Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
bertemu septi..


__ADS_3

Setelah mandi, Elia ingin segera bergegas pergi. Hatinya mati rasa, orang yang ada dihadapnya pun tak dianggap. Melengos begitu saja. Namun tangan pria itu menghadang dan mencengkram lengannya.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu Mas...!" teriak Elia dengan tatapan membunuh.


" Maafkan aku El..aku akan bertanggung jawab dan menikahimu..sekarang ayo aku antar pulang.." pinta pria itu dengan nada lembut. Menatap Elia dengan pandangan nanar. Rasa bersalah menghinggapi dadanya hingga terasa sesak.


Elia hanya diam, dia merasa ingin membunuh pria di depannya itu. Rasa hormat yang selama ini dia simpan untuk pria itu di hatinya lenyap begitu saja.


Tega kamu mas...aku kira kamu baik dan tulus mencintai aku. Ternyata kamu tidak lebih dari pria brengsek yang mencari kesempatan. Bahkan begini caramu untuk bisa menikahiku. Prass, aku benci kamu!!!..batin Elia geram memandang ke arah Prass. Kemudian berlalu pergi meninggalkan pria itu.


Dan ternyata yang telah berbuat kurang ajar pada Elia adalah Prass.


---------------------


" Septi..hiks..hiks..hidupku hancur..aku pingin mati saja...hwa hwa hwa...hiks...hiks.." Elia berderai air mata di pelukan Septi. Meluapkan segala kegalauan hatinya.


Beberapa waktu setelah meninggalkan Prass. Elia menelfon Septi mengajak bertemu. Dia menceritakan semua yang terjadi padanya.


" Sabar El...pasti ada hikmah dibalik semua yang terjadi..." ujar Septi menenangkan Elia. Septi benar benar prihatin dan kasihan melihat kondisi Elia.


Elia...kenapa nasib buruk selalu menimpamu.


Andai bisa aku ingin meringankan bebanmu. Baru saja kau mau bahagia bersama Arya, malah nasib malang menimpamu. Tapi kalau Arya benar benar mencintaimu; dia pasti mau menerima kamu apa adanya...batin Septi.

__ADS_1


" Aku harus bagaimana Sep?" tanya Elia di sela tangisnya.


" Kita pikirkan nanti..yang penting kamu tenang dulu. Apa kamu mau visum? untuk memastikan, lagian itu bisa jadi bukti kalau kamu mau menjebloskan si brengsek itu ke penjara...."


" Penjara?! Mas Prass?..." ucap Elia bingung.


Haruskah aku melaporkannya? tapi Mbak Tria pasti juga akan ikut terseret..


Tapi aku ga tega sama Mas Prass, dia sudah sangat baik padaku selama ini. Bahkan biaya kuliahku juga dia yang kadang membantu membayarnya. Apakah ini aku anggap timbal baliknya saja???


" Tidak Sep..aku tidak akan melaporkan..." gumam Elia lirih, namun masih tetap di dengar Septi.


" Trus kamu mau menikah dengannya?"....." sesuai yang dia janjikan...." tanya Septi.


" Pikiran kamu terlalu jauh El..."..." sudahlah lanjutkan saja hidup kamu dengan baik, trus rencana kamu apa?" tanya Septi.


" Entahlah..aku mau menenangkan diri dulu..aku mau resign aja dari kerjaan..fokus kuliah sambil kerja part time. Aku ikut ke kost kamu dulu ya..." pinta Elia.


" Iya gapapa..di kota Jogja pasti banyak yang butuh pekerja part time..." ulas Septi.


---------------------


Di tempat yang lain, Prass masih termenung. Dia berfikir apakah tindakannya benar benar menyakiti El.

__ADS_1


flashback...


Prass sedang makan di salah satu kafe. Dia melihat Elia masuk bersama saudarinya. Prass tak begitu dengar yang mereka bicarakan. Namun, dia sempat melihat Tria memberikan sesuatu pada pelayan kafe.


Tiba tiba dia melihat Elia ambruk pingsan, dia ingin menolong tapi seorang pria sudah menggendongnya. Pria itu dan Tria membawa Elia pergi, Prass membuntuti mereka. Mereka masuk ke sebuah tempat penginapan.


Bruuuugh...


Suara pintu di dobrak, Prass melihat pria itu menelanjangi Elia hendak berlaku yang tidak senonoh. Prass menghajarnya dan berhasil membuatnya pergi kalang kabut.


Melihat tubuh Elia yang polos itu jakun Prass naik turun. Dia menggeleng gelengkan kepalanya. Akhirnya dia hanya menutup tubuh Elia dengan selimut. Berniat memakaikan baju Elia tapi ia urungkan, khawatir dia sendiri tak bisa menahan nafsunya.


" Kurang ajar sekali kakakmu itu El..untung aku melihatmu..kalau tidak pasti hal buruk telah terjadi padamu..." ucap Prass membelai kepala dan rambut Elia..


flashback off..


" Aku hanya bercanda pura pura telah menidurimu El..kenapa kamu begitu marah sekali..okelah besok aku jelaskan kalau kamu itu sebenarnya masih suci..tapi ya maaf aku emang sudah melihat tubuh polosmu itu El..." gumam Prass sendiri. " Lagian emang dia itu merasa udah diapa apain apa, katanya kalau dipaksa itunya pasti terasa sakit....hmmm...mungkin kamu terlalu polos ya El...hehehe..." imbuhnya.


**Kalau aku orang yang berengsek, aku pasti sudah memanfaatkan situasi itu. Kamu yang tergolek lemah karena obat tidur pasti tidak akan berontak saat aku sentuh. Tapi aku sayang kamu El...aku ga cuma mau tubuh kamu, tapi juga hati kamu.


Andai kamu tahu semalam menunggumu itu jadi malam yang menyiksa buatku, aku harus menahan hasrat yang benar benar sudah di puncak ubun ubun. Aku harus mandi di tengah malam untuk mendinginkan tubuhku yang terbakar rasa ingin menyentuhmu.


------**bersambung***-----

__ADS_1


__ADS_2