
Beberapa hari ini Elia mulai menata hatinya. Dia sudah ikhlas jika memang tali jodohnya dengan Prass akan segera berakhir. Dia menunggu surat perceraian yang mungkin akan segera dikirim kepadanya. Meski sakit dan perih hatinya tak berperi ia harus tetap tegar demi anak dalam kandungannya. Dia akan segera mencari pekerjaan. Mumpung perutnya belum membesar ia berharap bisa segera mendapat pekerjaan. Elia sudah punya ijazah sarjana dan dia juga masih muda baru 24 tahun.
Sampai dengan bulan ini Prass memang masih tetap mentransfer uang untuk Elia, namun dia tidak mau berharap lagi untuk seterusnya. Dia ingin mandiri agar bisa membesarkan anaknya dengan baik.
Elia mengirim beberapa berkas lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan. Dia berharap ada panggilan di salah satu tempat itu. Apapun pekerjaannya dia akan menerimanya.
" Tuhan, bantu Elia agar bisa segera dapat pekerjaan...aamiin..." ucapnya sambil menengadahkan kedua tangannya.
" Aamiin..." Ibu Utri tiba tiba muncul di belakang Elia. " Sebenarnya di tempat Tria kerja ada lowongan, tapi jauh di Surabaya..kamu mau?" imbuhnya.
" Elia pingin disini aja bu...Elia masih berharap bisa bertemu mas Prass lagi..hanya sekedar memberitahu tentang bayi ini.. Elia ga percaya mas Prass akan setega ini jika tahu ada bayinya di perut Elia..." Elia berucap dengan mata berkaca kaca.
" kamu yang sabar El...pasti esok kamu akan mendapat kebahagiaan sejati..." ucap Ibu sembari memeluk Elia.
--------------
Sudah beberapa hari Elia menunggu panggilan namun tak kunjung ada. Tiba tiba ponselnya berdering, sebuah nomor asing menghubungi.
" hallo, selamat siang.. bisa bicara dengan nona Elia Permata Nurani?" terdengar suara dari seberang.
" Iya saya sendiri..." jawab Elia.
" Ada panggilan interview di PT Berkah holding, apakah anda bersedia?" lanjut suara perempuan itu.
" Tentu..kapan ya?"
" Besok pagi kami tunggu ya..."
__ADS_1
" Iya, terimakasih..."
Sungguh girang bukan kepalang Elia mendengarnya. Dia mengelus pelan perutnya. Berharap semoga ini jadi jalan rejeki si calon jabang bayi di rahimnya.
Keesokan paginya setelah ayam berkokok dia bersiap untuk interview. Dia perpamitan dengan ibunya kemudian pergi menuju alamat yang sudah diberikan. Bermodal pakaian hitam putih khas orang cari kerja dia langkahkan kaki dengan penuh semangat.
Setibanya di tempat yang ia tuju, ia bertanya pada resepsionis dan segera menuju tempat yang sudah ditentukan. Ia menunggu di suatu ruangan yang agak besar dengan meja lebar dan panjang dengan deretan kursi mengitarinya. Tiba tiba seorang perempuan setengah baya datang.
"Selamat siang nona Elia?" ucapnya sambil menyodorkan ujung lengannya.
" Selamat siang bu...."
" langsung saja ya nona, ini surat kontrak kerja yang harus anda tandatangani dan anda bisa mulai kerja besok..."
" haaah...secepat itukah?" Elia terkaget kaget.
" Apa anda menolak?"
" Selamat bergabung dengan perusahaan kami nona. Anda bisa mulai bekerja esok hari..." ucapnya kembali menyodorkan tangan untuk bersalaman.
" Iya bu..kalau boleh tahu saya bekerja di bagian apa ya?" tanya Elia penasaran.
" Sebagai sekretaris Direktur..." Jawab ibu itu mantap.
Elia penasaran bagaimana bisa secepat itu dia diterima kerja. Seakan semua mimpi, namun ia bersyukur bisa segera mendapatkan pekerjaan. Meskipun rasanya agak aneh tapi dia berharap semua baik baik saja.
-----------
__ADS_1
Esok hari di PT berkah holding. Elia sudah datang dengan setelan kerja rapi. Dia bersyukur kehamilannya tidak merepotkan sehingga tidak begitu mengganggu aktifitasnya. Dia berharap bisa tetap bekerja saat perusahaan tahu akan kehamilannya.
" Nona, ini meja kerja anda. Ruangan bos ada persis di depan meja kerja anda. Silakan anda rapikan senyaman anda, sebentar lagi bos datang dan anda bisa memperkenalkan diri.." ucap perempuan cantik itu sambil mengangguk lalu pergi. Elia hanya membalas mengangguk juga.
Beberapa saat kemudian bos yang ia tunggu datang. Seorang lelaki sekitar 30an tahun datang. Elia menyapa sambil membungkukkan badannya.
" Ikut ke ruangan nona..." ucapnya. Elia mengikuti lalu masuk ke ruangan itu." Ini beberapa berkas yang harus anda pelajari dan harus anda kuasai." Ucapnya menyodorkan setumpuk map yg agak tebal.
" Baik Pak Direktur..." Jawab Elia. Lelaki itu hanya tersenyum. Tiba tiba muncul seseorang di balik pintu.
tap..tap..tap..
Suara sepatu dengan langkah yang mantap memasuki ruangan. Seorang lelaki muda dengan umur sekitar 25 tahun masuk ruangan dengan gagahnya. Mata Elia membulat sempurna karena kaget. Dia sangat tidak asing dengan pria itu. Mulutnya juga ternganga kaget.
" Selamat siang.. anda sekretaris baru ya..semoga bisa bekerja sama..." ucap orang itu langsung duduk di kursi direktur. Tangannya melambai pada pria tadi seakan memberi kode agar segera meninggallkan ruangan. Lelaki itupun langsung keluar meninggalkan ruangan.
" Apa kabar El...." ucapnya.
" Baaaik..." jawab Elia canggung. Dia menunduk, semua keberanian yang ia persiapkan dari rumah semua ambyar berhadapan dengan bos barunya. Dia merasa ingin menghilang saja dari ruangan itu.
" Tidak menyangka kita bisa bertemu lagi ya El..." ucap lelaki itu dengan ucapan yang hangat, tersenyum dengan senyum yang melelehkan hati tiap kaum hawa yang melihatnya. Elia kembali menunduk, pikirannya kembali ke beberapa tahun lalu saat terakhir bertemu dengan lelaki di depannya itu. Ya, saat hari pernikahannya. Hari dimana dia benar benar menyakiti hati lelaki itu. Sekarang Elia bertemu kembali dalam keadaan yang berbeda. Lelaki itu tersenyum tulus, berbeda dengan saat itu saat pelupuk matanya di penuhi dengan lelehan air mata.
" Elia...." panggil bos itu membuyarkan lamunan Elia.
" Iya kak Arya...."
bagaimana kelanjutan kisah ini ya...tetap ikuti ya readers....
__ADS_1
jangan lupa selalu dukung author๐๐๐
bersambung.....