Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
ibu mertua


__ADS_3

" Tidak Prass..ibu tidak akan mengakui bayi itu sebagai cucu ibu..dia hadir saat kalian berpisah...bukan tidak mungkin dia hasil perzinahan.." Ibu berkata dengan mata merah, menandakan beliau sedang marah dan geram. Beliau masih tidak bisa terima perpisahan Prass dengan Sandra yang baru seumur jagung itu..


" Percayalah bu...Yang dikandung Elia itu darah dagingku. Hanya aku yang menyentuhnya..."


" Kau yakin?...bukankah selama ini dia bersama mantan pacarnya? orang yang masih mengejar ngejar cinta Elia itu bukan..."


" bagaimana ibu tahu???" Prass mengernyitkan dahi. Tapi sang ibu hanya diam saja.


Pasti Sandra... pikir Prass.


Melihat ibunya yang masih emosi, Prass mengalah. Tidak ada gunanya memaksakan pendapatnya pada orang yang masih emosi. Dia beranjak pergi dari rumah ibunya. Khawatir pada keadaan Elia yang ia tinggalkan sendiri di rumah untuk mengantar ibunya pulang.


******


tok..tok..


" El...Mas pulang...bukain pintu.." terdengar suara langkah kaki dari dalam. Terdengar bunyi gagang pintu yang terbuka. Sosok perempuan yang selalu ingin dia jaga berdiri sayu dengan mata sembab, bisa dipastikan seberapa lama ia menangis.


" Aku kira menginap tempat ibu Mas..." Prass menggeleng pelan.


" Ibu sudah ditemani bi Surti El..Mas mau tinggal disini sama kamu...suami istri kan memang seharusnya selalu bersama..." Prass mentowel pipi Elia yang tembam itu.


Prass enggan menanggapi pertanyaan Elia soal ibunya. Biarlah sementara begitu adanya, yang penting sekarang berdoa agar ibunya bisa luluh dan menerima Elia juga bayinya. Sekeras kerasnya batu, pasti akan luluh juga dengan kelembutan tetesan air.


Beberapa hari telah berlalu. Pada suatu malam Ibu Prass mendapat telfon dari orang asing. Suara perempuan dengan nada agak berat.

__ADS_1


" Hallo selamat malam..apa anda ibunya Prass?"


" Iya saya..ada apa ya?" Ibu penasaran.


" Besok jam 11 temui saya di restoran X.." lalu telfon terputus.


Sebenarnya ibu enggan menanggapi, tapi dia ingin tahu siapa orang itu. Mungkin ada yang penting yang akan disampaikan. Akhirnya keesokan harinya dia menemui orang itu.


" Anda yang menelfon saya? apa ada yang penting?" ujar Ibu saat bertemu seorang wanita yang agak gemuk berumur 30an.


" Saya Lastri..saya mau memberi pengakuan bu, saya adalah asisten dokter Sandra..beberapa bulan lalu saya yang ikut menangani program hamil nona Elia daaannn..."


" Dan apa!" sela ibu.


" Sebenarnya selama mengikuti program itu, dokter Sandra memberinya obat kontrasepsi.."


" Dokter Sandra bukan memberi penyubur kandungan tapi justru kontrasepsi..."


Ibu terkejap kaget dan terdiam sejenak.


" Bagaimana bisa saya percaya kamu?" hardik Ibu.


" Ini buktinya, saya mengcopy semua resep ibu Elia dari dokter Sandra...ibu bisa bertanya pada ahli obat untuk penjelasannya.


" Kenapa kamu melakukan ini?"

__ADS_1


" Saya merasa bersalah bu..." Wanita itu kemudian beranjak pergi. Menyisakan tanda tanya besar dalam benaknya.


flashback on...


" Rud, tolong kamu selidiki Sandra itu, adakah hal buruk yang pernah ia lakukan ke Elia." Prass meminta asistennya untuk menyelidiki Sandra. Ia penasaran Elia bisa langsung hamil setelah berhenti minum obat obatan dari Sandra.


Setelah beberapa waktu, assistennya memberi laporan. Prass syok ternyata selama setahun lebih Elia dicekoki obat kontrasepsi oleh Sandra. Pantaslah Elia tidak kunjung hamil. Bodoh sekali Prass tidak mengetahuinya.


" Paksa assisten Sandra untuk mengaku pada ibuku..." titah Prass pada bawahannya. Rudi hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan bosnya.


flashback off...


Ibu Prass termenung di kamar besarnya. Rasa bersalah menghinggapi relung hatinya. Dia ingin meminta maaf pada Elia atas perlakuannya selama ini. Namun hatinya ragu, dan masih ada sedikit rasa gengsi dalam dirinya untuk sekedar meminta maaf. Akhirnya ia urungkan.


Tiba tiba bel berbunyi. Buru buru bi Surti membuka pintu. Dilihatnya putra dan menantu majikannya berdiri di depan pintu.


" Ibu ada bi..." tanya Prass pelan.


" Iya tuan, saya panggilkan..silakan duduk.."


Beberapa saat kemudian ibu datang.


***Apakah ibu mertua Elia akan menerima dan kembali menyayanginya???


Sedikit lagi selesai loh ceritanya...dukung trus author ya...janga lupa kasih jempolnya ya***...

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2