
Tok..tok..tok..
Terdengar suara pintu diketuk. Elia yang masih sibuk dengan hpnya menoleh. Menajamkan telinga mendengarkan bunyi itu. Apa benar suara pintu atau hanya angin yang berhembus menderitkan pepohonan.
Tok..tok..tok..
Sekali lagi terdengar. Secepat kilat Elia menuju pintu. Sebelum membukanya dia mengintip dari balik jendela. Tatapannya tajam, terkesiap melihat kedatangan seseorang yang sangat di kenalnya.
Mbak Tria!!! mau apa dia kesini. Apa mau bertanya soal kak Arya??
Huuh..kenapa sih aku harus suka orang yang juga disukai kakak sendiri? bikin ribet ja. guman Elia dalam hati.
ceekleeek...
Pintu terbuka lebar, Elia mempersilakan Tria masuk.
" Ada apa mbak? tumben kesini..."
Tanpa jawaban Tria langsung berhambur memeluk Elia dengan erat.
Ada apa ini??? batin Elia.
" El...maafin semua salahku..Arya tetap tidak bisa mencintaiku...dia menolakku..hiks..hiks..." rengek Tria membuat Elia ikut menitikan air mata juga. Prihatin dengan keadaan kakaknya.
" Yang sabar ya Mbak..pasti ada orang yang lebih segalanya dari kak Arya yang akan tulus mencintaimu..." hibur Elia lirih. Namun Tria hanya terfokus pada tangisannya. Tak begitu mendengar Elia
Aku merasa bimbang. Jika aku kembali dengan kak Arya, Mbak Tria akan semakin sedih. Tapi aku sungguh mencintainya. Rasanya sungguh tidak adil untuk kami. Cinta segitiga memang tak pernah ada jalan keluar damai. Tapi sekarang justru semakin memusingkan karena kita terlibat dalam cinta segi empat. Aku, Prass, Arya dan Tria.
" El...jalan yukz ngilangin suntuk.." ucap Tria membuyarkan lamunan Elia. Rasanya ia sudah puas menangis di pelukan Elia.
__ADS_1
" Baik mbak..aku ganti baju dulu..." jawab Elia tanpa ragu dan curiga pada Tria. Ia segera berlalu, terbenam dalam kamarnya untuk berganti kostum.
Setelah beberapa waktu mereka pergi naik motor Tria.
" kita mau kemana Mbak?" tanya Elia belum juga ditanggapi Tria.
kemudian..
" Cafe bintang..aku pingin nongkrong disana..."celetuk Tria tiba tiba.
Mereka sudah sampai dan duduk di bangku pojok. Suasana sudah remang remang. Ada seorang penyanyi sedang menampilkan musik akustiknya di panggung depan. Alunan lembut yang membawa suasana lebih mengharu biru.
" Aku pesen makan dan minum dulu El..sekalin ke toilet..kamu pesen apa?" tanya Tria.
" Terserah Mbak saja.."
Tanpa sepengetahuan Elia, Tria meminta seorang pelayan menaruh obat di minuman Elia. Awalnya pelayan itu menolak, namun dengan sedikit sogokan akhirnya mau.
Mereka berbincang kesana kemari. Tanpa rasa curiga Elia melahab habis makanan dan minuman di mejanya. Dia merasa sangat bahagia, untuk pertama kalinya bisa menhabiskan waktu dengan Tria.
Hingga tiba tiba...bruuuuk...
Elia jatuh tersungkur di lantai, terlihar ada senyum tipis penuh kemenangan di bibir Tria..
Yeees...batin Tria.
Tria pura pura panik melihatnya. Lalu ia menelpon seseorang. Ada sosok laki laki datang, dia kemudian menggendong Elia dengan kedua lengannya. Mereka membawanya ke sebuah penginapan.
" Selesaikan tugasmu brooo..." pesan Tria meninggalkan Elia dengan sosok lelaki itu.
__ADS_1
Pagi menjelang, matahari sudah menampakkan cahaya hangatnya. Menghilangkan titik embun di dedaunan. Elia membuka mata, menggeliat sambil memegang kepalanya yang agak berat. Sayup ia melihat keadaan sekitar. Sepertinya bukan di kamarku, gumamnya lirih.
"Astagaaaa..!." dia berteriak. Mendapati tubuh polosnya.
Apa yang terjadi padaku?? dimana pakaianku?? Apa Mbak Tria yang melepas pakaianku??
" Kamu sudah bangun?.." ucap seseorang keluar dari kamar mandi. Dengan rambut yang masih basah dan hanya mengenakan handuk melingkar di pinggangnya.
"Kenapa kamu disini?!? apa yang kamu lakukan padakuuu!!" ucap Elia setengah berteriak. Mengundang bulir bulir air mata terjatuh dan tak sanggup ia bendung.
Bagaimana ada pria ini disini. Apa semalam terjadi sesuatu? kenapa bisa aku telanjang???..hiks hiks...Mbak Tria, kaukah dibalik semua ini? kaukah yang menjebakku?
Begitu banyak pertanyaan terngiang dibenak Elia. Ia ingin meminta penjelasan lelaki itu
Tapi bibirnya kelu, badannya lemas. Dengan langkah gontai, sambil membawa selimut yang membalut badannya, ia ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dibenamkan matanya dalam deraian air mata sambil berendam di bath up. Ia menyesali kemalangannya. Andai dia tidak semudah itu percaya Tria, semua tidak akan terjadi.
Elia berkali kali menyabun badannya. Dia merasa kotor. Seakan tak percaya pria itu tega untuk menodainya. Dia benar benar putus asa.
" Kak Arya..aku sudah kotor. Tak pantas buatmu..lebih baik kau cari yang lain..hiks..hiks.." gumamnya lirih.
Kehilangan mahkota yang selalu ia jaga benar benar membuatnya syok. Ia merasa jadi orang paling hina dan kotor.
Kak Arya...aku tidak punya harapan lagi denganmu. Kamu pasti akan kecewa karena aku kehilangan keperawananku sebelum menikah. Mulai sekarang aku akan menjauh darimu..Aku tidak pantas berada di sisimu. Aku hanya wanita hina yang sudah kotor..hiks hiks.. batin Elia berderai air mata.
----siapa yang sudah tega meniduri Elia??-----
----bersambung...-----
__ADS_1