Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)

Harga Setetes Benih (Dinikahi Om Duda)
Bab 14 Usaha Rass


__ADS_3

Usai pembagian Ijazah berlangsung dengan nilai terbaik di pegang oleh Miranda dan di ikuti oleh Bara sebagai kedua, meninggalkan cerita tersendiri bagi Miranda yang masih terasa menyesakkan dada. Kisah SMA tentu akan sulit untuk di lupakan olehnya.


Kini sekolahan itu hanya akan tinggal cerita, dimana Ia akan memulai hidupnya yang baru bersama Jonathan dan juga masa depannya.


Begitu juga Silla yang masih di rundung perasaan kesal, marah dan kecewa karena harus hamil di luar nikah akibat perbuatan Rass. Padahal Ia ingin fokus kuliah agar bisa menggantikan Nadya mencari uang. Tapi Ia malah menghancurkan harapan Wanita yang melahirkannya dengan menyembunyikan aib itu.


"Sil...!" Rass memanggilnya.


Pria itu sengaja menungguinya di depan pintu gerbang sekolah. Dimana Silla baru saja keluar bersama Miranda, Salsa dan juga Marry, "Om mau bicara!" Sambung Rass lagi dengan tatapan memohon.


Pria dewasa yang masih tercetak garis ketampanannnya itu berharap agar Silla mau terbuka padanya tentang perubahan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Nanti aja, Om. Silla mau makan dulu sama teman-teman!" Timpalnya, berbohong. Tapi Rass tahu Silla hanya beralasan saja untuk menghindar darinya.


"Sill, Om mohon sekali ini saja. Om ingin bicara sama Silla. Bisakah Silla memberi waktu Om?" Rass terus berusaha membujuk agar Silla bersedia.


Tak lama Miranda melihat asisten Jonathan sudah datang menjemput. Hal itu memutuskan alasan awal Silla pada Rass.


"Sil, kita makannya lain kali aja ya. Pak Ricky udah jemput. Aku harus ke kantor Om Jo sekarang!"


Miranda memeluk Silla dan juga kedua temannya yang lain. Silla tak bisa berbuat apa-apa kala melihat Miranda sudah masuk ke dalam mobil jemputannya.


"Benar Sil, lihatlah Miranda. Dia bahkan bahagia dengan Ayah dari mantan kekasihnya yang sudah almarhum," tambah Marry pula. Menguatkan hati Silla agar mau membuka diri.

__ADS_1


Silla mengangguk pasrah dan membiarkan mereka pergi meninggalkannya dengan Rass. Pria itu pun mengajak Silla masuk ke dalam mobilnya.


Dalam perjalanan pun, Silla masih saja nampak sangat dingin. Bahkan Ia enggan menatap kearah Rass.


"Om tahu kesalahan Om Sil, tapi tolong jangan diam seperti ini. Jujur saja sama Om apa yang harus Om lakukan untuk menebus kesalahan Om malam itu."


Rass mencoba memberi pengertian lebih dulu. Bermaksud memancing Silla untuk mau terbuka dan berbagi keluh kesahnya.


"Sil, kamu dengan Om kan? Apa yang kamu sembunyikan dari Om sekarang? Apa Silla_?"


"Cukup Om, jangan teruskan!" Silla memotong pembicaraan Rass yang terpatahkan dengan tatapan penuh amarah, "Kenapa ini harus terjadi sih Om? Silla masih ingin sekolah. Silla belum mau menikah. Tapi kenapa Ini harus terjadi sama Silla, higs...?"

__ADS_1


Gadis itu akhirnya terisak-isak. Ia tak dapat lagi membendung perasaan kecewa di hatinya karena selama ini Silla sudah menganggap Rass sudah seperti Ayahnya sendiri. Jujur saja Silla kehilangan sosok Yudha semenjak Ayahnya itu menikah lagi dan pergi meninggalkan dia yang harus rela kehilangan kasih sayangnya.


"Om minta maaf, Sil. Om benar-benar gak sengaja ngelakuin hal itu. Om hanya kalut saat teringat mendiang istri Om hingga Om mabuk-mabukkan!" Rass mengungkapkan kebenaran itu. Nasibnya dan Jonathan memang tak seberuntung kelihatannya.


__ADS_2