
setelah Nika dan Ferdy selesai makan, Adit mengajak suci pulang terlebih dahulu dan meninggalkan Nika dan Ferdy di cafe itu.
Nika masih terdiam walaupun kedua orang itu sudah pergi meninggalkan nya.
"Kamu nyesel ninggalin dia?" tanya Ferdy ketika melihat wanita yang di sisinya tetap murung.
Nika pun dengan spontan menatap laki laki itu. ketika Nika hendak menjawab, tapi laki laki itu memotong hal yang mau di ucapkan Nika.
"Kamu udah pisah sama dia satu tahun lebih loh Nik, emang itu gak cukup buat kamu ngelupain dia di hidup kamu? bahkan kamu berhubungan serius sama Adit cuma satu tahun kan?" ucap Ferdy dengan menekan semua ucapannya.
"Aku udah ngelupain dia mas, aku cuma kesel aja kalo kamu ketemu suci" ucap Nika menjelaskan.
"Dia aja baik baik saja, lalu kenapa kamu yang kesel? yang lebih banyak nyakitin kan kita nik bukan suci" ucap Ferdy.
Nika pun terdiam dengan apa yang Ferdy ucapkan. karna bagaimana pun apa yang di ucapkan Ferdy itu memang benar adanya.
"sudah mas, itu tidak penting. ayo pulang" ucap Nika menggenggam erat tangan Ferdy.
Ferdy pun mengangguk dan pergi dari cafe itu.
Karna waktu sudah hampir malam, Ferdy pun mengajak Nika ke apartemen nya. Nika menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa di ruang tv.
"Kamu lelah?" tanya Ferdy sambil mengusap lembut rambut Nika.
__ADS_1
Nika pun tersenyum dan tertidur di pangkuan Ferdy.
Setelah waktu sudah menunjukkan tengah malam, Ferdy membawa Nika ke kamar agar wanita itu dapat tidur dengan nyaman.
Setelah Ferdy mencium kening Nika, Ferdy pun ikut terlelap di samping wanita itu dengan tangan yang melingkar di pinggang Nika.
Nika pun terbangun ketika mentari mulai menyinari wajahnya , ketika melihat jam Nika terkejut karna sudah menunjukkan pukul 7 pagi. dia terlambat untuk membuat kan sarapan untuk suaminya.
"Mas bangun! udah jam 7, kamu kan sekarang harus pergi kerja" ucap Nika sambil menggoyangkan tubuh Ferdy.
Karna merasa terganggu, Ferdy pun terbangun dan bergegas duduk.
"Apa?" tanya Nika ketika melihat laki laki itu menyentuk bibirnya.
Nika pun menghampiri Ferdy yang memberi instruksi untuk segera menghampiri nya, walaupun hanya sekedar menepuk kasur yang ada di depannya.
"Ciuman pagi ini mana?" ucap Ferdy sambil menyentuh bibirnya.
Nika pun tersenyum dan menempelkan bibir miliknya kepada bibir Ferdy. Setelah itu, ketika Nika hendak beranjak dari duduknya. tiba tiba terhenti karena kaki Ferdy yang menjulur menaiki paha Nika.
"kok hanya gitu?" gumam Ferdy sambil menyipitkan matanya.
"Trus harus gimana?" tanya Nika heran.
__ADS_1
dengan cepat Ferdy pun menarik lengan Nika dan menyentuh rambutnya agar ciuman itu terasa semakin dalam. cukup lama Ferdy melumat bibir Nika dengan penuh kehangatan dan penuh ke lembutan.
Tapi ciuman itu terhenti ketika Nika mendorong laki laki itu.
"Sudah siang mas, bisa bisa kamu telat ke kantor" ucap Nika.
"Cepet mandi!" ucap Nika sambil menarik tangan Ferdy ketika tidak mendapat jawaban sedikit pun.
"Aku ingin mandi bersamamu" ucap Ferdy.
"ngga mas, kamu duluan aja. aku mau masak sarapan untuk kamu" ucap Nika mencoba membebaskan dirinya dari ancaman yang Ferdy buat.
"tidak!" ucap Ferdy teriak. "Semalam aku belum memakan tubuhmu karna kamu sudah terlebih dahulu tidur" ucap Ferdy kesal.
"Iya nanti malam saja ya, sekarang kamu bisa bisa terlambat ke kantor" ucap Nika kembali mencoba menghindari kenikmatan pagi yang akan Ferdy lakukan.
"Aku mau sekarang!" ucap Ferdy sambil menggendong tubuh Nika dan membawanya ke kamar mandi.
"kenapa kesini? Kenapa tidak di tempat tidur?" tanya Nika sambil memukul dada bidang Ferdy.
"Aku ingin mencoba sensasi baru" ucap Ferdy dengan di sertai tawa liciknya.
Nika hanya menjawab dengan dengusan kesal. setelah sampai di kamar mandi, Ferdy menurunkan tubuh Nika dan membuka baju yang sedang Nika pakai.
__ADS_1
"Mass..." ucap Nika.
"agar nanti kita bisa langsung mandi" jawab Ferdy yang sudah mengetahui apa yang akan Nika ucapkan.