
dan ini merupakan kesekian kalinya Adit mampir kerumah suci, tapi kalo pagi pagi gini ini baru pertama kalinya karna itu suci kaget atas kedatangan Adit.
suci membawakan segelas teh manis untuk Adit dan duduk di kursi yang berbeda dengan Adit.
"Ko jauh?, sini deketan! aku ga akan macem macem kali ci" ucap Adit.
tanpa menjawab suci pun berpindah tempat duduk, kini suci persis di samping nya Adit tapi masih ada jarak di antara mereka.
"Ada apa mas, tumben pagi pagi kesini?" tanya suci heran.
"emangnya gaboleh?" tanya Adit balik.
"Seenggaknya jawab dulu pertanyaan aku mas!" ucap suci kesal.
"Iyaiya aku cuma mau nganter kamu ngajar ke sekolah aja" ucap Adit sambil meraih teh di depannya dan meminumnya.
suci hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Yaudah aku siap siap dulu mas" ucap suci ketika sudah beberapa menit terdiam.
Adit tidak menjawab nya, dia malah fokus ke hpnya
"haha ternyata selama tiga bulan dia di luar negeri dia baru mendapatkan pekerjaan" ucap batin Adit ketika mendapatkan sebuah pesan dari seseorang.
walaupun sudah 5 bulan lebih berpisah dengan Nika, Adit masih tetap memantau kehidupan Nika. jelas saja Adit masih belum seutuhnya melupakan sosok wanita yang sudah 4 tahun lebih bersamanya walaupun pada akhirnya Nika menyakitinya.
__ADS_1
"Ayo mas" ucap suci ketika sudah keluar dari kamarnya.
Adit mengangguk dan berpamitan kepada ayah suci.
"Hati hati ya" ucap putra kepada keduanya.
Adit menjawabnya dengan klakson 2 kali tanda mengiyakan.
"Kamu pulang jam berapa?" ucap Adit menghentikan keheningan di dalam mobilnya.
"Jangan ngejemput aku mas" ucap suci.
"Cih, siapa juga yang akan jemput kamu, saya cuma nanya aja" ucap Adit berdecih.
"siang" ucap suci ketus karna merasa kesal atas jawaban Adit.
suci kembali diam di mobil sampai pada akhirnya mereka sampai di depan sekolahan tempat suci mengajar.
"Gaada niat buat bukain pintu aku gitu?" tanya suci sambil melirik sinis kepada Adit.
"Buka aja sendiri, punya tangan kan?" jawab Adit sambil tertawa.
suci hanya menjawabnya dengan dengusan kesal, sekarang suci sudah tidak sungkan lagi sama Adit karna mereka sudah sering bersama bahkan Adit yang sudah sering membuat suci kesal.
suci turun dari mobil itu dan segera menutup pintu mobilnya.
__ADS_1
"Makasih ya" ucap suci sambil tersenyum penuh paksaan.
Adit hanya menjawabnya dengan senyuman dan bergegas pergi ke kantor.
sesampainya di kantor Adit di kejutkan dengan sebuah undangan pernikahan dan Adit tersenyum melihatnya.
Adit bekerja keras sampai dia lupa bahwa ini sudah siang. Adit pergi dari kantor dan bergegas menjemput suci.
setibanya di sekolahhan itu, Adit melihat suci yang sedang duduk menunggu angkutan umum.
Adit turun dari mobil dan menghampiri suci.
"Ayo pulang" ucap Adit.
"Dih katanya kamu gak akan jemput aku!" ucap suci ketus.
"Kapan? siapa yang bilang?" tanya Adit heran.
"Tadi pagi waktu di jalan kamu nganterin aku kesini" ucap suci mengingatkan kepada Adit.
setelah diam dan mengingat sejenak akhirnya Adit mengingatnya.
"Aku kan bilang nya siapa juga yang akan jemput kamu, bukan bilang aku ga akan jemput kamu kan?" ucap Adit menekan kan intonasinya.
suci terdiam dan mencerna semua ucapan Adit.
__ADS_1
"benar juga ya, kenapa aku tidak fokus gini sih. lagian dia bener bener sangat licik" ucap batin suci sambil melirik tajam kenapa Adit.