Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
kedatangan Risa


__ADS_3

" Pekerjaanmu sudah selesai El..." Arya tiba tiba muncul di depan Elia. Dia duduk di meja kerjanya.


" Belum..ada apa?" jawab Elia ketus.


" Hei kamu ko ga sopan gitu sama bos kamu...minta dipecat ya?" ucapnya dengan nada mengancam. Tapi sebenarnya dia tersenyum mengatakannya.


" silakan saja...itu yang aku harapkan, aku tidak perlu membayar denda tapi aku bisa keluar dari perusahaan ini.." Elia berdiri dengan senyum merekah.


" hahaha...ayo bersiap, temani aku meeting sama klien..." Elia belum menjawab, dia malah melihat ke arah jam, sudah jam makan siang rupanya.


" Sekalian makan siang..aku traktir, sebagai tanda permintaan maaf sudah menghapus file kerjamu..kalau kamu menolak kamu akan dapat SP..." Ucap Arya sambil berlalu pergi.


Elia berfikir sejenak, perasaan sebal memenuhi relung hatinya. Akhirnya dia putuskan mengikuti bosnya.


Sejurus kemudian mereka telah sampai di sebuah kedai. Elia terkesiap, dia sangat mengenal tempat itu. Tempat dia menghabiskan waktu bersama Arya saat masa SMA dulu. Meski hanya beberapa kali ke tempat itu, memori kebersamaan itu masih terpatri dalam kenangannya.


" kamu masih ingat tempat ini El?" Arya bertanya tanpa menoleh ke arah Elia. Elia sendiri sibuk dengan fikirannya sendiri jadi tak mendengar pertanyaan Arya. Mereka seakan kembali ke masa SMA dulu.


" Kenapa kita kesini Pak?" Elia tersadar dari lamunannya. " Tadi bilangnya ketemu klien...."


Arya hanya tersenyum, lalu dia masuk ke kedai. Elia pun mengekor di belakangnya.


" Pesan apa El..." tanya Arya.


" Terserah Bapak saja..."

__ADS_1


" Jangan panggil bapak to..kak Arya ja..seperti dulu..." Elia hanya diam, mengedipkan kedua matanya berkali kali.


" Bapak kan atasan saya..."


" Iya kalau di kantor..kalau di luar kita teman....kamu masih menganggapku teman kan?" tanya Arya sambil menoleh ke arah Elia.


Kamu kok berubah baik kak...kamu membuatku bingung. Kemarin kau jadi sosok penuh dendam saat melihatku...sekarang kau jadi kak Arya seperti yang ku kenal dulu...


Setelah selesai makan dan ngobrol, mereka kembali ke kantor. Elia merasa ada penyegaran dalam fikirannya. Dia merasa lega bisa bercerita panjang lebar dengan mantannya itu. Dulu dia bisa membicarakan semua hal dengan Arya.


Tiba di kantor mereka dikagetkan dengan suara cempreng seorang perempuan yang masih duduk di kursi lobby kantor.


"Arya..kekasihku tersayang kamu ko lama banget...dari tadi loh aku nunggunya...." ucap seorang gadis cantik langsung menghambur ke arah Arya dan memeluknya.


"Eeitz..kamu apa apaan sih Ris...." Arya mencoba menghindari pelukan gadis itu namun gagal. Si gadis sudah nemplok erat di badan Arya. Elia tersenyum geli lalu berlalu meninggalkan dua sejoli itu.


Elia tidak menunjukkan rasa cemburu sedikitpun. Karena memang cinta untuk Arya sudah terkubur dalam. Melihat Arya sudah punya kekasih dia merasa senang, itu berarti saat ini antara Arya dan dirinya benar benar murni hubungan kerja. Elia sempat kege eran kalau Arya masih mencintainya.


Elia sedang serius bekerja saat Arya dan Risa datang mau masuk ruangan Arya.


"Hai...kamu sekretaris baru ya.." ucap Risa tiba tiba mengagetkan Elia. Spontan Elia berdiri dan memberi hormat.


"Iya nona, maaf saya tidak melihat kedatangan anda..ada yang bisa saya bantu?" Elia kemudian melirik Arya yang tengah memandangnya. Arya pura pura tidak melihatnya lalu berlalu masuk ke ruangannya.


" Nama kamu siapa?..aku Risa, calon istrinya Arya."

__ADS_1


"Saya Elia nona..."


Seketika wajah Risa berubah. Dahinya mengerut hingga kedua alisnya seolah menyatu. Dia melihat Elia dari atas ke bawah, seakan menyimpan tanda tanya besar.


Tanpa bertanya apapun lagi dia langsung masuk ke dalam ruangan. Elia mengangkat kedua bahunya, heran dengan sikap kekasih bosnya itu.


Di dalam ruangan Risa memandang dingin Arya. Mereka duduk berhadapan.


"Apa karena dia kamu menolak utuk segera menikah denganku?" Risa bertanya dengan sorot mata tajam.


" Maksud kamu apa?" Arya justru balik bertanya.


" Dia Elia kan? mantan kamu...ternyata orangnya biasa saja, lebih cantikan aku..Aku juga seorang dokter, tentulah kelasnya ada di bawahku..."


" Risa..Risa..pikiranmu picik sekali...kalau sudah tidak ada yang penting, kamu bisa pulang..maaf hari ini aku sibuk..." ucap Arya tanpa melihat ke arah Risa. Dia fokus dengan laptopnya.


Risa keluar ruangan Arya dengan kemarahan. Dia menatap sinis Elia saat lewat depan meja kerjanya.


Ada apa ya..kenapa nona itu seperti tidak suka denganku..


Elia berfikir sejenak. Hatinya merasa tidak enak melihat Risa memandangnya seperti itu. Tapi akhirnya ia tepis semua prasangkanya. Dia berfikir itu hanya karena sensitivitasnya sedang naik karena pengaruh kehamilannya.


Jodoh bukanlah pilihan manusia, kalaupun dipaksa jika bukan kehendak yang kuasa pasti akan terpisah jua...


Bagaimana kelanjutan kisah cinta Elia?

__ADS_1


Ikuti terus ya, jangan lupa dukungannya...


bersambung....


__ADS_2