Hanya Sebatas Embun Pagi

Hanya Sebatas Embun Pagi
dilema..


__ADS_3

Bingung sekali hati ini. Saat mencoba untuk melupakannya, dia malah hadir kembali. Apa yang harus kulakukan, aku sudah terlanjur memberi harapan pada Mas Prass, sosok yang sudah mengisi hari hariku selama ini dan sangat berarti buatku setahun ini. Tapi kak Arya malah datang kembali membawa segenggam cinta yang selama ini selalu ingin kureguk. Oh Tuhan, bantulah aku.


Dilema, itulah yang sedang dirasa Elia. Haruskah dia kembali ke orang yang dicintainya namun sudah menyakitinya sekaligus menyakiti saudarinya?? Ataukah bersama orang yang selalu ada untuknya, selalu ada saat dia butuhkan.


" El...bagaimana? kamu maafin aku kan?"


" Aku memaafkanmu, tapi kalau untuk kembali bersama...entahlah..beri aku waktu untuk berfikir dan memantapkan hati..." jelas Elia.


" baiklah aku tidak akan memaksamu..aku akan selalu menunggumu..." ungkap Arya. "kau tahu aku selalu memikirkanmu selama di luar negri..." imbuhnya." Aku sama sekali tidak melupakanmu El..."


Hati Elia benar benar bimbang. Saat bersama Prass dia teringat Arya, sedang saat bersama Arya dia teringat Prass. Betapa rumit cinta ini.


Tanpa mereka ketahui ada seorang lelaki menyandarkan dirinya di tembok sebelahnya sambil menguping. Tangannya mengepal, menahan gejolak di hati. Prass, dia sedang mengintai dari balik tembok. Mendengarkan dengan seksama obrolan sejoli itu.


---------------------

__ADS_1


" El..aku tahu susah untukku bisa memiliki hatimu, aku hanya bisa menawarkan jiwa raga ku selalu ada untukmu..aku tidak akan memaksamu selalu di sisiku..aku tau cintamu telah kembali, namun aku akan tetap mencintaimu..." ucap Prass datar saat makan bersama Elia di kantin. Arya sudah pergi segera setelah bicara dengan Elia.


" Maaas...." Elia menanggapi kata kata Prass dengan rasa sesak di dada. Rasa getir yang membuat kelu lidahnya. Bahkan sekedar untuk menelan ludah pun susah. Ia bingung bagaimana menjelaskannya.


Apa kamu tadi tahu yang kubicarakan dengan Kak Arya? Aku benar benar tidak berniat menyakitimu. Haruskah aku merasa bersalah telah memberimu harapan? Aku sendiri bingung dengan perasaanku. Aku harus bicara dengan seseorang. Septi.


"Aku permisi dulu Mas..." pamit Elia, padahal makannya belum habis.


tiba-tiba...cuuuuup...


Prass ******* kasar bibir Elia, hingga Elia akhirnya tersadar dan mendorong Prass. Elia langsung berlari meneteskan cairan bening dari sudat matanya. Mengusap kasar bibirnya yang basah dan memendam rasa jengkel di hatinya.


Keterlaluan Mas, kenapa kamu jadi kurang ajar begitu. Apa aku terlalu menyakitimu hingga kau tega padaku. Kau merampas ciuman pertamaku dengan kasar. Aku benci kamu Mas.


Prass masih mematung frustasi. Mengacak asal rambut dan mengusap wajahnya.

__ADS_1


Siiiaaal...gimana aku bisa seceroboh ini. Apa yang akan Elia pikirkan tentangku. Tapi aku sudah benar benar tidak bisa menahan diri lagi. Aku sudah bersabar setahun ini. Tapi kenapa si brengsek itu malah datang lagi. Aku sudah hampir berhasil memiliki Elia.


Tapi kalau diresapi...tadi itu sangat manis..heee..Yaaah...bibir Elia sangat manis. Andai bisa kumiliki bibir itu tiap hari...gumam Prass dalam hati.


Di lain pihak, Tria masih sangat menyimpan dendam pada Elia. Dia merencanakan sesuatu yang buruk pada Elia.


" Aku harus menghancurkanmu El..kau sudah menghancurkan hidupku..mengambil cinta yang kuidamkan dan lebih parah lagi mempermalukanku di hadapan semua orang..." ucapnya lirih setelah menelfon seseorang.


" Apa yang kamu rencanakan Tria...?" tanya sang ibu yang tidak sengaja mendengar ucapan Tria.


" Sesuatu yang akan diingat Elia seumur hidupnya..yang akan membuatnya menjadi gadis hina dan tidak diinginkan oleh semua orang terutama Arya.." lalu.."aku akan membuat Elia dibenci Arya dan dibuang jauh jauh dari kehidupannya...hahaha..." Tria lalu beranjak pergi menuju kamarnya.


Ibu agak khawatir. Bukan mengkhawatirkan Elia, tapi dia khawarir Tria berbuat hal yang akan merugikan dirinya sendiri. Dalam hatinya dia tidak peduli apapun yang akan terjadi pada anak tirinya itu.


-----apa yang akan terjadi dengan Elia?

__ADS_1


----bersambung---


__ADS_2