
Paginya Nika terbangun, pikiran Nika masih tertuju ke Ferdy.
Tapi dengan seketika Lamunannya memudar ketika mendapati Suara dari jam weker, menandakan bahwa dia harus segera membersihkan diri.
Nika pun terbangun dari duduknya dan bergegas ke kamar mandi.
Nika pergi ke toko tempat dia kerja dengan memasang wajah yang tidak biasa, wajah penuh kecemasan terhadap laki laki yang datang ke rumahnya semalam.
Sesampai nya di toko, Nika dengan cekatan langsung membersihkan toko itu dan mempersiapkan semuanya.
"Hay nik" ucap suci menghampiri Nika.
"Eh ci" ucap Nika membalikkan badannya agar berhadapan dengan suci.
"Rajin bener, masih pagi banget padahal" ucap suci sambil di iringi tawa renyah nya.
Nika tidak menjawabnya tapi Nika malah ikut tertawa bersama suci.
"Ehhh ibu hamil gak boleh terlalu lama berdiri" ucap Nika meraih tangan suci dan menarik satu kursi agar suci dapat segera duduk.
"Haha lebay kamu nik" ucap suci sambil menepuk pundak Nika.
__ADS_1
Nika pun kembali tertawa atas perlakuan ibu hamil yang satu ini.
Tapi tiba tiba wajah ceria Nika pudar ketika mengingat situasi saat Ferdy datang ke rumahnya malam malam.
"Kamu kenapa nik?" Tanya suci ketika melihat Wajah Nika mulai agak murung.
Nika pun terdiam sejenak. Nika berfikir apakah dia harus bercerita tentang hal itu kepada suci atau tidak.
"Heh Nik!" Ucap suci mengeras sambil menggoyangkan tubuh Nika yang masih tetap terdiam.
"Eh iya ci?" Jawab Nika memasang wajah terkejut nya.
"Kamu kenapa?" Tanya suci lagi.
Suci pun mengangguk dan mengangkat pundaknya, walaupun suci tau kalau ada yang sedang Nika pikirkan, tapi suci ngerti kalau Nika belum bisa menceritakan itu kepada nya.
"Yasudah aku mulai kerja ya ci, kamu jangan terlalu cape! kalau kamu kenapa kenapa nanti aku yang kena semprot oleh suami kamu" ucap Nika yang di akhiri wajah murungnya.
suci lagi lagi hanya bisa menjawab dengan sebuah gerakannya, suci tersenyum dan mengangkat kedua halisnya ke atas dan ke bawah. menandakan bahwa suci akan menuruti apa yang Nika ucap kan terhadapnya.
Suci memperhatikan apa yang Nika kerja kan, tentang gerak geriknya dan juga perlakuannya terhadap karyawan yang lainnya. Suci pun sangat kagum dan bahagia melihat perubahan Nika selama ini.
__ADS_1
Dan akhirnya matahari sudah terbenam, menandakan sebentar lagi toko suci akan tutup. Sebetulnya Nika sedih ketika harus meninggalkan toko suci walaupun paginya akan kembali lagi ke toko itu.
Bagi Nika, di toko suci lah Nika merasa memiliki banyak teman dan keluarga baru, Nika bahagia jika bekerja di toko suci. oleh karena itu, setiap pagi wajah Nika selalu ceria dan di sore hari wajah Nika berubah murung.
bruk
Nika menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.
"Hai Dunia sepiku, apakah kau merindukanku?" ucap Nika mendengus kesal.
Nika menghembuskan nafas beratnya dan bergegas berdiri dari tidurnya.
"Setidaknya aku pernah merasa bahagia di hari hariku, ya walaupun hanya di waktu siang" ucap Nika lagi dan bergegas pergi ke kamar mandi.
Setelah Nika mandi, Nika pun menyantap nasi kotak yang sudah ia bawa sewaktu pulang dari toko suci.
"Kenyangnya" ucap Nika tersenyum dan mengelus ngelus perut kembung karna makanan itu.
tok tok tok
suara orang yang mengetuk pintu, Nika pun melirik jam dinding nya.
__ADS_1
"Untung baru jam 7. kalo ngga, gak akan gw bukain pintu tuh orang! lagian ganggu aja gw lagi enak enak nikmatin malam yang sepi ini" ucap Nika dan bergegas membuka kan pintu nya.