
Prass pulang kerja sudah larut malam. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Dan Elia juga masih belum bisa memejamkan mata. Banyak hal yang ingin dia tanyakan pada Prass.
Prass pelan pelan membuka pintu kamar. Takut mengganggu tidur Elia, karena Prass tahu Elia bukan tipe orang yang bisa begadang, dia pasti sudah tidur pikirnya.
" Belum tidur sayang?" tanya Prass melihat Elia masih duduk di tepi ranjang. " Tumben kuat begadang..." senyum merekah dari bibirnya.
" Nungguin suamiku pulang dong..." ucap Elia dengan manja sambil menenteng tas kerja Prass dan meletakkannya di meja kamar. " Suamiku sudah makan belum? atau mau minum anget dulu? tapi jangan minta kopi ya..nanti susah tidur..." imbuhnya.
" Hmmm...ga usah..Mas tadi udah makan ko..mau langsung tidur aja..capek..." ucap Prass sembari masuk kamar mandi untuk bersih bersih. Elia langsung mencarikan piyama untuk suaminya itu. Dan menunggunya keluar dari kamar mandi.
Segera setelah selesai bersih bersih Prass naik ke ranjang dan berbaring. Dia melihat ke arah Elia dan menepuk kasur di sampingnya. Memberi tanda Elia agar segera menyusulnya. Elia pun mengerti dan segera membaur ke arah suaminya lalu merebahkan kepala di dada bidang suaminya.
" Aku boleh tanya sesuatu Mas?" Elia menatap Prass lembut.
" Tentu..apa yang mau ditanyakan?" Prass membelai lembut pipi Elia.
" Mas mencintaiku? trus apa dulu Mas ikhlas menikahiku? atau justru terpaksa menikahiku karena permintaan ayah?" Cerca Elia.
Prass tidak menjawab, dia hanya menatap Elia dan tersenyum.
" Apa dokter Sandra itu dulu kekasihmu Mas? apa aku benar benar merebutmu darinya?...hiiiuuuh..." Elia mendesah sambil menunduk pilu.
Prass mengernyitkan dahi, seakan tidak percaya yang dikatakan Elia. Dia berfikir dari mana Elia tahu tentang hubungan masa lalu Sandra dengan dirinya.
" Kamu tau dari mana soal itu El...Mas dan Sandra itu hanya masa lalu, masa depan Mas itu kamu..kamu ga usah berfikir macam macam..oke??". Tanpa babibu Prass langsung membungkam mulut Elia dengan bibirnya, sebelum Elia sempat bertanya hal lainnya lagi. Dia sedang malas membahas hal yang kurang menyenangkan.
__ADS_1
Elia belum puas dengan jawaban Prass, namun Prass sudah memulai pergumulan malamnya. Elia tak bisa bertanya lebih jauh lagi, dia terbawa suasana yang diciptakan Prass dan ikut menikmatinya.
----------
Pagi hari saat matahari sudah mulai meninggi, Prass baru membuka mata. Dia meraba ke sampingnya, Elia sudah tak ada. Lalu dia membuka lebar matanya, mencari ke seluruh penjuru kamar namun tak juga dia temukan sosok istrinya itu. Ia lalu beranjak menuju ke kamar mandi tapi kosong. Tanpa sengaja dia melihat selembar kertas ada di atas nakas samping ranjangnya, ditindih ujung figura foto. Dia mengambil lalu membacanya.
*Mas Prass suamiku...
Terima kasih sudah hadir dalam hidupku...
Terima kasih sudah mengisi hidupku...
Terima kasih sudah menyayangiku dan menjadikanku wanita paling bahagia..
Meski...kebahagiaan kita belumlah sempurna.
Mas, aku ingin membebaskanmu dari kebingungan. Aku tahu berat untukmu menolak permintaan ibu, karena aku tahu betapa Mas sangat menyayangi beliau. Jadi, menikahlah dengan dokter Sandra. Aku berdoa kalian bahagia dan segera memiliki momongan.
Maaf Mas, aku akan pergi untuk sementara. Aku janji aku akan kembali. Aku memang ikhlas kau menikah lagi, namun aku tidak sanggup jika harus melihat kau bersama wanita lain.
Ijinkan aku pergi Mas, aku hanya ingin menenangkan diri dan berdamai dengan hatiku. Tidak usah mencariku, aku pasti kembali....
Menikahlah dengan dia Mas, aku tahu mungkin di lubuk hatimu masih terukir namanya. Dulu kalian pernah bersama, andai aku tidak hadir di antara kalian mungkin kalian sudah bahagia...
Maafkan aku Mas...Aku mencintaimu...sangat mencintaimu...
__ADS_1
Istrimu,
Elia*
Prass jatuh terduduk di lantai. Air matanya langsung mengalir deras. Dia tak menyangka Elia akan meninggalkannya.
Dari mana Elia dapat ide seperti ini??? Ibu..iya pasti ibu yang mengatakan soal Sandra...?!? pikir Prass.
Prass langsung menghampiri ibunya.
" Apa yang ibu katakan pada Elia kemarin?" Wajah Prass memerah menahan amarah.
" Maksud kamu apa?" Ibu penasaran.
" Elia pergi bu...dia ingin aku menikah dengan Sandra?? maksudnya apa?"
" Elia benar...Karena ibu memang ingin menjodohkan kamu dengan dokter sandra.. dia masih mencintaimu, dia rela jadi istri keduamu..Ibu hanya mengatakan yang sebenarnya kalau kamu mungkin juga masih mencintainya..." jabar ibu panjang lebar.
" Apa?!?" Prass memegang dahinya. Terasa pening disana. " Ibu tahu kenapa aku putus dengan Sandra? itu karena aku tidak mencintainya, aku dulu terpaksa menerima Sandra karena dia mengancam akan bunuh diri bila aku tidak menerimanya..." beber Prass.
Ibu terdiam, memikirkan apa yang akan dia lakukan. Prass pasti akan menolak pernikahan itu bila tahu calon istrinya Sandra. Dia hanya menganggapnya teman.
Apa yang akan Prass lakukan? lalu dimanakah Elia sekarang??
Pembacaku tersayang tetap ikuti ceritanya ya...jangan lupa tinggalkan jejak..😘😘😘
__ADS_1
---bersambung..