
"Jadi gini.. " ucap Dewi terhenti yang tak lain adalah istri sah dari Ferdy.
"Kamu aja yang ngomong mas" ucap Dewi lagi sambil menyenggol tubuh Ferdy.
"Maaf nik sebelumnya" ucap Ferdy terhenti.
"Gak usah minta maaf sama wanita murahan itu!" ucap Dewi memotong ucapan Ferdy.
Deg!!
"Bahkan dia berbicara seperti apa yang dulu aku ucapkan terhadap suci" ucap Nika di dalam hatinya.
"Sebenernya aku nikah sama Dewi setelah tiga bulan dari penceraian aku sama suci. Dia temen waktu aku masih kuliah, bahkan ketika aku sedang kacau pun hanya dia yang ngedukung aku dan membuat aku tegar seperti sekarang ini" ucap Ferdy sambil mencium lembut kening Dewi.
"Cih" ucap suci di dalam hati sambil mendelik kan matanya ketika melihat pemandangan yang ada di depannya.
"Suci sama Adit pun datang kok, mereka tahu semuanya. karna dari itu mereka baik baik saja ketika aku membawamu ke hadapan mereka, aku membuktikan kepada mereka bahwa wanita seperti kamu itu bisa aku dapatkan" ucap Ferdy dan di iringi tawa renyahnya yang di susul oleh tawa Dewi juga.
wajah Nika kembali memerah karena kesal atas kelakuan dari orang itu.
__ADS_1
"Aku talak kamu Nik!" ucap Ferdy tegas.
Hati Nika kembali terenyuh, air matanya pun kembali jatuh. Nika tidak menjawab satu kata pun dari ucapan Ferdy, Nika hanya memberikan wajah kesal kepada 2 orang Tidak punya hati itu.
"Tenang nik, kita gak sejahat itu kok" ucap Dewi terhenti.
"Kita membeli kembali rumah ayah kamu. jadi kamu bisa tinggal di sana dan meninggalkan apartemen ini" ucap Dewi sambil menatap sinis ke arah Nika.
"Tapi jangan harap kamu bisa membawa setengah harta dari mas Ferdy! soalnya perjanjian yang kamu tanda tangani waktu kamu menikah dengan mas Ferdy itu mengatakan bahwa kamu hanya dapat membawa apa yang kami perbolehkan" ucap Dewi yang di akhiri dengan tawa kerasnya.
"Hah jadi berkas yang aku tanda tangani waktu aku menikah itu tentang hal ini? kenapa aku sebodoh itu tidak membacanya terlebih dahulu!" ucap batin Nika yang tak henti sambil meneteskan air matanya.
Nika pun beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar untuk segera membereskan baju dan perlengkapan nya.
Setelah selesai Nika pun pergi dari kamar dan hendak keluar dari apartemen itu.
"Tunggu!" ucap Ferdy yang dengan spontan Nika pun terhenti dari langkahnya.
Ferdy menghampiri Nika dan memberikan kunci rumahnya tersebut ke genggaman tangan Nika.
__ADS_1
Setelah Ferdy selesai memberikan kunci tersebut, Dewi pun ikut menghampiri Nika dan melemparkan sebuah amplop yang berisi uang.
"Pergi dari sini dan jangan sesekali kamu datang apalagi mengganggu rumah tangga kami!" ucap Dewi sambil mendorong Nika keluar agar cepat cepat tidak ada di hadapannya lagi.
Nika pun sempoyongan karna dorongan Dewi itu, tapi Nika kuat. Nika tidak terjatuh dari perilaku yang Dewi berikan terhadap nya, bahkan dari tadi mereka bicara Nika tidak menjawab nya sedikitpun.
Nika pergi dari apartemen itu meninggal kan lorong lorong yang sering Nika lewati bersama Ferdy dulu. Ketika pintu lift terbuka, Nika bergegas keluar dan pergi dari gedung itu dengan segala Isak tangisannya.
Nika pergi menemui makam ayahnya terlebih dahulu. setelah Nika sampai di makam ayahnya, tiba tiba tubuh Nika terjatuh karena tidak kuat menahan kakinya lagi.
Dengan cepat Nika memeluk batu nisan ayahnya dengan tangisan yang ia berikan.
"papah Nika datang menemui papah" ucap Nika menangis yang masih tidak melepaskan pelukannya itu.
"Maafkan Nika yang baru pertama kali mendatangi makam papah dari semenjak papah meninggal" ucap Nika lagi.
"Pah.. Nika rindu, Nika ingin papah ada disini dan memeluk Nika" ucap Nika dengan Isak tangisan nya.
"Ferdy sangat kejam pah, Ferdy sangat tidak punya hati" ucap Nika lagi.
__ADS_1
"Tidak ada laki laki yang sebaik dan setulus papah, tidak ada laki laki yang menyayangi Nika lagi pah" ucap Nika yang kali ini tangisannya lebih mengeras.