
Besok malam akan diadakan pesta ulang tahun Risa. Keluarga Risa mempersiapkan acara khusus untuk Risa. Acara itu spesial karena sekaligus pengumuman pertunangan Risa dengan Arya.
Arya sebenarnya menolak acara pertunangan itu, namun keluarga khususnya sang ibu mendesaknya agar mau bertunangan. Seluruh karyawan kantor termasuk Elia masuk dalam daftar undangan.
" Selamat ya Pak Direktur atas rencana pernikahannya..." Elia memberi ucapan saat ketemu Arya di loby kantor sambil menunjukkan kartu undangannya.
" Ini belum pernikahan El...." respon Arya dingin.
Aku sebenarnya tak menginginkan ini terjadi El, apalagi sejak kita bertemu lagi. Besar sekali harapanku bisa bersanding denganmu. Aku sangat ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu...kau tahu El, hatiku sakit dengar ucapan selamatmu itu. Andai kau menentangnya aku bersedia meninggalkan semua yang kumiliki untuk bisa bersamamu... Arya bergelut dengan fikirannya sendiri.
Malam pertunangan...
Sebuah gedung di balai kota disulap bak istana. Ini terlihat terlalu mewah untuk sebuah acara ulang tahun ataupun pertunangan. Di tiap sudut ruang ada buket bunga besar yang menghiasi, juga berbagai pernak pernik pesta bernuansa gold yang sangat elegan. Ada kue ulang tahun besar berangka 26 di tengah ruangan. Di salah satu sisi ada panggung kecil untuk live music guna hiburan di sela acara. Dan yang pasti paling menyita perhatian adalah ratu acara malam ini, Risa. Penampilannya sangat anggun dan cetar membahana. Memakai gaun model streples warna putih dengan bawahan tile gownball bagai putri yang sedang duduk diatas daun teratai. Tiara yang ia sematkan di pucuk kepalanya menegaskan siapa pemilik acara malam ini.
" Elia...kamu Elia kan??" seorang ibu dengan dandanan yang anggun menyapa Elia.
" Tante, apa kabar? iya ini Elia..." ternyata ibu Arya melihat Elia di tengah kerumunan tamu yang datang.
" Kamu ko bisa dateng? suami kamu mana?" Elia hanya tersenyum. Belum menjawab seseorang sudah menyapa Nyonya Bram dan beliau pun meninggalkan Elia.
__ADS_1
Acara puncak pun tiba, seorang mc memulai acara. Arya dan Risa bagai putri dan pangeran negeri dongeng, cantik dan tampan. Elia bahagia Arya sudah mendapatkan kebahagiaannya.
Elia berdiri tersenyum menyaksikannya. Hingga pandangannya tertuju pada sosok yang sangat dikenalnya.
Mas Prass??? benarkah itu? kenapa dia disini? mencarikukah???... Mata Elia berbinar ingin segera mendekatinya. Namun kenyataannya Elia malah justru menjauh. Prass tidak sendiri, dia bersama dokter Sandra!
" Rekan rekan, mohon perhatiannya sebentar..aku mau ngenalin sepupuku yang jauh jauh datang ini..dia juga dokter loh..ayo kemari Sandra..." Ucap Risa di sela sela acara.
Sandra dan Prass maju ke depan. Arya yang melihat kedatangan Prass kaget, begitupun sebaliknya. Tapi mereka pura pura tidak saling mengenal.
" Selamat ya Ris..semoga kamu panjang umur dan bahagia selalu..." ucap Sandra sambil memeluk dan cipika cipiki dengan Risa.
" Baru akad nikah aja ko..besok kalau resepsi aku undang deh..hehehe...." jawab Sandra sumringah.
Pyaaaar....
Suara gelas pecah mengagetkan para tamu. Semua tertuju ke satu arah, sumber suara. Elia menjatuhkan gelasnya. Matanya berkaca kaca menatap ke arah suaminya. Entah masih pantaskah disebut suaminya lagi atau bukan.
Merasa semua mata menuju ke arahnya, Elia tersadar lalu berlari keluar dari acara. Pikirannya kalut mendengar suaminya sudah menikah lagi. Dia merasa langit runtuh, hatinya hancur bagai di hantam batu besar. Entah apa yang bisa dilakukannya saat ini.
__ADS_1
Prass dan Arya yang melihat Elia lari, langsung mengejarnya. Mereka tidak peduli acara masih belum selesai. Meninggalkan keluarga dan koleganya begitu saja. Yang paling syok tentu dua wanita itu, Sandra dan Risa.
" El..Elia...kau dimana?" teriak Arya kebingungan mondar mandir di depan gedung. Melihat Prass ada di sampingnya amarah Arya memuncak.
bruuuuugh....
Arya langsung membogem keras Prass yang masih kebingungan dengan kepalan tangannya. Prass tidak menyangka bisa bertemu dengan istrinya dalam keadaan seperti ini.
" Hei bung, apa apaan ini...?! Wajah Prass memerah, bukan hanya karena kesakitan tapi juga menahan kemarahan.
" Kau tidak tahu kesalahanmu? kau sudah menelantarkan istrimu...bahkan kau menikahi orang lain saat kalian jelas jelas belum bercerai??..cuih..siapa kamu tega teganya memperlakukan Elia seperti itu..." Arya berkata penuh emosi. Dia mencengkram kerah baju Prass sambil meludah ke arah samping.
" Lepaass, jangan asal menuduh...Elia yang pergi dari rumah! dia yang menyuruhku menikahi Sandra..." kilah Prass.
" Kalau kau memang sudah tidak mencintai dia..lepaskan dia...dia berhak bahagia..kau pikir melihat suaminya menikah lagi dia bisa bahagia???haaaah....!" Arya masih dipenuhi emosi. " Kalau kau memang sudah tidak sanggup untuk membahagiannya, aku yang akan melakukannya..aku akan membuatnya jadi wanita paling bahagia di bumi ini..camkan itu..Aku akan membuatnya kembali padaku..." imbuhnya seraya pergi meninggalkan Prass.
Prass terdiam.
dimanakah Elia???? akankah ia bertemu Prass kembali?
__ADS_1
bersambung....