
Setelah telpon nya mati suci mengecek handphone nya dan benar saja ada 30 panggilan tidak terjawab, suci mengirim pesan kepada ayahnya agar ayahnya tidak terlalu khuatir terhadap suci.
suci berjalan sambil menangis dan dia mampir ke warung untuk menunggu Adit.
"Bu permisi, boleh kah saya numpang nunggu disini?" tanya suci ke penjaga warung.
"Silahkan neng" jawab penjaga warung itu.
Penjaga warung itu terus menatap dan memperhatikan suci yang dari tadi menangis.
Penjaga warung itu ingin menanyakan keadaan suci tapi dia mengurungkan niatnya karena merasa tidak enak.
karna merasa kasihan penjaga warung itu memberi kan segelas teh hangat kepada suci.
"Maaf ya Bu jadi ngerepotin ibu" ucap suci ketika sudah menerima segelas teh dari penjaga warung itu.
"ngga kok neng, Neng mau pulang atau gimana?" tanya penjaga warung.
"Iya Bu, ini lagi nunggu temen saya ngejemput" jawab suci.
Penjaga warung itu mengangguk tanda mengerti.
tak lama dari itu Adit datang dan turun dari mobil ketika melihat suci yang sedang duduk di warung pinggir jalan.
ketika suci melihat Adit turun dari mobil suci langsung datang dan memeluk Adit sambil menangis.
"Kamu kenapa?" Tanya Adit.
__ADS_1
"Ngga mas, aku hanya kecapean" ucap suci berbohong karna suci tidak mau kalau Adit mengetahui apa yang mau Ferdy lakukan terhadap nya. kalau Adit tahu pasti Adit akan memberitahu ayahnya, itulah yang ada di pikiran suci.
"Yasudah ayo aku antar pulang, ayah kamu cemas nungguin kamu" ucap Adit.
suci pun mengangguk dan melepaskan pelukannya itu.
"Terimakasih Bu sudah mengijinkan teman saya untuk nunggu disini" ucap Adit kepada penjaga warung itu.
"Iya sama sama" jawab penjaga warung itu sambil tersenyum.
"makasih ya Bu" ucap suci dan memberikan senyuman manisnya.
penjaga warung itu menjawab dengan anggukan dan senyumannya.
setelah itu suci pergi menaiki mobil Adit ketika Adit sudah membuka kan pintu untuknya.
"Kamu bener gak kenapa kenapa ci?" tanya Adit Ketika Adit melihat suci tidak bisa diam dan wajah nya memerah.
"hah kenapa? emang aku kenapa mas?" tanya balik suci
"Itu kok kamu jadi gak bisa diem gitu baru tau aku kamu kaya kitu" ucap Adit dan tertawa terbahak bahak.
wajah suci kembali memerah bahkan kali ini sangat merah.
"kamu mengingat soal tadi kamu meluk aku tiba tiba ci? apa jangan jangan kamu kembali membayang kannya?" tanya Adit dan kembali tertawa.
"Dihh apasih mas, ngga ya!" ucap suci memalingkan wajahnya karna malu.
__ADS_1
ketika Adit sudah resmi bercerai dengan Nika, mereka semakin akrab. tapi suci hanya menganggap Adit itu sebagai temannya tapi gak tau Adit juga berpikir seperti itu atau tidak.
suci tertidur di perjalanan sampai dia tidak menyadari bahwa mobil nya sudah berhenti.
"Bangun ci sudah sampai depan rumah kamu nih" ucap Adit menggoyangkan badan suci.
suci tidak terbangun, bahkan dia hanya membenarkan posisi tidurnya agar terasa lebih nyaman lagi.
Adit menghela nafas dan keluar dari mobil untuk membuka kan pintu di sebelah suci, ketika Adit sudah membuka kan pintu mobilnya dia melihat wajah suci yang sedang tertidur pulas.
"Dia cantik tapi kenapa Ferdy menyakitinya" ucap Adit dengan suara pelan karna takut suci mendengarnya.
"Ci bangun!" ucap Adit lagi, kali ini Adit menekan nekan pipi suci.
tapi suci masih tidak bangun dari tidurnya, andai saja suci sudah resmi bercerai dengan Ferdy mungkin Adit berani untuk membawa suci yang tertidur ke rumahnya.
"Kamu mau aku gendong di belakang apa di depan seperti ala ala pengantin baru?" ucap Adit di telinga suci yang terdengar sangat menggoda.
suci pun langsung terbangun dari tidurnya dan mendorong lelaki yang sedang berada dekat disisinya sampai kepalanya terbentur dengan pintu mobil.
"Ya ampun sakit ci" ucap Adit sambil mengelus kepalanya.
"Maaf mas, aku kira siapa" ucap suci dengan memasang muka bersalahnya.
"siapa, siapa! kamu kan tidur di mobil aku, emang kamu pikir aku siapa?" ucap Adit menggerutu.
suci hanya terdiam dan bergegas keluar dari mobil adit. jelas saja suci pikir itu Ferdy yang mau melakukan macam macam terhadapnya.
__ADS_1