
Angin sepoi sepoi bertiup lembut. Dengan cahaya jingga menambah hangat suasana senja ini. Ayah Zani dan Elia sedang bersantai di teras rumah. Ibu Utri masih ada di laundry. Hari ini Elia libur.
" kamu mau kuliah dimana El?..trus mau ambil jurusan apa?" cerca Ayah Zani.
" hmmmm...apa yaaa...El juga bingung..." jawab Elia ragu.
tiba tiba....
" siapa yang mau kuliah??? Elia tidak akan kuliah..dia akan bekerja." kata Ibu Tria begitu sampai rumah.
" Tapi bu, Elia ini pinter..sayang kalau tidak melanjutkan..kita punya tabungan kan bu????" Ayah menimpali dengan nada agak ditinggikan.
" Itu tabunganku, akan kugunakan untuk kuliah Tria. Kalau Elia mau kuliah suruh dia cari biaya sendiri." ucap ibu Utri.
" Buuuu...kenapa kau kejam begini???!" rutuk ayah.
" Sudah sudah jangan bertengkar lagi!...aku akan kerja saja Yah..nanti aku bisa sambil kuliah kok..ayah ga usah khawatir.." ucap Elia sambil berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Aku ga mau melihat ayah sedih. Hanya ayah satu satunya orang yang tulus menyayangiku. Aku akan jadi orang sukses demi Ayah dan membuatnya bangga. Aku bertekad akan sukses dengan usahaku sendiri.
Butir butir lelehan air matanya deras mengalir. Elia meluapkan perasaan sedihnya dengan cara menangis. Cara itu cukup ampuh memperbaiki perasaannya, hingga dia pun akhirnya terlelap dalam buaian mimpi.
----------------------------
Elia sudah diterima kerja sebagai cleaning service bandara baru di Yogyakarta. Dia bekerja di Yogyakarta International Airport. Bandara baru ini terletak di kabupaten Kulon progo. Elia tinggal di tempat kost dekat tempat kerjanya.
"Elia, kamu masuk pagi lagi?" tanya Prass atasan Elia saat melihat Elia keluar dari ruang ganti.
" Iya Pak..menggantikan Tyas, dia lagi sakit..."
Prassetyo nugroho, Manager bagian pemeliharaan di tempat kerja Elia. Usianya baru 24 tahun, ramah dan care dengan anak buahnya. Terutama dengan Elia, dari awal pendaftaran karyawan baru dia sudah tertarik dengan gadis itu. Mungkin karena itu Elia jadi satu satunya karyawan dari luar daerah yang diterima kerja. Padahal sebenarnya yang dicari mayoritas domisili Kulon progo.
Di akhir shift setelah membersihkan badan dan ganti pakaian Elia keluar pulang menuju tempat kost. Prass sudah menunggu di luar, dia ingin mengantar Elia pulang.
"El...aku antar ya...sekalian nanti temenin aku bentar nyari sesuatu..."ucap Prass saat melihat Elia.
__ADS_1
" hmmmm..." Elia hanya berdehem ragu. Dia masih berfikir menerima tawaran Prass apa tidak.
" Ayolah El...aku mau cari kado buat ibu, beliau ultah..aku bingung harus beli apa, kamu kan cewek pasti bisa bantu aku..." Prass mencoba meyakinkan, karena melihat keraguan di wajah Elia.
" Baiklah Pak..mariii..." jawab Elia tersenyum. Begitu mendengar kata Ibu hatinya bergetar.
Sesaat setelah mendengar jawaban Elia, Prass tersenyum lebar. Hatinya berbunga bunga. Dia benar benar mengumpulkan keberanian untuk bisa mengajak Elia jalan jalan. Dia selalu memperhatikan Elia, dia kerap melihat kesedihan di wajah manis itu. Dia jadi penasaran dengan kehidupan Elia di luar pekerjaannya.
"El...kamu ko ga kuliah aja..aku liat nilai kamu bagus semua loh..."tanya Prass. Elia tidak menjawab, dia hanya tersenyum.
" kamu ko malah senyum..ntar aku jadi naksir kamu loh..." goda Prass.
" Ah.. bapak bisa aja..." Elia menjawab sambil menahan malu. Dia tau pasti wajahnya sudah seperti udang rebus, merah merona.
" hahaha..kamu lucu deh kalo malu malu gitu..."
Tiba tiba pikiran Elia melayang mundur ke setahun yang lalu. Ya saat dia masih bersama Arya. Cinta sesaat yang benar benar teramat sulit untuk dilupakan. Hingga dia pun masih belum bisa membuka hati untuk lelaki lain. Apakah dengan Prass dia bisa memulai hal dan cinta yang baru????
__ADS_1
---seru kali ya kalo Arya tiba tiba muncul🙄---