Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
pesan yang menyakitkan


__ADS_3

Lama Elia menunggu balasan dari Prass. Sudah hampir seminggu. Elia sudah tak sabar. Dia meminta ijin bibinya untuk kembali ke rumah suaminya. Bibi mengijinkan dengan syarat Aldi harus ikut untuk menjaga Elia di perjalanan. Elia pun menyetujuinya.


" Mbak El.. Mas Prass itu orangnya seperti apa sih?" tanya Aldi sambil menunggu mobil travel yang akan mengantar mereka datang menjemput.


" Dia itu baik dan sabar..tidak pernah mengeluh apapun pada mbak meskipun mbak melakukan kesalahan..." jawab Elia antusias. Aldi tersenyum lebar mendengar jawaban kakak sepupunya itu.Pastilah suami Elia baik pikirnya.


Akhirnya setelah beberapa jam mereka sampai di rumah Prass. Terlihat ada tenda berdiri kokoh di depan rumah, dengan hiasan bunga dan janur kuning.


deg....


Acara apa ini? apakah pernikahan Mas Prass? astaga.... batin Elia di iringi lelehan air matanya.


" mbak kenapa?" tanya Aldi khawatir.


" tolong kamu tanya ke orang yang di sana, tanyakan ada acara apa?" Elia menunjuk kerumunan yang ada di halaman rumah.


Aldi beranjak menuju ke arah orang orang yang sedang berkumpul. Beberapa saat kemudian Aldi kembali.


" Katanya ini pernikahan yang punya rumah mbak...tapi siapanya orang itu tidak terlalu mengerti karena ini acara mendadak." Elia tersentak mendengar penjelasan Aldi.


Apa kau benar benar jadi menikah mas?...bisakah kau batalkan saja?...ini aku datang mas, bersama dengan anakmu di rahimku.. rintih Elia di dalam hati. Ingin rasanya dia masuk ke dalam rumah, namun pasti kehadirannya hanya akan jadi pengganggu.


" Ayo kita pergi Al..." Elia mengajak Aldi pergi.

__ADS_1


Sepanjang jalan Elia hanya melamun. Dia menyesali keputusannya pergi dari rumah. Andai dia tidak berfikir bodoh maka semua akan baik baik saja, dia pasti sedang sangat bahagia bersama suami dan calon anaknya.


" Kita mau kemana mbak?" tanya Aldi.


Elia berfikir sejenak, dia juga bingung harus kemana. Akhirnya dia putuskan kembali ke rumah ayahnya. Dia mencoba untuk tinggal bersama Ibu tirinya. Semoga ibunya mau menerimanya. Kebetulan ibu tirinya tinggal sendiri setelah Tria menikah dan tinggal di Surabaya.


" Assalamualaikum...bu, bolehkah Elia tinggal disini?" ucap Elia begitu sampai dan bertemu ibu tirinya.


" wa alaikumsalam..kamu ada masalah sama suami kamu? belum lama kemaren Prass kesini mencarimu..kamu sudah ketemu dengan dia?..kalo ada masalah itu selesaikan baik baik, jangan terus ngambek dan kabur..kamu itu harus nurut sama suami dan mertua kamu...kalau dikit dikit kabur itu malu maluin El..." cerca Ibu Tria. Elia hanya diam, dia tahu kesalahannya.


" Yasudah sementara kamu boleh tinggal, kalau sudah baikan kamu harus kembali sama suami kamu..." Elia hanya mengangguk, kemudian masuk ke kamar lamanya.


Setelah memastikan Elia baik baik saja Aldi kemudian pamit dan kembali pulang ke rumahnya.


" hallo mas..." sapa Elia sumringah.


" Ini Ibu El...Ibu cuma mau menyampaikan pesan Prass, kamu ga usah hubungi dia lagi..dia sudah bahagia tanpa kamu..."


" Maksud Ibu apa?...Elia minta maaf sudah meninggalkan suami Elia..tapi Elia sekarang punya kabar baik bu...Elia hamil...cucu Ibu..." Elia berkata antusias.


" Jangan bohong kamu...Dokter Sandra jelas bilang sama Ibu kamu itu mandul..." jelas Ibu.


" Tidak bu, Elia sekarang benar benar hamil...percayalah..." pinta Elia.

__ADS_1


" Oke, kalaupun benar kamu hamil, apa itu anak Prass? kamu sudah lama hidup terpisah dari suami kamu...jangan jangan kamu hidup bebas di luar sana...pokoknya Prass tidak mau menemui kamu lagi..titik!" titah ibu.


tut...tut...tut...


Belum sempat Elia menjawab telepon itu sudah diputus. Elia meraung sejadinya. Dia tak menyangka ibu mertuanya tega seperti itu.


Apa kau akan menceraikanku Mas... aku tidak mau Mas, kenapa kamu haris menyuruh ibu untuk mengatakannya?...kenapa kamu tidak mengatakannya sendiri Mas? kenapa kamu tidak menemuiku sendiri mas!.. batin Elia meronta ronta.


Ibu Utri mendengar lalu masuk ke kamar Elia.


"Kamu kenapa El?...ko teriak begitu..." Ucap Ibu kaget.


Elia tidak mengatakan apapun. Dia langsung memeluk erat ibu Utri sambil sesenggukan. Ibu Utri merasa iba pada anak tirinya itu. Dia teringat sewaktu masih sering menindas Elia dulu tak pernah sampai pada keadaan rapuh begitu. Menangis tiada henti hingga kelopak matanya bengkak.


Setelah beberapa saat Elia sudah mulai tenang. Dia hanya diam duduk di pojok kamar. Ibu Utri tak tega melihatnya. Akhirnya dia memberanikan untuk bertanya perihal rumah tangga Elia. Elia kemudian menceritakan secara detil masalah rumah tangganya.


Selesai cerita Ibu Utri menangis. Dia tak menyangka anak tirinya akan bernasib begitu.


Kenapa kebahagian untukmu hanya sebatas embun pagi El...hanya sementara dan terus menghilang. batin Ibu.


Bagaimana kelanjutan kisah Elia....


Apakah Prass akan kembali dengan Elia??

__ADS_1


---bersambung...


__ADS_2