Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
oh Arya...sweet banget


__ADS_3

kriiiiingggg.....


Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Saat paling menyenangkan bagi para penghuni sekolah. Terutama para murid sekolah itu. Masa pulang sekolah adalah yang paling menyenangkan bagi para siswa putih abu abu. Waktunya bergaul dan berkumpul bersama teman, ya sekedar nongkrong di warung bakso ataupun mngerjakan tugas kelompok. Meski kadang tujuan kerja kelompok berakhir dengan acara gosip menggosip aja, haha....khusus anak cewek ini wajib.


Tapi hal itu tidak berlaku buat Elia. Dia harus selalu pulang tepat waktu. Pekerjaan rumah menumpuk. Belum lagi dia harus membantu ibu tirinya yang punya usaha laundry. Meski dia ikut kerja keras tak sepeserpun ia dapatkan. Buatnya yang penting ayahnya bahagia karena hanya beliau yang dia punya. Entah kenapa ayahnya sangat mencintai ibu tirinya itu. Hingga segalanya ia serahkan padanya. Memang diawal pernikahan ibu sangat baik dan penyayang. Namun ternyata itu hanya sementara. Setelah semua harta menjadi miliknya, ia berubah jadi kasar dan semena mena. Mungkin ada penyesalan di hati ayah melihat penderitaan Elia, namun Elia selalu meyakinkan ayahnya kalo dia baik baik saja.


Elia berjalan keluar kelas menuju gerbang sekolah. Ternyata sudah ada seseorang yang menunggunya.


" hai El..." sapa orang itu.


" hai juga kak.." jawab Elia dengan senyum mengembang.


" kamu langsung pulang?"


" iya kak..seperti biasa.."jawab Elia.


" kamu bisa ikut aku sebentar ga?" tanya sosok itu yang tak lain Arya kakak kelasnya.


Elia tertegun, bimbang antara harus ikut tidak.

__ADS_1


" mau aja El...." ucap seseorang dari belakang Elia. Ternyata Septi sahabatnya,entah sejak kapan dia berdiri di belakang Elia.


" kamu juga butuh hiburan, jangan kerja bakti mulu...banting tulang bantuin ibu tiri kamu yang peeeliiiitnyaa setengah hidup..."Septi nyerocos dan Elia hanya bisa diam.


"oia memang kita mau kemana kak?" tanya Elia pada Arya.


"hmmmm...ga jauh ko...nanti aku telfonin ayah kamu buat minta ijin, gimana?".." ini kan ayahmu masuk shift siang".


"baiklah kak...." jawab Elia.


" naah gitu dong El...kamu sesekali harus refreshing..." ucap Septi sambil menyenggol lengan Elia. "yaudah..aku duluan ya El...mari kak Arya, saya pulang dulu..".


" ko asep????" Septi memanyunkan bibir dan berlalu meninggalkan mereka yang mentertawainya.


Arya memberikan helm pada Elia dan merekapun pergi. Tapi ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Tria sangat geram melihat pemandangan itu.


Motor sport Arya melaju menuju arah jalan Jogja Magelang. Melaju kencang namun penuh kehati hatian. Sesekali mereka ngobrol dan saling melempar candaan. Benar benar membahagiaan bersama cowok ganteng itu.Seakan semua beban di pundak Elia hilang seketika.


Beberapa saat kemudian motor berbelok munuju jalan yang asing buat Elia.

__ADS_1


" kita mau kemana kak?.." tanya Elia penasaran.


" nanti kamu juga tahu..sabar ya.."


Perjalanan mereka di suguhi pemandangan pegunungan yang asri dan penuh kedamaian. Dengan hati hati Arya melajukan motornya karena jalan berkelok dan menanjak.


Setelah beberapa saat sampailah mereka. Nampak papan besar bertuliskan KETEP PASS.


"hmmmm...indah sekali kak..sejuk juga..." ucap Elia dengan mata berbinar.


" kamu suka El?.."


" iya kak..suka sekali.." senyum pun mengembang dibalik wajah syahdunya. Pemandangan berlatar belakang gunung merapi itu memang sangat menyejukkan hati siapapun yang menatapnya.


Setelah membeli tiket merekapun kedalam menikmati panorama keindahan yang Tuhan ciptakan. Hati Elia benar benar damai dan merasa sangat bahagia. Canda dan tawa mengiringi langkah mereka, beban Elia seakan terangkat semua karena sikap Arya yang selalu menggodanya dan membuatnya tertawa.


Selain pemandangan yang indah disana juga terdapat museum vulcanology, beberapa spot photoselfie serta ada volcano theatre yang menyuguhkan film tentang kedahsyatan letusan gunung merapi.


" El...kamu mau nggak jadi pacar aku?..."

__ADS_1


__ADS_2