Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
kesempatan terakhir


__ADS_3

" Kamu gila San, ngapain kamu nyamperin Elia..." Prass menggebrak meja kerja Sandra.


" Hahaha...dia lapor ya sama kamu..kamu tau Prass aku sudah eneg sama sikap kamu, kamu nikahin aku tapi tidak menganggapku ada..jadi lebih baik kita sama sama menderita..aku ga bisa sama kamu, kamu juga ga kan bisa bersama Elia.." Sandra tersenyum sinis.


" Oke Sandra...mulai saat ini kamu aku talak..kita tidak ada hubungan apa apa lagi." Prass bergegas pergi, meninggalkan Sandra dalam keterpurukan.


Prass langsung pergi berusaha menemui Elia, setelah dari semalam Elia tidak bisa dihubungi. Pikiran Prass kacau, dia tidak mau kehilangan jejak Elia. Prass tahu Elia pasti akan pergi untuk menghindarinya.


Saat sedang mengisi bahan bakar di POM, tidak sengaja dia membuka laci mobil. Ada sebuah kertas usang yang ternyata bertuliskan email dan password lamanya. Dia iseng membuka akun email lamanya.


Saat membuka dia melihat ada banyak email dari Elia.


deg....!


" Elia hamil??? ya Tuhan...kenapa dia tidak mengatakannya...pantas badannya lebih berisi..." Prass tertawa gembira, namun juga menangis. Dia berkali kali melihat foto USG yang Elia kirimkan.


" Aku tidak akan melepasmu El...tunggu aku..." Prass melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Klakson berkali kali ia nyalakan, mengebut dan menyalip kendaraan di depannya. Dia hampir tak mempedulikan keselamatan diri dan orang lain.


Di tempat lain, Elia sedang bersiap siap untuk pergi. Dia akan ikut dengan Arya, dia akan bekerja di cabang perusahaan Arya di pulau seberang. Dia berniat membuka lembaran baru disana.


flashback on...


Siang setelah pertemuan dengan Sandra. Elia kembali ke kantor. Dia menangis sesenggukan, Arya melihat dari balik kaca ikut terenyuh.

__ADS_1


" Ayo masuk ke ruanganku..." pinta Arya melalui telfon. Elia segera menyeka air matanya dan masuk ke ruangan.


" Iya Pak, ada yang bisa saya bantu?"


" Kamu mau pindah kerja ke Kalimantan?" Arya bertanya tanpa basa basi. Ia tahu Elia tidak mungkin mau pergi dengannya tanpa suatu alasan. Arya ingin Elia membuka lembaran hidup baru dan menghapus jejak Prass dari hidupnya. Sebenarnya Arya pun bersedia jadi ayah untuk bayi Elia, tapi ia enggan mengatakan langsung karena ia tahu Elia pasti menolak. Arya berharap kelak hati Elia akan terbuka lagi untuknya.


" Kalimantan?" Elia terkaget.


" Iya, saya mau buka cabang disana..., ini akan bagus untuk karier kamu.., disana kamu tidak akan jadi sekretaris saya, kamu akan langsung jadi manager..."


Elia terdiam, dia masih menimbang keputusan apa yang akan dia ambil. Melihat situasinya saat ini, memang lebih baik dia pergi. Agar Prass bisa melupakannya dan hidup bahagia dengan Sandra.


" Maaf Pak, saya fikirkan dulu masak masak...sekarang saya permisi.." Balas Elia sopan. Arya hanya manggut manggut.


flashback off...


" Kamu yakin dengan keputusanmu El? " tanya beliau.


" iya Bu...doain El ya..." ucap Elia sembari mencium tangan Ibunya. Mereka saling berpelukan sebelum akhirnya pergi menuju ke bandara.


Beberapa saat berlalu, Prass sampai di rumah bu Utri.


" Permisi bu, Elia ada? saya ingin bicara," Prass berharap mertuanya mau membantunya.

__ADS_1


" Ga usah cari dia lagi Prass, dia sudah pergi jauh..ikhlaskan dia, biarkan dia bahagia.." Ibu Utri gemas mendengar Prass telah menikah kembali.


" Tolong bu, beritahu saya Elia dimana...saya pasti akan membahagiakannya bu...." Prass menangkupkan kedua telapak tangannya.


" Kamu sudah menikah lagi bukan, kamu tidak berhak lagi atas diri Elia..." Ibu Utri masih kekeh.


Prass berlutut di depan mertuanya. Besar harapannya sang ibu mertua bisa mengatakan yang sebenarnya. Dia benar benar akan frustasi jika Elia meninggalkannya.


"Aku mohon bu, katakan dimana Elia...aku harus bertanggung jawab dengan bayinya bu..." Prass menitikan air mata mengingat Elia yang sedang hamil. Dia merasa jadi suami paling kurang ajar karena tak tahu kehamilan sang istri.


" Bayi? kau tau Elia hamil?...apa kau mengakuinya? bahkan ibumu sendiri tak menganggapnya cucu..." Ibu Utri berkata sinis.


" Ibu saya???" Prass terheran.


" Dulu saat Elia tahu dia hamil, dia ingin menemuimu...Saat dia menghubungimu ibumu yang mengangkat, kau tau yang dia katakan? dia meragukan anak di kandungan Elia..." papar ibu Utri. " Tapi dia masih ingin bertemu langsung denganmu, ia mencari di tempat kerjamu.. namun nihil, saat dia mencari di rumah ibumu, dia malah melihat suaminya sedang menikah dengan orang lain... Kau tahu sehancur apa perasaannya???" cerca ibu.


Prass makin tersedu, dia tak menyangka Elia menyimpan hal menyedihkan ini darinya.


" Aku mempercayainya bu, itu pasti anakku..tolong Bu katakan dimana Elia..." Prass sangat ingin bisa menemui istrinya itu.


" Prass, sudahlah lupakan Elia.. hiduplah bahagia dengan istri barumu, hanya itu harapan Elia..dia ingin ibumu juga bahagia punya menantu yang sangat diinginkannya..." Prass beranjak dengan langkah limbung. Sepertinya harapannya tipis. Ibu Utri jadi tidak tega.


" Tunggu Prass, kalau kau ingin berjuang sekali lagi susul Elia ke bandara..pesawatnya akan berangkat 1 jam lagi, dia akan ke pulau seberang. Dia akan bekerja dan menetap disana. Gunakan kesempatan terakhirmu.." Ibu Utri tak sampai hati untuk tidak mengatakannya. Meski dia sudah berjanji pada Elia untuk merahasiakannya.

__ADS_1


Prass tersenyum, tanpa membuang waktu dia segera melajukan mobilnya. Dia berdoa semoga Elia masih bisa terkejar.


bersambung.....


__ADS_2