
Malam semakin larut, namun mata Elia masih enggan terpejam. Ia memikirkan apa yang harusnya ia putuskan. Akhirnya ia memutuskan untuk sholat Istikharah, meminta petunjuk Yang Maha kuasa.
Ya Allah berilah petunjuk mana yang terbaik untukku. Sekiranya Arya adalah jodohku, berilah kemudahan pada kami untuk melanjutkan hubungan tapi jika Prass yang terbaik berilah kemantapan hati pada hamba. Aamiin...
Setelah sholat dan berdoa Elia merasa tenang dan bisa terlelap dengan damai.
---------------
Bangun tidur dia lantas mengambil ponselnya.
" Hallo Mas...hari ini bisa ketemu ndak?" Elia menelfon Prass.
" Oke..jam berapa?" tanya Prass antusias. Jarang sekali bahkan nyaris tidak pernah buat Elia menghubungi ingin menemuinya.
" Jam makan siang aja..di kafe tempat kerjaku..."
" Oke..tunggu aku ya..." Prass menutup telfonnya.
Di sisi lain, di sebuah rumah sakit di Singapura. Seorang pria sedang melakukan fisiotherapy dengan rajin. Dia berusaha keras agar kakinya bisa segera pulih. Dia ingin segera berlari memeluk Elia, gadis yang sangat dicintainya. Dia tak mau membuat Elia menunggu lebih lama. Dia merasa bersalah sudah menggantung hubungannya dengan Elia.
" Sebentar lagi anda akan segera pulih Tuan..." ucap trainer nya.
" Iya.. semoga saja. Aku ingin segera pulang..." Ucap Arya.
Sudah hampir 2 bulan dia menjalani terapi di rumah sakit itu, dia ditemani sang Ibunda. Sang Ibunda sangat mengerti hati dan perasaan putranya. Dia sebenarnya ingin menjemput Elia untuk menemaninya tapi selalu ditolaknya. Dia tak mau Elia memandangnya dengan rasa kasian, dia mau Elia selalu memandangnya sebagai lelaki hebat dan kuat yang selalu siap melindunginya.
--------------
" El..ada yang mau ketemu kamu di depan.." ucap security kafe pada Elia.
" Iya Pak, terima kasih..suruh nunggu sebentar ya, saya ganti baju dulu.." Elia bergegas bersih bersih dan mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian biasa. Setelah selesai dia masuk ruangan bos untuk minta ijin.
__ADS_1
tok...tok...tok..
Pak Dian menyuruhnya masuk.
" Pak Dian, saya minta ijin pulang awal ya..ada kepentingan keluarga yang mendesak..." ucap Elia.
" Ada apa El? ayahmu sakit lagi? apa perlu aku antar?" Pak Dian beranjak dari kursi kerjanya.
" Tidak usah repot repot Pak..Ayah saya tidak apa apa ko..lagian sudah ada teman yang jemput..terima kasih atas perhatiannya. Saya permisi..." Ucap Elia sembari menganggukkan kepalanya.
Pak Dian hanya membalas dengan anggukan kepala. Tapi diam diam ia mengikuti Elia, melihat dari kejauhan Elia masuk ke sebuah mobil jenis SUV dengan seorang pria.
Apa dia pacarnya ya... gumamnya dalam hati sambil mengkrucutkan bibir.
Di dalam mobil Elia masih terdiam. Prass melajukan mobilnya tanpa arah.
" Kita mau kemana El..." tanya Prass pelan.
" haaah..." Prass membuka bibirnya lebar.
" Kenapa? ga boleh?.." Elia menatap tajam Prass.
" Bo...boleh..banget malah..tapi ko tiba tiba..ada apa?" Prass penasaran.
"Nanti kamu juga tau Mas..kita cari oleh oleh dulu ya..." pinta Elia.
Mereka berhenti di sebuah rumah. Rumah besar dengan halaman luas dan taman bunga yang terawat dan rapih. Dengan cat broken white dan lis warna gold membuat rumah ini terkesan mewah dan elegan. Meski bukan rumah bertingkat namun bangunannya tinggi jadi terlihat mencolok dari rumah rumah lain di sekelilingnya.
tok..tok..tok..
" Assalamu alaikum bun..Prass pulang.." teriak Prass sambil mengetuk pintu.
__ADS_1
ceekleek....
Pintu terbuka, seorang ibu paruh baya berdiri di ambang pintu. Wanita dengan sedikit uban dan kacamata baca yang agak melorot tapi tetap terlihat cantik dan anggun. Tentulah itu Ibu Prass pikir Elia.
" Wa alaikumsalam...kenapa pulang jam segini? trus siapa gadis cantik ini?" tanya ibu itu lembut dan kalem khas wanita jogja.
" Saya Elia tante..teman Mas Prass.." jawab Elia sembari mencium tangan Ibu Prass.
Ibu Prass membelai lembut puncak kepala Elia. Dia lalu memeluk Elia erat. Ada kehangatan dalam hati Elia menerima pelukan Ibu ini. Rasa nyaman yang sama ia rasakan kala Ibunya masih hidup.
"Ayo ayo masuk..anggap rumah sendiri ya.." ucap Ibu Prass dengan ramah. Elia mengangguk lalu memberikan buah tangan yang di belinya tadi.
Mereka basa basi ngobrol kesana kemari. Tidak terasa satu jam lebih mereka mengobrol Elia terlihat tegang, menelan salivanya dengan susah payah.
"Ada apa El?" tanya Ibu melihat perubahan di wajah Elia.
" Apa ibu merestui kalau saya dan mas Prass menikah?" tanya Elia mengagetkan ibu dan anak itu.
Elia, kau berani sekali. Kejutan apa lagi ini... kata Prass dalam hati.
Ibu Prass menyunggingkan senyumnya.
" Apa Prass sudah melamarmu?" tanya ibu tapi hanya ditanggapi gelengan kepala oleh Elia.
" Kamu ini pria bukan sih Prass, masa iya malah Elia yang melamar kamu...heeee...."..." Ibu merestui El...." imbuhnya.
**bagaimana kisah selanjutnya ya😘😘😘
jangan lupa like n koment ya...
--bersambung**....
__ADS_1