Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
kuatkan elia Tuhan..


__ADS_3

Rintik gerimis mengiringi langkah gontai Elia dan ayahnya dari pemakaman sang ibunda. Wajah sembab masih terlihat dari wajah mereka. Rasa tidak percaya pun masih terlihat dari raut kebingungan sang putri.


" Ayah, kenapa ibu tidur disana..kenapa kita meninggalkannya ?" ucap gadis kecil itu.


" Elia, ini yang terbaik buat ibu daripada harus terus merasakan sakit, kamu sayang ibu kan? selalu doakan ibu ya.." jawab sang ayah.


Gadis itu hanya mengangguk. Matanya nanar menengok kembali gundukan tanah yang baru saja ia tinggalkan. Hatinya bercampur aduk. Meski baru 7 tahun dia tahu perjuangan ibunya dalam melawan kanker yang menggerogoti tubuhnya.


"semoga ibu selalu bahagia dan damai dalam tidur panjangnya.."batin Elia.


10 tahun kemudian..

__ADS_1


" Eliiiiaaa...kamu sudah selesai masak belum?? aku sudah lapar ini..kamu kok lelet banget sih..." teriak Tria menggema ke penjuru rumah..


"Iya ini Elia lelet banget suruh masak aja.." bu Utri ikut berbicara.


" sebentar lagi selesai ko.."jawab Elia lemas. Belum juga lulus SMA sudah berat beban Elia.


Bu Utri adalah ibu tiri Elia. Dia dinikahi Pak Zani, ayah Elia, sebulan setelah ibunya meninggal. Entah apa yang mendasari ayah Elia menikahi bu Utri tetangganya itu. Padahal dia terkenal sebagai janda yang amat keras dan suka marah marah. Apalagi kalau itu menyangkut anak semata wayangnya Tria. Saat Tria masuk rumah ini dia berumur 8 tahun. Sebenarnya mereka bisa jadi teman main namun sifat Tria yang keras seperti ibunya membuat Elia tak nyaman bahkan teman teman di lingkungannya pun menjauhinya.


Jadi sudah dipastikan bagaimana posisi Elia di rumahnya sendiri. Bukan lagi sebagai nona rumah yang bisa selalu bersantai tapi sebagai pembantu yang harus selalu bekerja keras. Apakah benar benar akan ada pangeran yang datang untuk menjemputnya seperti pada kisah cinderella???


"ini bu..kak..sarapannya.." ucap Elia membawa baki berisi 2 piring nasi goreng ke meja makan. Dia masih menyisakan 2 piring di dapur buat dirinya sendiri juga ayahnya yang sebentar lagi pulang. Ayahnya bekerja sebagai satpam di rumah seorang pengusaha di kota Magelang. Dia bekerja dalam sistem shift. Kadang masuk siang kadang masuk malam.

__ADS_1


Majikan Ayah Zani bernama Pak Bram. Beliau seorang kontraktor bangunan. Anaknya bernama Arya. Sekolah di salah satu SMA di kota itu. Dia adalah teman sekelas Tria. Kakak kelas Elia. Mereka saling mengenal. Arya pribadi yang sangat baik dan menyenangkan. Dia tidak membeda bedakan teman dari status sosialnya. Selain tampan dia adalah seorang yang jenius dalam pelajaran. Tak heran banyak yang menginginkannya untuk dijadikan kekasih.


"Elia...kamu ko cuma jalan kaki?" tanya Arya saat bertemu Elia di gerbang sekolah.


" Olah raga kak.." jawab Elia sambil tersenyum. Sebenarnya Arya tahu Elia tak pernah mendapat uang saku sekedar buat naik angkot ke sekolah. Sebenarnya Tria membawa motor tapi dia enggan memberi tumpangan.


Arya mematung dan batinnya berkecamuk.


Senyummu benar benar manis Elia. Andai aku mampu aku akan membawamu pergi dari rumah itu. Tunggu aku jadi hebat ya El. Aku akan membebaskanmu dari ibu dan sodara tirimu itu. Sebenarnya aku tidak tega mendengar setiap cerita dari ayahmu. Ayahmu sangat menyayangimu tapi beliau tidak bisa berbuat apa apa. Bu Utri sudah menguasai rumah bahkan sertifikat tanah dan rumah juga sudah diganti atas namanya. Ayahmu harus selalu menuruti kemauannya kalau tak mau kamu dan ayahmu diusir dari rumah.


ini adalah karya pertama aku...mohon dukungannya ya..tinggalkan koment yang bisa membangun author jadi lebih baik lagi....

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2