
Setelah Nika selesai melepas kesedihannya di makam ayahnya, Nika pun berdiri dan menyeka semua air mata yang ada di pipinya.
Nika pergi dari pemakaman itu untuk kembali ke rumah nya. Tangis Nika kembali pecah ketika melihat kembali isi rumahnya bersama ayahnya waktu itu.
semua kenangan dan kebersamaan Nika bersama ayahnya tiba tiba kembali terlihat oleh Nika.
Nika membuka pintu kamar ayahnya, Nika mengusap lembut tempat tidur yang sering di tempati ayahnya waktu beliau masih ada.
air mata Nika tidak terbendung lagi ketika melihat satu laci yang masih terdapat foto Nika bersama ayahnya.
rumah Nika di jual tapi tidak ada yang menepati setelah dirinya, jadi karna itu semua isi rumahnya tetap sama dengan semula, walaupun banyak debu berserakkan.
Nika mencoba tegar, dan Nika menghapus sisa air mata yang ada di pipinya.
Nika membereskan rumahnya yang sesekali air matanya tetap terjatuh.
ketika rumahnya sudah beres dan bersih, Nika membereskan baju yang ia bawa dari apartemen.
Nika membuka satu baju yang di bungkus dengan kotak, air matanya terjatuh lagi ketika kotak itu sudah di buka.
Baju pernikahan nya bersama Ferdy, pernikahan yang menyakitkan, pernikahan yang tidak di inginkan.
"jadi ini arti ucapanmu yang menyuruhku membeli gaun agar pernikahan nya berkesan" ucap Nika.
"Berkesan menyakitkan!" ucap Nika lagi sambil tertawa kesal.
Nika pun meraih handphone nya, Nika tersenyum ketika melihat kontak yang ada di handphone nya itu. dengan cepat Nika menelpon orang itu, karna menurutnya hanya dia orang yang peduli sama Nika.
"Hallo mas" ucap Nika ketika telponnya sudah di angkat.
__ADS_1
"Hallo, Nika?" tanya seseorang di sebrang sana.
"Aku butuh kamu" ucap Nika sambil menangis.
"Kamu kenapa? kamu sekarang dimana? aku kesana!" ucap seseorang itu.
"Kita ketemu di taman aja mas, aku kirim lokasinya sekarang" ucap Nika yang dengan cepat mematikan telpon itu dan mengirimkan tempat yang ia janjikan.
setelah mengirimkan pesan ke laki laki itu, Nika dengan cepat bersiap siap.
Nika pergi ke taman itu dan melihat sekeliling orang yang ia sedang cari. Senyumannya terpancar ketika matanya sudah menemukan apa yang ia inginkan.
"Mas Adit" ucap Nika tersenyum dan menghampiri laki laki itu.
"Eh Nika" jawab Adit.
Setelah Nika duduk di sisi nya, Nika pun dengan spontan memeluk laki laki itu dengan penuh tangisan.
Nika tidak menjawabnya, tapi Nika semakin Erat memeluk laki laki itu dan pertanyaan Adit membuat Nika semakin keras menangis.
"Jangan gini nik, aku jadi takut" ucap Adit melepaskan pelukan dari Nika.
"Kamu kenapa?" tanya Adit yang menekankan ucapannya itu.
"Mas Ferdy..." ucap Nika terhenti.
Adit pun menghela nafas panjang ketika Nika mengucapkan nama laki laki itu.
"aku cuma simpenan dia mas" ucap Nika kembali menangis.
__ADS_1
Adit pun hanya terdiam mendengar ucapan Nika itu.
"Eh iya, kamu kan sudah tahu. bahkan kamu membiarkan aku menikah dengan laki laki itu" ucap Nika yang sambil di iringi gelak tawa nya.
"Bukan gitu nik. aku harus ngomong apa coba? kan waktu itu kita ketemu nya di saat kamu sudah nikah nik" ucap Adit menjelaskan.
Nika masih terdiam dan tetap menangis.
"Maafkan aku Nik, aku juga terkejut ketika melihat kamu sama Ferdy dan mendengar bahwa kalian sudah menikah" ucap Adit lagi.
"Iya gapapa mas, aku minta maaf sudah mengkhianati kamu waktu itu" ucap Nika sambil memeluk lagi laki laki yang ada di sampingnya.
"Aku sudah maafin kamu kok nik" ucap Adit sambil mengusap lembut rambut Nika.
"Aku mau kita kembali mas" ucap Nika melepaskan pelukannya itu dan kembali menatap Adit.
"Kalo itu.. aku gak bisa nik" ucap Adit yang ikut menatap Nika.
"Kenapa mas?" tanya Nika heran.
Adit hanya bisa terdiam dan memberikan satu undangan.
deg!!
Hati Nika tergores ketika melihat isi dari undangan itu
menikah.. Adit & Suci
matanya memerah, air matanya lagi lagi kembali terjatuh.
__ADS_1
"Tega kamu mas!" ucap Nika yang tetap menangis