Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
jadi istri seutuhnya


__ADS_3

" Terima kasih ya El.., maaf kalau aku telah menyakitimu..hmmmm..aku mencintaimu..sangat mencintaimu..." ucap Prass dilanjutkan mencium kening dan mengusap pucuk kepala Elia. Elia hanya mengangguk sambil menutup tubuh polosnya dengan selimut. Bagian bawahnya masih terasa perih hingga dia tidak leluasa bergerak.


Ko nyeri senut senut dan ga nyaman gini sih..gara gara Mas Prass ini...jangan jangan cara jalanku juga jadi aneh ini..huuuh.. gerutu Elia dalam hati.


Elia menatap Prass yang tertidur di sampingnya. Wajah manisnya terasa teduh saat terlelap begitu. Sosok yang selalu dia anggap kakak sekarang telah jadi suaminya. Dan mulai saat ini benar benar telah menjadi suami istri yang sebenarnya.


Elia bangga bisa menyerahkan mahkota yang selama ini ia jaga kepada orang yang paling berhak, ya suaminya. Meski meleset dari yang diharapkannya dulu, harapan untuk bisa menikah dengan Arya. Elia memang masih mencintai Arya, namun dia berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan Arya dan mulai mencintai suaminya. Dia ingin menatap masa depan hanya dengan suaminya itu.


Elia terdiam, pandangannya tertuju pada langit langit rumah. Dia teringat kejadian beberapa saat lalu. Mulai dari pertengkaran mereka di ruang tamu yang berlanjut dengan pergumulan di ranjang.


Hatinya kembali berdesir saat mengingat Prass meminta ijin untuk menjamahnya.


" El..Ijinkan aku untuk menjadikanmu istriku yang sesungguhnya, maukah kau melayaniku saat ini El?" tanya Prass saat itu. Saat itu jantungnya berdegup sangat kencang. Elia hanya menjawab dengan anggukan kepala. Meski sebenarnya secuil hatinya masih menolak, namun ia tidak mau mengecewakan Prass kembali. Apa lagi setelah kejadian di mall tadi.


Kemudian Prass membaca doa dan mulai menjamah tubuh Elia. Menciumnya bertubi tubi dan melepaskan pakaian mereka satu persatu dan dilemparkannya asal. Hingga kemudian hmmmm... Elia tersentak kembali teringat akan rasa sakit itu. Rasa saat Prass benar benar menerobos tembok pertahanannya.


" Saaakiiit..." teriak Elia saat itu hingga menitikan air mata. Namun Prass tak bergeming, ia tetap melanjutkannya. Ia sumpal teriakan Elia dengan bibirnya. Hingga saat Elia sudah tenang dan mulai menerimanya ia lepas ciumannya dan kembali melanjutkan aksinya yang belum selesai. Dan kini raga Elia benar benar telah menjadi milik Prass seutuhnya.


Elia memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya berulang kali. Mencoba menstabilkan emosi dan fikirannya. Kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk mandi besar. Mengumpulkan ceceran pakaian mereka yang berserak sambil meringis menahan perih.


Elia memilih berendam dengan air hangat untuk merilekskan tubuhnya yang rempu rempu. Selesai mandi Elia keluar rumah, melihat sekeliling sebelum akhirnya teriakan suaminya memaksanya kembali.

__ADS_1


" Sayang...kamu dari mana hmmm?" tanya Prass saat Elia kembali. Sejurus kemudian sudah dipeluknya Elia dengan erat.


" Cuma jalan jalan keluar sebentar ko..." jawab Elia.


" Kirain ninggalin aku..heeeee.. " Elia hanya mengernyitkan dahi. Heran dengan tingkah suaminya yang mendadak manja gitu.


" Laper ga Mas?..makanannya tadi masih nganggur loh...hiiii..." ucap Elia.


" Dedek bayi laper ya..." Prass berkata sambil mengusap perut Elia.


" Aaaissh...apaan sih Mas...." bantah Elia menepis tangan Prass.


El...hari ini aku bahagia sekali...tak kusangka hari ini kau benar benar jadi milikku seutuhnya..semoga segera tumbuh benihku di rahimmu ya El...agar hubungan kita semakin kuat...aku ingin menua dan menghabiskan hidup bersamamu...membesarkan anak anak kita bersama...menjalani naik turun kehidupan bersamamu.... Prass berkata dalam hatinya. Mengukir senyum lebar di wajahnya dan segera menyusul Elia masuk.


Segera mereka membuka kotak makan dan menghabiskannya dengan lahab.


" Kayaknya aku harus berterimakasih pada Arya deh..."


" hmmmm?" Elia mengernyitkan dahi tanda kebingungannya.


" Ya buat hari ini, kalau bukan karena dia semua ga kan terjadi..ha..ha..ha..." Prass kembali berulah konyol. Elia hanya tersenyum kecut dan melirik Prass sekilas.

__ADS_1


" Ya sudah, nanti aku tak nemuin Arya buat ucapin terima kasih." ucap Elia lalu beranjak pergi ke dapur. Namun malah di hadang Prass di depannya.


" Eits..jangan coba coba nemuin dia lagi ya...atau...."


" Atau apa?" Elia menantang.


" Ini....cuuuup" Prass mengambil langkah seribu langsung melahab bibir Elia dengan rakusnya.


Elia ga habis fikir, lelaki yang lebih tua 6 tahun darinya itu bisa berubah semesum itu kepadanya. Ya mau dengan siapa lagi, mereka itu kan pasangan yang sah di mata hukum dan agama. Jadi sudah sewajarnya saling mereguk manisnya cinta apa lagi mereka masih pengantin baru.


" Aku ga mau mendengar lagi sayangku menyebut nama itu..apa lagi berniat untuk menemuinya..." ancam Prass setelah melepas ciumannya.


Elia hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Dia mengerti betapa lelaki di depannya itu sangat mencintainya hingga kini jadi makin posesif dan cemburuan. Namun Elia suka dengan sikap Prass itu.


Setelah sore, mereka bersiap untuk pulang. Prass ingin menginap namun Elia menolak. Dia kasihan dengan ibu mertuanya sendirian.


***alur kehidupan kadang susah untuk di prediksi..semoga kehidupan yang bahagia itu tidak hanya di awal. Tidak sebatas embun pagi yang hilang ditelan sinar mentari. Meski esok akan datang kembali namun pasti rasanya berbeda.


tetep dukung author dengan tinggalin jejak ya...


-----bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2