
Mobil Prass melaju kencang, tanpa ada sedikitpun obrolan dari sepasang suami istri itu. Elia tidak terlalu memikirkan mau kemana Prass akan membawanya. Yang dipikirkannya adalah apa yang Prass pikirkan saat ini. Diliriknya suaminya itu yang sedang fokus menyetir dengan tatapan dingin.
Sejurus kemudian Elia membuang mukanya ke arah samping. Dilihatnya persawahan nan hijau yang terhampar di sepanjang jalan. Meski dia merasa asing dengan jalan yang mereka lalui itu, dia enggan bertanya. Dia merasa canggung karena kejadian di mall tadi. Dia penasaran kenapa sikap Prass berubah dingin seperti ini.
Setelah berapa waktu, mobil masuk ke area perumahan asri dan berhenti di salah satu rumah. Rumah dengan tipe minimalis 2 lantai bercat biru muda dengan beberapa aksen gypsum warna putih.
"Ayo masuk.." ucap Prass sembari menarik tangan Elia agar mengikutinya.
" Ini rumah siapa Mas?" tanya Elia.
" Rumah kita..." jawab Prass datar.
Prass membawa Elia masuk, dalam rumah itu sudah lengkap dengan perabotan. Keadaan rumah bersih, tidak seperti rumah kosong pada umumnya. Sepertinya ada yang rutin membersihkan.
" Kamu tadi ketemu siapa El...." tanta Prass tiba tiba.
" Aa..ku...hmmmmm..." Elia terbata bata ragu menjawabnya.
" Siapa El...." Prass meninggikan suaranya.
" Teemaaan Mas..." Elia mulai keder.
__ADS_1
" Siiiiapa El...!" Mata Prass mulai memerah.
" Arya..." celetuk Elia tiba tiba.
" Oh jadi karena dia mantan pacar kamu, seenaknya kamu bisa peluk pelukan di depan umum haaah?!.... kamu sudah punya suami El, dimana harga diri kamu? kamu pikir pernikahan itu permainan? aku tidak pernah memaksamu menikahiku, kamu yang datang untuk sebuah pernikahan...lalu seperti inikah kelakuanmu?" cerca Prass.
" Maaaas...." sanggah Elia tak bisa menahan air mata, berusaha menyentuh tangan Prass namun ditepisnya. " Maafkan aku...." imbuh Elia.
" Aku curiga, apa dulu kamu sudah berbuat lebih dengan dia?! hingga kamu tiba tiba mau menikah denganku saat lelaki itu menghilang? apa kamu hamil anak dia tapi bingung ga ada yang bertanggung jawab? " hardik Prass.
" Astaga Mas...tega kamu menuduhku dengan keji seperti itu... hiks...hiks...aku masih suci Maaas...percayalah...." rengek Elia.
" Lalu kenapa kamu tidak mau aku sentuh??? bukankah aku berhak atas jiwa ragamu? apa kamu takut aku tau kamu sudah tidak perawan?" Prass menatap dengan wajah merah, hati dan pikirannya dipenuhi kecemburuan. Elia hanya bisa diam geleng geleng kepala, dengan terus meneteskan buliran kesedihannya.
Lama mereka terdiam.
" Aku ga bisa menjamin keadaanku saat ini masih suci atau tidak, harusnya kamu yang tahu kan Maaas? kau lupa, aku pernah terbangun dalam keadaan telanjang dengan kau ada di sampingku..." ucap Elia tiba tiba hingga mata Prass membulat kaget.
" Aku tidak melakukannya El...aku jamin itu..." tangkis Prass. Elia hanya membuang mukanya.
Prass langsung berhambur memeluk Elia. Hingga Elia hampir jatuh namun tertahan oleh pelukan Prass yang sangat erat itu.
__ADS_1
" Maafkan kecemburuanku El... aku terlalu mencintaimu, aku tidak rela ada orang lain yang menyentuhmu...kamu hanya milikku El..." bisik Prass tepat di telinga Elia.
" Milikilah aku Maaas..." Elia membalas dengan ucapan ambigu.
Prass melepas pelukannya, memegang kedua pipi Elia menatap dengan tajam.
" Bolehkah?" ucap Prass. Elia mengangguk ragu, mengukir senyum lebar di wajah Prass.
Eh.. apa maksudnya?
Melihat anggukan Elia, Prass segera melancarkan aksinya. Segera dia raih bibir ranum di depannya itu. Menciumnya dengan dalam dan penuh gelora.
Elia menerimanya dengan kikuk dan kebingungan. Apa yang dikatakannya salah? ko Prass jadi bergairah begitu, hingga sepertinya akan sulit dibendung. Elia tidak menyangka ucapannya dianggap Prass sebagai undangan pelepasan. Pelepasan kesucian seorang gadis????
Prass semakin tidak terkendali, tangannya sudah bergerilya kemana mana. Seperti anak kecil yang mendapat mainan baru, tiap inci mainan itu ia eksplor. Di angkatnya tubuh Elia, dia gendong dan dibawanya ke ranjang kamar tidur.
Direbahkannya Elia dengan hati hati dan pandangan pun tak lepas dari gadis itu. Wajah Elia merah, menahan malu. Hatinya berdesir, jantungnya juga berdetak kencang. Dia juga merasa ratusan kupu kupu ada di dalam perutnya berterbangan membawa desiran dan gejolak jiwa mudanya yang mulai merasa rangsangan.
Prass tak mau buang waktu. Diraihnya kembali bibir ranum Elia. ********** dengan dalam, seakan tak peduli meski sekarang ada hujan badai sekalipun dia tak mau melepas gadis itu barang sedetikpun.
***hmmmmm.....bagaimana selanjutnya ya....
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak ya reader... like koment n vote😘
bersambung***-------