
lanjuuut yuk gaeeees....mumpung lagi mood nulis😃😃....meski kerjaan di dunia nyata masih menumpuk...tapi gaskeuuunlaaah...
Â
Matahari bersinar begitu terik, siang ini Elia mendapat tugas untuk mengasuh anak anak yang ikut program fullday. Jadi dia tetap stay di sekolah sampai jam 3. Elia sedang menyuapi Queen, gadis itu dari awal masuk sekolah selalu mengintil kemanapun Elia pergi.
"Queen, kamu di rumah sama siapa aja?" ucap Elia setelah selesai menyuapi Queen.
" Ayah aja Bu...sama ada bibik.." jawab Queen pelan. Elia tambah penasaran, sebenarnya Ibu Queen itu meninggal atau bercerai dari ayahnya.
" Ibu Queen kemana?" tanyanya lagi.
" Kata Ayah Ibu Queen pergi jauuuuh..." jawab Queen sendu. Elia jadi kasihan, dia putuskan tidak bertanya lagi.
" Yuk...ikut Ibu..Ibu kenalin anak Ibu...namanya Kak Zidan...dia di kelas sebelah, kita lihat sudah selesai makan belum...okeh..." Elia menyunggingkan senyum di balas anggukan oleh Queen.
Walaupun satu area sekolah,kelas Zidan cukup jauh dari kelas Elia. Area sekolah itu sangat luas, setiap jenjang kelas berdiri di gedung sendiri, dilengkapi kantin, toilet, tempat ibadah juga kamar untuk anak anak tidur siang. Dibuat sangat nyaman dan asri agar anak anak betah karena fungsi utamanya adalah tempat penitipan sekaligus tempat belajar untuk anak prasekolah. Di zaman milenial seperti sekarang makin susah untuk mencari baby sitter yang benar benar kompeten dan bisa dipercaya. Kabar maraknya para pengasuh yang menyiksa anak sungguh bikin orang tua yang bekerja di luar rumah miris. Dan sekolah ini menawarkan pengasuhan yang moderen tapi tetap menjunjung asas keagamaan yang kental dalam pengasuhannya.
" Assalamu'alaikum...." ucap Elia di depan pintu kelas Zidan.
__ADS_1
"Wa alaikusalam Bu Elia.." Jawab Bu Prapti, Ibu wali kelas Zidan. Selain wali kelas, di satu kelas ada guru pembimbing yang lain. Jadi anak yang diasuh itu benar benar diperhatikan. Tidak sekedar berkeliaran.
" Zidan, kamu sudah selesai makan?" tanya Elia.
" Sudah Buuun....maem sendiri looh..." Elia tersenyum dan mengacungkan jari jempol.
" Sayang..kenalin ini murid baru Ibu...namanya Queen, sini kenalan..."
Zidan berkenalan dan mengajak Queen main, ternyata mereka langsung akrab.
Jauh diluar gerbang sekolah, ada sebuah mobil mewah yang terparkir di pinggir jalan. Terlihat ada sesosok laki laki memakai jas rapi dan kacamata hitam. Menatap lurus ke gerbang sekolah, seperti sedang menunggu seseorang.
" Aku ingin melihatmu dulu sebelum balik ke Jakarta El...aku sangat merindukanmu..." bisik laki laki itu lirih.
Di dalam area sekolah seorang satpam sekolah tergopoh gopoh masuk ke ruang guru.
"Bu Guru, mobil yang biasanya itu dateng lagi...dia masih nunggu di depan gerbang, saya kemarin kemarin sempat bertanya kenapa parkir di depan sekolah, katanya anaknya bersekolah disini tapi sampai anak anak pulang dia tidak terlihat membawa seorang anakpun...aneh sekali..." ucap satpam itu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kira kira siapa ya...jangan jangan penculik...ngeri deh..." ujar Bu Gina.
__ADS_1
" Semoga saja bukan Bu Gina..selama tidak mengganggu kita biarkan dulu saja."Elia mencoba menenangkan teman sejawatnya itu.
Dan benar setelah semua anak dijemput dan semua guru pulang, pria misterius yang naik mobil mewah itu langsung gaspol pergi dari tempat itu. Satpam sekolah benar benar merasa aneh.
Lebih tepatnya pergi setelah melihat Elia pulang membonceng anak semata wayangnya untuk pulang ke rumah.
Elia sadar ada yang membuntutinya. Dia sebenarnya agak was was karena mobil yang tadi ada di depan sekolah itu yang ternyata mengikutinya. Dia sebenarnya ingin berhenti dan bertanya apa maksud orang itu mengikutinya tapi dia takut jangan jangan dia mau berbuat jahat.
Mungkin kalau Elia tidak sedang bernama Zidan dia tidak akan khawatir.
Elia ingin menghindar dengan berhenti di sebuah minimarket. Dia menatap sekitar ternyata mobil itu sudah melaju. Dia pun akhirnya tenang dan masuk berbelanja.
Setelah memilih banyak barang dan mau membayar dia dikagetkan dengan notifikasi m-banking. Ada transferan dana masuk yang cukup besar, ia terhenyak.
" Sepertinya ini bukan waktu gajian....lagian ini lebih besar dari gajiku...siapa yang transfer ya...." batin Elia kebingungan.
Tanpa berfikir lebih lama Elia segera membayar belanjaan dan segera pulang. Dia berharap semoga mobil dan pria misterius itu tidak lagi mengikutinya. Dia benar benar khawatir kalau orang itu berniat jahat pada dia dan terlebih pada anak lelaki satu satunya itu. Elia tak mau anaknya kenapa napa.
**siapa ya sosok yang mengikuti Elia tersebut...hmmmm..tunggu episode berikutnya ya readers....
__ADS_1
Tetep dukung author ya....semoga kita selalu sehat dan bahagia...loveee youuuu**.....