Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
ingin kembali


__ADS_3

Malam semakin larut. Dua sejoli itu masih betah untuk saling diam. Hingga hembusan dingin angin malam pun kian menusuk. Dan sapuan hawa dingin membuat bibir Elia bergetar sejenak. Prass langsung memakaikan jasnya pada Elia yang kedinginan.


" Ayo pulang.., ikutlah denganku ke hotel..aku menginap di hotel X.." rayu Prass. Dalam angannya ia ingin melepas kerinduan dengan menghabiskan malam bersama istrinya itu.


" Tidak Mas, aku tidak mau bertemu Sandra...." jawab Elia tegas.


" Kami tidak sekamar, kamu tidak usah khawatir..." Prass mencoba meyakinkan Elia kembali.


Elia tetap kekeh ingin pulang ke rumah ibunya. Akhirnya Prass mengalah. Ia memesankan mobil online untuk Elia pulang.


" Minta nomer ponselmu El..., ponsel lamaku hilang..." Elia lalu mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada Prass.


" Terus kegiatanmu sekarang apa Mas? sudah punya kerjaan baru?" Elia ingin tahu, suaminya itu sudah berhenti kerja tapi uang bulanan untuknya masih aktif ditransfer tiap bulan.


" Aku menghandle perusahaan ayah El...dulu di pegang pamanku, tapi beliau sakit terus menyerahkan padaku.." Elia hanya mengangguk.


" Kamu gemukan ya El, makin seksi deh..hehe.." Prass mentowel pipi Elia.


Iyalah Mas aku sekarang gemuk..aku lagi hamil tahu ga sih...Anak yang kita nantikan bertahun tahun Mas, tapi sekarang kamu malah punya istri baru. Aku jadi tidak semangat memberitahumu...biarlah waktu yang akan menjawabnya....


Elia hanya tersenyum mendengarnya, dia tidak berniat menjelaskan apapun. Dia sudah hilang semangat begitu tahu Prass punya istri lagi. Hatinya bagai teriris sembilu saat mengingatnya.


" Kalau kamu selama ini ngapain?" tanya Prass sembari menggenggam erat tangan Elia.


" Aku bekerja, jadi sekretaris..."

__ADS_1


" Dimana?" Prass penasaran.


" Aku jadi sekretarisnya....." Elia diam sejenak. "Kak Arya....."


" Apa?!!" Prass melebarkan kelopak matanya. Dahinya mengernyit. Nafasnya memburu. Rasa cemburu seakan menyelimuti hati dan pikirannya.


" Kami hanya sebatas rekan kerja Mas.. tidak lebih. Mas tahu sendiri tadi dia bertunangan. Mas jangan khawatir, selama ini aku juga bisa jaga diri kok.." Elia meyakinkan Prass.


Kamu salah El.. Arya masih menginginkanmu. Bahkan pertunangan malam ini mungkin gagal..batin Prass.


" Lebih baik kamu keluar saja El, aku ingin kamu kembali kepadaku. Aku tidak mau berpisah lagi denganmu, kita mulai lagi dari awal seperti dulu.." Prass kembali memeluk Elia erat. Pelukan yang sangat erat itu terhenti oleh bunyi klakson mobil online yang dipesan Prass.


" Aku pulang dulu Mas, selamat malam..." Elia berpamitan pada suaminya itu.


" Jangan dulu ya..." Elia langsung masuk mobil dan berlalu meninggalkan Prass.


Prass jadi lemas, separuh jiwanya yang baru ia temukan kembali meninggalkannya. Aroma tubuh Elia masih terasa menusuk hidungnya. Membuat jiwa kelakiannya bangkit setelah berbulan bulan terkurung. Lalu ia putuskan untuk kembali ke hotel.


Sandra sudah menunggu di depan pintu kamar Prass.


" Kenapa kamu di sini San? kamar kamu ada di sebelah..." ucap Prass cuek.


" Kamu ketemu Elia?" Sandra penasaran.


" Bukan urusan kamu, cepatlah masuk ke kamarmu..aku lelah ingin istirahat.." Prass masuk ke kamarnya lalu menguncinya.

__ADS_1


Prass sebenarnya kasihan dengan Sandra. Dia hanya korban dari keegoisan ibunya. Raga Prass memang menikahi Sandra, namun hatinya hanya untuk Elia. Dia memperlakukan Sandra sebatas teman saja.


Sandra menangis sejadi jadinya di kamar, dia putus asa. Sepertinya dia tidak akan bisa memenangkan hati Prass. Berbagai cara sudah dilakukannya, dari cara halus hingga cara licik pun ia lakukan. Dulu sewaktu Elia program hamil di kliniknya, Sandra justru memberinya pil kontrasepsi agar Elia tidak hamil dan dianggap mandul. Ia ingin Ibu Prass tetap mendukungnya untuk menikah dengan Prass.


-------------


Arya kembali ke tempat pertunangan, suasana sudah lengang. Tamu tamu yang tadi riuh sudah menghilang. Hanya tinggal keluarga inti kedua belah pihak yang masih ada. Terlihat Risa terisak isak di pelukan ibunya.


plaaaaakkk...


Tamparan keras mendarat di pipi Arya. Ibunya sendiri yang melakukannya.


" Siapa yang mengajarimu kurang ajar Ar? kau sudah mencoreng nama baik keluarga kita..kau tau wanita yang kau kejar itu sudah bersuami!" Arya masih terdiam. " Lihatlah Risa, apa kurangnya dia? dia sempurna untukmu, tapi kenapa kau perlakukan dia seperti ini?" Ibu berkata dengan nada tinggi.


" Maafkan saya...tapi saya tetap tidak bisa melanjutkan perjodohan ini..." Arya membungkukkan badan lalu pergi.


Risa kembali menangis, putus harapannya untuk bisa bersama Arya.


Cinta itu kadang memang rumit. Cinta tidak bisa dipaksa dan diatur. Cinta bekerja dengan sistemnya sendiri. Kemana dia akan hinggap, dan kemana ia akan pergi itu adalah kuasa sang pencipta. Manusia hanya tinggal menjalani.


semoga jalan kehidupan Elia menemui penerangan. Ia akan dapat kebahagiaan sejati yang tidak hanya sebatas embun pagi.


Dukung terus author untuk berkarya ya...


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2