
Rintik hujan mengiringi perjalanan pulang Elia dan Prass. Ada rasa bahagia di hati Prass karena ada sedikit kemajuan dalam hal hubungannya dengan Elia. Gadis manis yang sudah ia kejar semenjak setahun ini agaknya sudah mulai melonggarkan pergerakannya.
" El, aku seneng deh ..." ucapnya cengar cengir.
" kenapa Mas? menang undian?"
" Ya bisa dibilang gitu, anggaplah apa yang aku harapkan akan segera terwujud..." .
senyumnya tambah melebar.
"hmmmm...baguslah aku juga ikut seneng dengernya..." respon Elia datar.
Yaelah El, emang kamu ini ga merasa pa yang aku harapkan selama ini.Yaitu kamu El, gadis manis imut yang selalu mengusik tidurku. Apapun yang aku lakukan pikiranku selalu ke kamu.
------------------
Di tempat lain kekacauan sedang terjadi di rumah Pak Zani. Acara pertunangan yang harusnya berjalan lancar jadi kacau balau. Gegara calon pria menolak wanitanya.
flashback..
Arya mematung melihat Elia pergi bersama seorang laki laki. Dia berfikir kenapa Elia pergi, apa dia menolak pertunangan dengan dirinya?
Arya langsung menuju ke tempat acara. Dia disambut dengan hangat. Orang tuanya sedang berbincang dengan orang tua Elia. Di samping mereka ada Tria dengan senyum lebarnya.
" Berhubung semua sudah siap mari kita mulai acara..." ucap mc dari acara tersebut. Arya bingung bagaimana bisa dimulai tanpa kehadiran Elia calon wanitanya.
"Mas Arya dan mbak Tria mari ke tengah sini..." lanjut pria itu.
__ADS_1
" Tunggu! ada apa ini..kenapa Tria??" suara Arya bergetar menahan amarah. " Aku tidak ingin bertunangan dengan dia.." lanjutnya.
" Maksud kamu apa Arya???.." ucap Tria kaget. " Ibu kamu yang memintanya..."lanjut Tria.
Arya mengalihkan pandangan ke ibunya.
"Bun..kenapa Tria?..aku sukanya sama Elia Bun..." suara Arya masih bergetar.
" Astaga Ar..ibu kira Tria. Waktu kamu bilang ingin melamar anak Pak Zani ibu berfikir itu Tria. Bukankah kamu dekat dengan Tria, bahkan dari SD kalian satu kelas." jelas Ibu Bram.
" Waktu SMA aku pernah pacaran diam diam dengan Elia Bun..tapi kami terpaksa putus..." ucap Arya beralih memandang Pak Zani. Karena memang karena Pak Zani Arya melepas Elia.
" Trus bagaimana ini..acara tetap berlangsung bukan??" Ibu Utri ikut nimbrung sambil menitikan air mata. Dia merasa akan sangat memalukan jika acara ini batal.
"Tiidaaak...acara ini baataal...!!!" teriak Arya sambil berlalu pergi.
Pak Bram dan Pak Zani hanya diam saja. Mereka juga tidak tahu harus bagaimana. Buat Pak Bram yang penting anaknya bahagia siapapun gadis pilihannya.
Dengan perasaan campur aduk Arya pulang ke kediaman orang tuanya. Perasaannya bercampur aduk. Dia merasa bersalah pada Elia. Dia berfikir gadis itu pasti tambah membencinya.
Aku akan mengejarmu sampai ke ujung dunia sekali pun. Juga tak peduli kalaupun kamu sudah bersama pria lain. Cukup aku kehilanganmu untuk sekali. Aku pasti akan mendapatkan cintamu lagi. Gumam Arya dalam hati.
---------------------
" El..ada yang mencarimu.." Ucap Tyas di sela pekerjaannya.
" Siapa?" tanya Elia. Tyas hanya menggeleng tanda ketidaktahuannya.
__ADS_1
taap...taaap..
Suara sepatu Tria memecahkan lamunan Arya. Arya menoleh ke belakang.
" El..." sapa Arya berusaha memegang tangan Elia. Namun ditepisnya.
" Ada urusan apa kakak kemari? apa kakak bersama mbak Tria?"
" Jangan sebut namanya El..."
" kenapa? bukankah dia tunangan kakak...!" seru Elia dengan nada tinggi.
Arya menatap melas Elia, matanya mengguratkan penyesalan mendalam.
" Tunangannya batal El..." kata Arya dan Elia hanya membelalakkan mata.
"Aku mencintai kamu, aku hanya mau denganmu. Ibu salah paham saat aku meminta untuk melamar anak Pak Zani, beliau mengira itu Tria.." Arya mencoba menjelaskan.
" Satu hal lagi, dulu aku memutuskanmu juga demi kebaikanmu.."
" maksud kakak?" tanya Elia penasaran.
" Ayahmu memintaku untuk menjauhimu, beliau tidak mau kamu ditindas oleh Tria dan ibu tirimu..." lanjut Arya.
Elia hanya diam, dia tidak percaya dengan ucapan pria di depannya.
"kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya langsung ke ayah kamu."
__ADS_1
Tangan Arya mencoba menggenggam tangan Elia lagi. Kali ini si empunya tangan tidak menolak. Ada desiran halus dalam hatinya. Jantungnya juga berdegup lebih kencang. Hatinya lega mendengar semua itu. Akankah embun paginya itu benar benar kembali???
--bersambung....---