Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
diam diam


__ADS_3

deg deg.....


Waktu seakan berhenti, hanya terdengar debaran jantung kedua anak manusia itu. Sebenarnya kata kata itu yang sangat dinanti Elia dari dulu. Tepatnya dari 3 tahun lalu saat pertama dia menyusul ayahnya ke tempat kerja. Dia melihat sosok anak muda sedang bermain basket di halaman rumahnya. Bermandi peluh namun sangat menarik dimatanya.


" ganteng sekali...." gumamnya waktu itu.


" El...." ucap Arya membuyarkan lamunan Elia.


" I....iiyaa kak..kenapa?"...


" apa jawaban kamu?"...


Elia kembali terdiam. Fikirannya melayang kembali ke beberapa waktu lalu. Tria, kakak tirinya pernah mengancam Elia.


" El...aku ga suka ya kamu deket deket apalagi sok akrab sama si Arya.."ucapnya.


"kenapa?".."aku dan dia berhak untuk dekat dan berteman."


" aku suka sama dia..aku ga suka ada cewek sok kganjenan kayak kamu deket deket dia.".." kalo kamu masih nekat deketin dia aku ga segan segan buat ngasih pelajaran ke kamu.."

__ADS_1


Sebenarnya Elia ga keberatan untuk menjauhi Arya. Karena Elia ga suka bertengkar dengan kakaknya itu. Tapi kenyataannya justru Arya yang selalu berusaha mendekati Elia.


" El....kenapa melamun lagi?"..."kamu ga suka sama aku?.."ucap Arya.


" bukan begitu kak..siapa sih yang ga tertarik sama kakak...ganteng, pinter jago olahraga pula..."


" trus?.."


" sebelum menjawab aku mau tanya, kenapa kakak suka sama El?" tanya Elia agak gugup.


" entahlah El...susah dijelaskan..yang pasti aku suka kepribadian kamu. Kamu sangat menghormati orang tua kamu, bahkan ibu tiri kamu yang tidak memperlakukan kamu dengan baik pun tetap kamu hormati. Kamu jg selalu sabar menghadapi Tria, aku sangat mengenal Tria, karena kami satu sekolah sejak SD. Dia pribadi yang sangat menjengkelkan." ucap Arya panjang lebar.


" ah kakak mengada ada saja. Aku ga sebaik dan sesabar itu kak..."


Elia bingung harus menjawab apa. Jujur dia sangat ingin selalu dekat dengan Arya. Selama ini bertemu dan bertatap muka dengan idaman hatinya itu bagai embun pagi yang selalu membawa kesegaran bagi hatinya. Meski ia tahu mentari akan selalu menghapus jejak embun itu. Tapi ia selalu berharap, tiap hari embun itu akan selalu datang. Jauh dilubuk hatinya ia tak ingin Arya hanya sebatas embun pagi buatnya. Ia juga ingin memilikinya seumpama mata air yang akan selalu mengalir.


" apa jawaban kamu El?.."


" aku juga suka kakak, tapi aku mau kita tidak mengumbar kedekatan kita kak..."

__ADS_1


" maksud kamu?"


" kita berhubungan diam diam ja kak..."..." aku ga mau menyakiti hati kak Tria, dia sangat memujamu kak..." ucap Elia lirih.


" baiklah kalo itu maumu...trimakasih princessku..." ucap Arya mengembangkan senyum diwajah manisnya..


Tangan mereka saling berpegangan. Menatap pemandangan dengan suasana yang menenangkan. Hamparan sawah nan hijau dengan latar belakang gunung merapi itu menjadi saksi penyatuan hati sepasang muda mudi yang sedang di mabuk asmara itu.


" aku bahagia sekali El..."


" aku juga kak...aku tidak menyangka bisa sedekat ini denganmu..."


" ya udah kita pulang yuk..dah sore...".."kita cari makan dulu, saking gugupnya ingin mengajakmu kencan aku jd ga doyan maem. Takut kamu menolakku El..."..." kamu itu pacar pertamaku El..."ungkap Arya.


" iyakah?..perasaan dulu kakak deket dengan beberapa cewek deh..ada Indah, Silvi sama Novy...aku tau itu loh.." jawabku memanyunkan bibir.


" hahaha..brati dari dulu kamu memperhatikanku ya El.." ucap Arya membuat semu merah pipi Elia.


" hmmmm...ga juga...kayaknya dh jadi rahasia umum deh.." Elia mengelak.

__ADS_1


" mereka itu yang mengejarku, tp aku tetep jaga hatiku buat orang yang tepat....ya kamu ini.." ucap Arya sambil mencubit hidung Elia.


"ihhhh...sakit kaaaak..." teriak Elia sambil berlari mengejar Arya di parkiran.


__ADS_2