
suci pun memasuki gedung tersebut dengan posisi tangannya di gandeng oleh Adit.
tidak sedikit orang yang menatap heran dari datangnya tamu yang baru datang ini. tapi tidak ada yang berani angkat bicara karna mengingat Adit adalah nama yang paling atas di setiap setiap perusahaan.
sampai mereka pun tiba di salah satu tempat yang sudah terdapat nama Adit. pengantin laki laki itu datang menghampiri mereka yang tak lain adalah sahabatnya Adit dari dulu.
"Syukur deh lu datang dit. tapi gw gak pernah ngira kalau lu mau datang sama suci" ucap temannya tersebut.
suci hanya tersenyum begitu pun Adit yang sekarang mengganti posisi lengannya yang awalnya menggandeng lengan suci kini meletakan tangannya di pinggang wanita cantik di sebelah nya itu.
"Silahkan duduk dit, nikmati pesta ini ya" ucap temannya lagi.
"Siap" ucap Adit dan mempersilahkan suci duduk terlebih dahulu.
acara demi acara terlewati sampai akhirnya Adit menarik tangan suci agar bisa ikut berdansa dengan nya.
__ADS_1
ketika mereka sudah berhadapan, suci meletakkan tangannya di dada Adit dan Adit meletakkan kedua tangannya di pinggang suci. tatapannya bertemu, kini mereka saling menatap tanpa melihat orang yang berada di sekitarnya.
Adit yang sangat terpesona akan kecantikan dan ke anggunan suci begitupun suci yang sangat terpesona akan ke gantengan Adit.
Adit menarik tubuh suci yang kini menjadi sangat dekat dengan tubuhnya sampai tidak ada cela sedikit pun dari mereka.
wajah suci berubah memerah ketika kini wajahnya yang sangat begitu dekat dengan lelaki tampan di depannya itu. suci memalingkan wajahnya dan mendekap di dada bidang Adit, karna suci tidak mau Adit melihat wajah suci yang berubah menjadi merah.
deg deg deg "Kenapa jantungku ini, kenapa sepertinya ada yang sedang lari maraton di dadaku" ucap suci di dalam hatinya.
suci semakin mendekap di dada Adit, sampai saat ini tangan suci pun berganti posisi menjadi berada di punggung laki laki itu.
sampai mereka pun tersadar ketika melihat orang yang di sekitarnya sedang memperhatikan mereka, dengan cepat suci melepaskan tangannya itu dan berbalik untuk duduk di tempatnya tadi.
Adit hanya tersenyum melihat kelakuan wanita yang ada di depannya, Adit menyentuh dadanya yang sempat suci jadikan sandaran.
__ADS_1
"Aku menyukai nya ci, andai saja aku bisa menghentikan waktu saat itu. maka kan ku hentikan selama lamanya agar aku tetap berada di pelukanmu" ucap Adit di dalam hati sambil memejamkan matanya dan tersenyum bahagia.
setelah Adit puas menikmati bekas pelukan suci itu, Adit pun menghampiri suci yang sudah dari tadi menunggunya di tempat duduk itu.
"Lama banget mas, udah dari mana?" ucap suci ketika melihat Adit yang hendak duduk di depannya.
"Maaf tadi sudah menemui teman ku waktu sekolah" ucap Adit meyakinkan suci.
"untung saja tuh orang tidak melihat kelakuanku yang tetap mematung di tempat tadi" ucap Adit di dalam hatinya.
"Kamu sudah mau pulang ci?" tanya Adit ketika melihat wanita di depannya itu sudah mulai bosan.
"Ngga kok mas" ucap suci yang tidak mau mengganggu acara nya Adit.
Adit hanya tersenyum, Adit tahu kalau suci sekarang sedang bosan di acara ini.
__ADS_1
Adit menggeser kursinya yang kini menjadi berada dekat di sisi suci. tangan Adit merangkul suci dan yang sebelahnya lagi menggenggam tangan suci.
suci pun terkejut atas kelakuan laki laki itu, suci menengok ke arah tangan Adit yang kini berada di bahunya dan wajahnya terhenti ketika melihat laki laki yang berada di sisinya. tapi tanpa merasa salah Adit tetap memandang orang orang di sekitarnya tanpa melihat wanita yang sedang ia kurung oleh lengannya.