
"Malam malam gini siapa yang bertamu sih, benar benar gak tahu waktu!" Ucap Nika sambil mendengus kesal.
Mata Nika membulat ketika sudah membukakan pintu rumahnya, Nika melihat laki laki yang amat sangat kacau, laki laki yang sama sekali tidak terlihat keren, bahkan matanya terlihat sudah menangis parah.
"Mas Ferdy?" Ucap Nika heran.
"Ada apa kamu kesini malam malam?" Tanya Nika lagi yang masih belum mendapatkan jawaban dari Ferdy.
"Apa aku boleh berbicara sebentar dengan mu nik?" Tanya Ferdy dengan nada suara seraknya.
Nika pun mengangguk dan menyilahkan Ferdy masuk, Nika pergi ke dapur untuk membuat kan minuman hangat untuk Ferdy.
Setelah selesai, Nika menyimpan minuman itu di atas meja, Nika duduk benar benar tidak berdekatan dengan Ferdy.
"Kamu kenapa?" Tanya Nika lagi.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Nika, Ferdy malah berlutut di hadapan Nika sambil menangis.
Nika terkejut heran melihat laki laki itu yang tiba tiba berlutut di hadapannya.
"maaf kan aku nik, maafkan aku" ucap Ferdy sambil menangis.
"Dia nik, dia.." ucap Ferdy terhenti.
__ADS_1
"Dia menikahi ku karna hartaku, dan kini semua hartaku di rebut olehnya" ucap Ferdy lagi sambil menangis dan tetap berlutut di hadapan Nika.
Nika tidak menjawab ucapan Ferdy, bahkan Nika hanya memasang muka heran dengan apa yang Ferdy ucapkan.
"Dia Dewi nik, dia merampas semua harta ku" ucap Ferdy lagi.
"Dewi?" Tanya Nika dengan raut wajah heran.
Ferdy pun mengangguk sambil menangis.
"Duduk mas, jangan seperti ini" ucap Nika meraih pundak Ferdy agar dapat kembali duduk di sofa.
Ferdy pun menurutinya dan bergegas duduk seperti apa yang Nika perintahkan.
"Sabar mas" ucap Nika mengelus lembut tangan Ferdy.
Ferdy pun menerima nya dan segera meminum teh yang sudah Nika berikan terhadapnya.
"Maaf kan aku nik" ucap Ferdy lagi.
"Maaf untuk apa?" Tanya Nika dengan penuh senyuman.
"Atas apa yang aku lakukan terhadap mu dulu, yang sudah membohongi mu, yang sudah menyakiti mu, bahkan menyampakkan mu" ucap Ferdy menjelaskan.
__ADS_1
Nika terdiam dan tersenyum ketika mendengar ucapan dari Ferdy.
"Aku memang tidak pantas untuk di maafkan nik" ucap Ferdy lagi sambil menangis.
"Tidak mas, aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu menyadarinya" ucap Nika memberikan senyuman hangatnya ke Ferdy.
"Aku mau kita kembali seperti dulu, memulai semuanya dari awal nik" ucap Ferdy meraih tangan Nika dan menatap Nika penuh harap.
Nika tersenyum tulus, Nika pun membalas menatap Ferdy.
"Maafkan aku mas, aku tidak mau jatuh ke lubang yang sama" ucap Nika tersenyum.
"Aku janji tidak akan melakukan kesalahan yang sama nik" ucap Ferdy.
"Aku bener bener minta maaf mas, aku ngga bisa. Aku masih butuh waktu untuk sendiri" ucap Nika yang masih dengan senyumannya.
Ferdy pun menekuk wajahnya, dan melepaskan genggaman tangannya itu.
"Sudah malam mas, aku mau tidur ya" ucap Nika tersenyum sambil memasang wajah bersalahnya.
Ferdy pun berdiri dari duduknya dan mencoba untuk tersenyum tegar di hadapan Nika.
"Yasudah aku pergi ya nik" ucap Ferdy dan dengan cepat meninggalkan rumah Nika.
__ADS_1
Nika terdiam, setelah Ferdy tidak terlihat lagi. Nika pun bergegas menutup pintu rumahnya dan segera menguncinya.
Nika pun bernapas lega ketika Ferdy sudah pergi dari rumahnya. Nika segera pergi ke kamarnya untuk tidur karna besok dia kembali bekerja di toko kue suci.