
Pukul 5 sore Elia telah sampai rumah. Arya yang telah jadi kekasihnya mengantar sampai depan rumah. Sambil bercanda senyum selalu merekah dari bibir masing masing. Tanpa Elia ketahui ada sepasang mata memerah menahan amarah berdiri di balik jendela.
" kakak pulang duluan gih...dah sore.." ucap Elia..
" Iya El sayang.." jawabnya sambil mengelus pipi Elia yang agak merona malu.
" ciumnya mana?" goda Arya sambil memajukan pipinya.
" haish....belum boleh kakak.." ucap Elia melebarkan senyumnya.
" yaudah deh aku pamit dulu El..." Arya langsung melajukan motor sportnya.
" ati ati kak..." gumam Elia melambaikan tangannya.
tiba - tiba dari arah pintu......
plaaaaak!!.....
Tamparan keras mendarat di pipi Elia. Cairan bening pun menetes dari sudut matanya. Perasaannya bercampur aduk, antara marah, bingung hingga kaget jadi satu.
__ADS_1
" saakiit kak...hiks hiks...." ucap Elia ditengah tangisannya.
" ini hukuman karena kamu tidak menggubris laranganku...sudah aku bilang jangan dekati Arya..." teriak Tria hingga membuat para tetangga keluar dari rumah. Karena memang rumahnya ada di deretan komplek yang tidak berdekatan satu sama yang lain.
" jadi ini karena kak Arya...." batin Elia.
Elia langsung masuk ke dalam rumah. Takut jadi bahan gunjingan. Sampai dalam rumah sang ibu sudah menunggu. Dan sekali lagi.....
plaaaaak...
Tamparan keras pun mendarat lagi di pipinya.
" aaduuuh...."....."hiks hiks..." tangis Elia kembali pecah. Elia tak bisa berbuat apa apa. Dia terus berlalu masuk ke dalam kamarnya.
Elia menangis sambil merebahkan badannya di kasur. Kedua pipinya terasa panas dan perih. Dia tak menyangka keluarganya begitu tega.
" Ayaaaah...aku kesakitan.. tapi hatiku jauh lebih sakit...." gumam Elia di sela tangisannya. Andai ayahnya berada dirumah pasti ibu dan kakaknya tak kan berani menamparnya.
Pukul 7 malam Ayah Elia sudah tiba di rumah.
__ADS_1
" Anak anak sudah tidur bu?" tanya beliau pada istrinya.
" mereka sudah di kamar. Oia tu anak kesayanganmu sudah berbuat kurang ajar pada Tria. Dia merebut pacar Tria...."
" Apa maksud Ibu? Elia anak yang baik tidak mungkin begitu...."
Segera Pak Zani pergi ke kamar El. Didapatinya sang anak meringkuk di atas ranjang. Terlihat kedua pipinya memerah juga mata yang sembab.
" apa yang terjadi padamu nak..." ucap Pak Zani sambil mengelus rambut Elia.
" ayah....ayah sudah pulng?" gumam Elia sambil membuka mata.
" apa yang terjadi nak?"..
Elia pun menceritakan semua dari sudut pandangnya. Pak Zani hanya manggut manggut tanda mengerti. Sepertinya dia tahu apa yang harus dilakukan.
" ya sudah nak..sekarang kamu bersihkan badan kamu lalu makan..."
" iya yah..." jawab Elia sambil berlalu menuju kamar mandi.
__ADS_1
Sabarlah nak..Ayah doakan kamu akan selalu mendapat yang terbaik. Kamu akan mendapat kebahagiaan yang hakiki. Mungkin sekarang kamu sedang bersakit sakit dahulu tapi Tuhan itu maha adil, esok kamu akan ada waktunya kamu bahagia dan selalu bahagia.
Pak Zani berdoa dalam hatinya. Hatinya sakit bagai disayat ujung sembilu. Ia ingin segera menyelesaikan kemelut rumah tangganya. Betapa ia ingin berpisah dengan istrinya itu. Namun, ia seperti kerbau yang dcucuk hidungnya jika di depan sang istri. Dia menyesal bagaimana bisa dia menikahi wanita berbisa seperti Bu Utri itu.