
Sandra menatap nanar kamarnya yang hancur karena ulahnya tadi. Kedua matanya masih merah dan bengkak. Hati dan fikirannya penuh kebencian, kemarahan namun juga kesedihan.
Dia meratapi nasibnya yang malang. Bertahun tahun menahan rasa cinta yang bertepuk sebelah tangan, sungguh rasa itu sangat menyakitkan. Sakit sekali meski tak berdarah. Dan kini, saat pujaan hatinya sudah jadi miliknya tidak ada rasa bahagia yang ia rasakan. Prass memang telah jadi suaminya, namun hati dan raganya tidak pernah bisa Sandra miliki. Prass menutup seluruh akses dan jalan menuju hatinya.
Aku ingin berjuang sekali lagi untuk rasa cinta ini. Biarlah aku tetap begini asal Prass selalu ada di sampingku. Terserah dia anggap aku ada atau tidak. Aku ingin Elia pergi dari kehidupan Prass untuk selamanya.
Sandra meraih ponselnya.
" Hallo, Elia?..ini Sandra..ada yang penting yang harus kusampaikan..." Terdengar suara balasan dari seberang.
" Oke, aku tunggu di cafe X nanti siang jam 11..."
Lalu ia menutup ponselnya dan bersiap untuk pergi. Dia mau check out dari hotel hari ini juga.
Elia sudah menunggu di cafe sesuai janjinya dengan Sandra. Dia penasaran dengan apa yang akan Sandra katakan. Sejenak ia elus perutnya yang agak buncit, namun tertutup bajunya yang longgar. Untuk menutupi kehamilannya Elia selalu menggunakan busana longgar.
" Maaf menunggu lama El...." Sandra datang dengan make up tebal. Namun tetap tak bisa menutupi matanya yang sembab.
" gapapa Mbak..."
Sandra memandang Elia dari atas ke bawah. Elia jadi salah tingkah, dia menelan salivanya dengan susah payah.
" Kamu tampak baik baik saja El..." ucap Sandra. Elia mengangguk. " berat badan kamu juga bertambah..."
__ADS_1
*deg!
Kenapa Sandra memperhatikanku begitu, jangan jangan dia curiga dengan perutku*.
Elia masih diam, dia hanya memperhatikan perkataan Sandra.
"Berarti kamu masih baik baik saja tanpa Prass kan?" hardik Sandra.
" Apa?" Elia terkejut.
" Langsung saja ya El, kamu tau kan aku sudah nikah sama Prass..kenapa kamu ga minta cerai saja? kamu kan masih muda, pasti masih laku meski jadi janda.." Sandra berkata sinis." Lagian kamu tidak bakal bisa memberi Prass keturunan, mending kamu sana cari duda yang udah punya anak biar kamu ga dituntut punya anak...jadi cepatlah bercerai dengan Prass.."
Nafas Elia memburu. Jantungnya berdetak lebih kencang. Dia tidak menyangka madunya berani berkata begitu. Sandra memang lebih tua dari Elia, tapi disini Elia adalah istri pertama, Sandra harusnya bisa menjaga sikap. Kalau bukan karena ijin Elia, Sandra tidak akan menikah dengan Prass.
" Kamu yakin akan tetap bertahan???"
" Selama Mas Prass masih menginginkanku aku akan tetap bersamanya..." Elia berusaha tegar memghadapi madunya yang sedang menekannya.
" Kamu pasti tidak akan di pedulikan Prass lagi El..dia hanya akan memandangku, hanya akan memperhatikanku.." Sandra begitu percaya diri.
" Hahaha...benarkah?" Elia tersenyum kecut.
Kau pikir aku tidak tahu kondisi rumah tanggamu. Mas Prass sama sekali tidak menyentuhmu.
__ADS_1
" Kalau kau hanya ingin omong kosong begini aku ga punya waktu lagi.." Elia hendak beranjak meninggalkan Sandra.
" Kau yakin akan tetap bertahan? lihat ini..." Sandra mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
Eli melihat dengan seksama. Dia sangat tahu apa itu. Testpack??!
" Apa maksud kamu San?" Elia terperanjat Sandra memberinya testpack kehamilan. Elia melirik tajam ke arah alat itu.
Dua garis merah???? positif!
Elia terdiam, membisu dan membatu. Hanya terdengar nafasnya kian memburu.
" Aku hamil El...anak Prass...!" Elia menatap Sandra tajam.
" Tidak mungkin, kamu pasti bohong! Mas Prass tidak pernah menyentuhmu..." Elia hampir kehilangan kesabarannya.
" Tidak menyentuhku???hahaha...siapa yang mengatakannya El...kamu ini lucu sekali, pernahkah kamu dengar ada kucing yang menolak ikan???" Sandra berkata dengan nada meremehkan. " Apalagi Prass adalah lelaki dewasa yang pernah merasakan ****, kamu yakin Prass tidak melakukannya padaku??? kamu lama meninggalkannya El...realitislah...."
jeeeeedeeeer......
Bagai petir di siang bolong. Elia tersadar apa yang dikatakan Sandra benar. **** adalah kebutuhan wajib lelaki dewasa. Tidak mungkin Prass bisa menghindari godaan Sandra, apalagi mereka sudah sah.
bersambung....
__ADS_1