Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
hari pernikahan


__ADS_3

Prass yang biasanya banyak bicara kini hanya diam. Dia memcubit lengannya sendiri.


hmmmm...sakit..brarti ini bukan mimpi...gumamnya dalam hati.


" kamu bersedia menikahi Elia?" tanya ibu tegas.


" aa....apa?? oia tentu pasti aku mau..." jawab Prass gugup.


" kalau begitu segera persiapkan lamaran segera..kalau perlu besok kita laksanakan..." ucap ibu Prass.


Akhirnya keluarga besar Prass datang untuk melamar Elia. Keluarga Elia sangat bahagia tak terkecuali Tria, dia senang Elia tidak akan mengganggu hidupnya lagi, padahal yang terjadi justru sebaliknya dia yang selalu mengganggu Elia.


Namun jauh di lubuk hatinya, ini bukanlah yang ia inginkan. Meski hatinya bagai teriris sembilu namun bibirnya tetap mekar mengumbar senyum.


Orang yang paling bahagia jelas Prass. Hmmm, dia selalu tertawa lebar. Dia masih tak menyangka Elia benar benar akan jadi miliknya.


---------------------


Satu bulan setelah lamaran, acara pernikahan dilaksanakan. Rumah Elia dihias cantik. Pengantinnya juga dirias cantik, Tria juga ikut dirias sebagai pagar ayu.


" Maaf ya mbak, aku mah nglangkahin kamu nikah duluan..." ucap Elia pada Tria.

__ADS_1


" gapapa El..aku ikut bahagia buat kamu..."


" Sudah pada siap belum? ijab qobul mau dilaksanakan sekarang..." ujar Bu Utri saat masuk ke kamar Elia.


" Sudah bu..." jawab Elia dan Tria bersamaan.


Elia keluar kamar didampingi Tria dan Bu Utri. Dia terlihat cantik dengan kebaya putih dengan hiasan bordir dan payer pink. Dengan sanggul khas jawa dan kain jarik untuk bawahannya. Dia tertunduk malu melihat tetamu yang sudah menunggu. Sesekali ia melihat mereka dan pandangannya bertemu dengan Prass calon suaminya. Dia terlihat tampan dengan jas warna natural sesuai dengan kebaya Elia.


Prass terpana dengan kecantikan Elia, karena memang Elia jarang memakai make up dalam kesehariannya. Dia masih tidak percaya Elia akan menjadi miliknya. Dia sudah bertahun tahun mengharapkan ada dalam situasi ini, menikah dengan gadis yang sangat ia cintai.


" Baiklah mari kita segerakan pernikahan ini. Mari pengantin bersiap di tempatnya. Bapak wali juga saksi silahkan bersiap." ucap Pak penghulu.


Mereka bersiap sesuai instruksi yang diberikan. Pak Penghulu membacakan hal hal yang penting sebelum melaksanakan Ijab qobul. Bapak Zani selaku Ayah Elia berperan menjadi wali nikahnya. Dia semakin sehat semenjak Elia memutuskan menikahi Prass.


"Saya terima nikah dan kawinnya Elia Permata Nurani bin Zani dengan mas kawin tersebut dibayar tunai..!!!" jawab Prass tanpa rasa gugup.


"Bagaimana para saksi? sah?"


"saahhh..!" ucap para saksi dan tetamu bersamaan.


"Tungguuu...!" ucap seseorang tiba tiba masuk ke tempat acara.

__ADS_1


"Kak Arya..." ucap Elia pelan. Namun masih di dengar Prass. Ada raut tidak suka di wajah Prass, dia merasa orang itu datang di waktu yan tidak tepat.


" El, aku pulang...tolong hentikan pernikahan ini...kembalilah padaku El..." Arya berlutut bersimpuh tanpa rasa malu sedikitpun. Orang orang mulai berbisik, Elia menatapnya nanar. Jauh di lubuk hatinya bahagia seorang yang selalu dirindukannya hadir kembali. Namun di waktu yang sangat sangat tidak tepat.


Prass mengepalkan tangannya, amarah di dadanya dengan susah payah dia tahan. Apalagi dia melihat gurat kesedihan di wajah Elia.


Apa kamu akan membatalkan pernikahan ini El...sungguh aku tidak sanggup untuk melepaskanmu kali ini, kamu harus jadi milikku El, hanya milikku...! Teriak Prass dalam hati.


Elia merasa dilema. Mana yang harus dia pilih, hatinya atau hati orang orang di sekelililingnya. Mereka menatap Elia dengan pandangan yang tak bisa diartikan. Jika Elia sosok yang egois tentulah dia akan berbaur menuju Arya untuk memeluknya. Tapi dia menatap sekelilingnya, ada Prass orang yang akan sangat kecewa. Ayah dan keluarganya! lalu Ibu Prass beserta keluarganya.


Aku tidak akan membatalkannya. Aku sudah tidak peduli dengan hati dan perasaanku. Perlakuanmu padaku sudah mematikan nafas cintaku. Aku hanya akan memperjuangkan kebahagiaan orang orang yang tulus menyayangiku. Sedang kamu Kak? benarkah kau tulus padaku? mungkin esok kau akan seenaknya pergi lagi meninggalkanku tanpa kejelasan lagi... Batin Elia, hingga tak terasa bulir bilir air mata menetes.


" Lanjutkan acara Pak..tidak usah pedulikan orang itu.." pinta Elia.


"Kamu yakin El? " tanya Prass menatap Elia tajam. Elia hanya mengangguk pelan.


Acara dilanjutkan sampai selesai. Arya sesenggukan pergi meninggalkan pernikahan Elia. Dia merasa Elia sangat kejam. Langkahnya terasa berat, hati dan perasaannya hancur lebur. Ada penyesalan mendalam yang membuatnya serasa ingin pergi meninggalkan dunia ini.


***semoga keputusan Elia adalah yang terbaik...


dukung terus author ya....

__ADS_1


bersambung***...


__ADS_2