
Berbulan bulan Arya ada di luar negeri untuk mengurus pekerjaan. Hari hari ia habiskan untuk bekerja, bekerja dan bekerja. Ia ingin melupakan Elia dengan cara bekerja. Namun, tetap saja Elia selalu ada dalam pikirannya.
Risa, dokter cantik yang dijodohkan dengannya itu pantang menyerah mengejar cinta Arya. Arya sebenarnya enggan menanggapinya, namun dia mencoba membuka hatinya untuk menyenangkan orang tuanya. Mau bagaimana lagi, wanita yang selalu ia impikan sudah bersanding dengan orang lain yang lebih Elia cintai. Untuknya cinta tak harus memiliki, yang terpenting untuknya adalah kebahagiaan Elia.
" Apa kabar kamu El..." gumam Arya melihat foto di layar ponselnya. " Kenapa rasa rindu ini sangat menyakitkan El, aku sangat ingin melihat dan bertemu denganmu...tapi saat melihatmu dengannya, rasa sakit itu bertambah sakit El...apa yang harus aku lakukan El...." Wajahnya berubah sendu.
ceekleeek...
Suara pintu terbuka, seseorang masuk ke ruangan kerja Arya. Sosok gadis manis yang selalu setia menghampirinya. Berusaha masuk ke dalam hati yang sebenarnya sudah penuh dengan sosok Elia, namun ia yakin bisa meluluhkan hati Arya.
" Siang kak...makan siang yuk..jangan kerja terus..." Ucap gadis itu. Ternyata dia Risa, wanita yang gagal bertunangan dengan Arya waktu itu. Namun ia tidak pantang menyerah untuk mengejar cinta pujaan hatinya itu.
" Kamu mau makan apa? biar aku pesenin..aku lagi malas keluar..." Meski dia tidak ingin berhubungan serius dengannya tapi Arya tetap bersikap baik dengan Risa. Toh selama dengan Risa, dia agak terhibur meski ada rasa bersalah karena belum bisa membalas perasaan Risa.
"Aku pingin bakso aja kak...tapi yang besar ya..." ucapnya.
"Oke...." Langsung Arya membuka aplikasi pemesanan makanan online.
" Ris, minggu depan aku akan pulang ke Indonesia..."
"Aku ikut ya kak.." matanya berbinar.
" Kerjaan kamu gimana...pasien kamu kan sudah banyak disini." Arya berkilah.
" Aku akan ikut kemanapun kak Arya pergi...Aku akan ngintilin kakak terus biar segera dinikahi..hehe..." Risa menyunggingkan bibirnya.
__ADS_1
" Risa...kau tahu kan aku belum siap.."
"Makanya aku harus ikut kemanapun kakak pergi..jadi saat Kakak siap nikah, aku sudah standby untuk jadi pengantin wanitanya.." Risa berkoar dengan pedenya.
" Terserah kamu Ris..."
---------------
Setelah beberapa jam di pesawat Arya dan Risa telah sampai di tanah air. Tempat yang sangat emosiaonal untuk Arya. Disini ia meninggalkan separuh jiwanya. Cinta masa kecil yang masih melekat hingga dia dewasa.
Aku kembali El...meski aku tahu kau sudah tidak lagi peduli denganku... Arya.
" Aku langsung pulang ya kak, sudah dijemput sopir papa." Risa berpamitan dengan Arya.
" Iya Ris, hati hati...salam buat orang tua kamu..semoga mereka sudah bisa memaafkan kesalahanku..." Arya masih merasa bersalah, akibat pembatalan pertunangan tempo dulu pasti membuat keluarga Risa malu. Risa mengangguk.
Ia langsung menuju rumah sakit. Tempat ibunya dirawat. Inilah alasan dia pulang. Ibunya sedang sakit.
Tiba di rumah sakit, sayup sayup dia melihat Prass tergopoh gopoh memgendong Elia sambil berteriak.
" Apa yang terjadi dengan El..." Arya terkesiap dan mengendap endap mengikuti mereka.
Ternyata El mau melahirkan...andai dia tidak kembali pada Prass aku yang akan menemani dia melahirkan..Tuhan, berilah keselamatan untuk El dan bayinya. Batin Arya.
Arya malah menunggu proses kelahiran bayi El bukannya menemui ibunya. Namun karena ia juga tidak mau mengganggu istirahat ibunya karena ini memang sudah tengah malam.
__ADS_1
Hingga akhirnya ada kendala dalam proses persalinan El.
Dokter... ibu bayi pendarahan..." ucap bidan yang bertugas menangani ibu pasca melahirkan. Semua panik, Prass ikut panik.
" Ya Allah sembuhkanlah istri hamba..." Prass mondar mandir di depan ruang tindakan.
" Kami butuh donor darah golongan A Pak..segera..." seorang perawat menghampiri Prass.
" Saya saja..golongan darah saya sama dengan El..." Arya langsung menghampiri mereka.
Terserah apa yang ada dalam pikiran kamu Prass, aku hanya ingin menyelamatkan El..
Beberapa saat kemudian Arya sudah keluar dari ruangan. Ia menghampiri Prass.
" Selamat ya buat kelahiran anak kalian..." ucap Arya.
" Iya.. terima kasih banyak buat bantuannya. Aku berhutang budi padamu, kelak kamu bisa meminta bantuan padaku.. aku akan bersedia membantumu.." Prass berkaca kaca mengatakannya.
"Oke..untuk saat ini cukuplah kau bahagiakan El...dia adalah hidupku..aku akan selalu ada untuk dia, meski aku tidak bisa di sisinya.. jika kelak kau menyakitinya, aku pastikan kau akan kehilangan dia untuk selamanya..." Arya bergegas meninggalkan Prass.
*Bahagiakan Elia selalu...karena aku akan selalu mengawasimu Prass...
- The end* -
***Terimakasih untuk dukungan selama iniπ€©
__ADS_1
Love you readers....π€π€π€π€***