
Sudah satu jam lebih Elia menunggu kedatangan Arya di pintu masuk bandara. Dia enggan masuk ke area bandara lebih jauh, lebih pastinya dia enggan bertemu dengan mantan atasannya, Prass. Meski sudah ada penjelasan dari pria itu, Elia tetap masih merasa jengkel. Dia tidak mau membahas hal itu lagi. Bahkan dia enggan berurusan dengan Tria saudarinya. Dia hanya memberi kabar ayahnya lewat telfon agar tidak khawatir.
Tanpa sepengetahuan Elia, seorang pria tengah memperhatikannya. Dia berdiri tak jauh darinya. Setiap kali melihat gadis itu, angannya melayang dan dia seakan lupa dengan dirinya sendiri. Dia ingin selalu jadi pelindung dan pembawa kebahagiaan buat gadis itu. Beberapa hari ini dia merasa tidak semangat karena tidak bisa bertemu dengan pujaan hatinya itu. Karena Elia sudah tidak lagi bekerja dengannya. Namun, saat masuk kerja tadi dia melihat sosok yang di impikannya tiap malam menghiasi tidurnya itu di pojok gerbang. Dia menyesal sudah bertindak bodoh. Mungkin jika dari awal dia jujur, dia akan jadi sosok pahlawan buat Elia, dan Elia tidak akan menghindarinya.
" El...." sapa Prass memberanikan diri mendekati Elia.
" Pak Prass...." jawab Elia sembari mengganggukkan kepala. Agak canggung bertemu dengannya kali ini. Padahal biasanya selalu ada ocehan dan celoteh Prass yang selalu mengukir tawa dalam hari harinya. Sebenarnya dia merasa berada di sisi Prass jauh lebih nyaman dari pada saat disamping Arya. Entah karena setiap hari bertemu dan terbiasa atau karena alasan lain.
" Ko Pak sih..emang aku bapak kamu...ayolah El, maafin keisenganku kamaren....oke?!?" bujuk Prass.
" Iya Mas.. aku maafin ko..." ucap Elia pelan
" Kamu ngapain disini?" tanya Prass penasaran.
" Nungguin kak Arya, dia mau flight ke Sidney jam 2 ini..aku tunggu disini ko belum lewat juga.."
__ADS_1
" Ini udah jam 3 El..pasti dah take off, mungkin tadi buru buru jadi ga sempat pamitan.. Kalau dia udah sampai pasti hubungi kamu nanti..." jelas Prass agar Elia tidak lagi menunggu.
Elia hanya mengangguk pelan. Ada rasa kecewa di hatinya.
Hati hati ya kak, semoga kamu selamat sampai tujuan. Meski sebenarnya aku kecewa kamu ga pamitan langsung, padahal sudah lama aku menunggu. Tapi aku doakan kamu baik baik saja. Jujur ada rasa aneh dalam hatiku yang sulit aku ungkapkan, apakah sebenarnya telah terjadi sesuatu denganmu Kak?!? tak biasanya kamu mengingkari janji..batin Elia bergejolak.
---------------------
Sudah lebih dari 24 jam Arya tidak memberi kabar. Elia jadi senewen sendiri. Tugas kuliahnya terbengkelai, pekerjaannya di kafe juga berantakan. Berulang kali dia menghubungi hp Arya, sempat terhubung tapi kemudian tidak aktif.
" Sebenarnya kamu kenapa sih Kak?..kemarin melamarku, malah sekarang sama sekali tidak menghubungiku..." keluh Elia pelan. Septi yang disampingnya mendengar keluhan Elia.
" Iya Sep..makasih ya kamu selalu ada buatku..." ucap Elia sembari memeluk Elia.
Elia merasa sangat beruntung mendapat sahabat seperti Septi. Dia berharap bisa selalu akur dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
Tiiit...tooot...
Suara klakson mengagetkan keduanya. Mereka berjalan keluar dari kosan. Prass menunggu di dalam mobil, cengegesan tidak jelas.
" Ngapain kamu mas kesini...." teriak Elia.
" Mau ngajakin kalian makanlah...ayoooo..." Prass menyunggingkan bibirnya.
Prass semangat lagi untuk mengejar cintanya, apa lagi setelah tau Arya saingannya itu sudah pergi dari Indonesia.
Dia akan berjuang hingga tetes terakhir agar Elia bisa jadi miliknya. Pokoknya buat Prass pedoman witting tresno jalaran seko kulino adalah harga mati. Dia yakin sedikit demi sedikit hati Elia akan berpaling padanya. Dia tidak percaya Arya bisa membuat pujaan hatinya bahagia. Selama ini Elia hanya mendapat kemalangan gegara mencintai Arya. Prass bertekad akan berusaha keras menghilangkan sosok Arya dari kehidupan Elia.
Berhari hari berlalu di sisi lain ada seorang pria yang sedang frustasi melihat keadaan dirinya. Selang infus menancap ditangannya, selang oksigen dan selang kateter juga masih menempel di tubuhnya. Belum luka terbuka dan memar yang ada di seluruh badannya. Satu hal lagi, kakinya mati rasa!!! yaaa... Arya lumpuh pasca kecelakaan dahsyat itu, sementara sopirnya meninggal di tempat.
Arya pilu melihat handphone yang kembali bergetar di atas nakas ruang inapnya. Dilihatnya Elia berkali kali telfon. Akhirnya dia non aktifkan ponselnya. Dia tidak mau Elia tahu keadaannya, dia ingin jadi sosok yang sempurna di mata Elia. Jadi dia bertekad akan memulihkan diri dulu sebelum menemui Elia lagi. Dia meminta Pak Zani tidak bercerita apapun pada Elia. Dan dia berangkat ke Singapura untuk berobat. Berharap kakinya bisa berfungsi kembali.
__ADS_1
*****Akankah Arya sembuh seperti sedia kala??akankah Elia da Arya bersatu kembali?? Ataukah Elia akan bersama Prass ato pria lain lagi??
---bersambung***---