi Nika masih tetap terdiam ntah apa yang ada di dalam pikirannya.
Nika menggenggam erat tangannya tapi masih tidak menghilangkan kesan anggunnya di dalam kamera, wajahnya tetap sangat cantik walaupun tubuhnya di baluti dengan kecemasan, kebahagiaan dan kegugupan yang beradu menjadi satu.
Sampai akhirnya terdengar suara SAHHHH dari dua saksi dan di ikuti oleh yang lainnya.
Dengan spontan Nika pun tersenyum lega dan sangat bahagia, Nika mengalihkan tatapannya ke arah laki laki yang ada di sampingnya, Nika meraih tangan Aldy dan segera mencium tangan itu.
__ADS_1